Pertamina Buka Suara Soal Harga Asli Pertalite Rp 18.040 per Liter

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi/Foto: Hasan Al Habshy/detikfinance

Ilustrasi/Foto: Hasan Al Habshy/detikfinance

Jakarta, Jemarionline.com – PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan terkait informasi yang ramai beredar mengenai harga asli Pertalite yang mencapai Rp18.040 per liter. Sejumlah konsumen menemukan angka tersebut pada struk pembelian BBM di SPBU Pertamina sehingga informasi itu ramai dibahas di berbagai platform.

Angka Rp18.040 per liter bukan harga yang dibayar masyarakat saat membeli Pertalite. Pertamina menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan harga keekonomian berdasarkan kondisi pasar dan biaya penyediaan energi. Pemerintah menetapkan harga Pertalite Rp10.000 per liter melalui program subsidi energi.

Pertalite Masuk Kategori BBM Bersubsidi

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa pemerintah memasukkan Pertalite ke dalam kategori Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) dan memberikan subsidi untuk produk tersebut.

Karena itu, Pertamina menjalankan penugasan pemerintah untuk menyalurkan Pertalite kepada masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan.

Pemerintah menetapkan harga jual Pertalite dengan mempertimbangkan berbagai aspek sosial dan ekonomi agar masyarakat tetap memperoleh bahan bakar dengan harga terjangkau.

Apa Itu Harga Keekonomian?

Pertamina menghitung harga keekonomian berdasarkan harga pasar energi, biaya distribusi, nilai tukar, serta berbagai komponen penyediaan BBM lainnya.

Baca Juga :  Pertamina Tegaskan Isu Larangan Pertalite 2026 Hoaks

Karena harga minyak dunia terus berubah, harga keekonomian suatu bahan bakar juga dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Struk yang beredar menunjukkan harga keekonomian Pertalite mencapai Rp18.040 per liter. Namun, pemerintah tetap menjual Pertalite kepada masyarakat dengan harga Rp10.000 per liter.

Artinya, pemerintah menanggung selisih sekitar Rp8.040 per liter melalui program subsidi energi.

Mengapa Lebih Mahal dari Pertamax?

Banyak masyarakat mempertanyakan mengapa harga keekonomian Pertalite terlihat lebih tinggi dibandingkan harga jual Pertamax.

Pertamina menjelaskan bahwa Pertamax merupakan BBM nonsubsidi dan mengikuti mekanisme harga pasar.

Namun, pemerintah dan Pertamina tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional serta daya beli masyarakat saat menentukan harga jual BBM nonsubsidi.

Perusahaan juga menjelaskan bahwa harga Pertamax saat ini belum sepenuhnya mengikuti harga keekonomian pasar internasional.

Jika seluruh komponen harga mengikuti pasar global secara penuh, harga Pertamax berpotensi berada pada level yang lebih tinggi.

Subsidi Bantu Jaga Daya Beli

Pemerintah menjalankan kebijakan subsidi BBM untuk membantu masyarakat menengah ke bawah.

Baca Juga :  KPK Dalami Peran Bos Maktour Fuad Usai Eks Menag Yaqut Ditahan

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Subsidi memungkinkan masyarakat membeli Pertalite jauh di bawah harga keekonomian yang berlaku di pasar.

Selain itu, subsidi juga membantu menekan biaya transportasi sehingga harga barang dan jasa dapat tetap terkendali.

Harga Pertalite Tetap Rp10.000

Pemerintah memastikan harga Pertalite tetap berada di level Rp10.000 per liter hingga akhir tahun 2026 selama kondisi pasar energi global masih terkendali.

Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir bahwa munculnya angka Rp18.040 per liter pada struk akan langsung memicu kenaikan harga Pertalite.

Pemerintah dan Pertamina terus memantau perkembangan harga energi global untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga BBM dalam negeri.

Transparansi Informasi kepada Konsumen

Pertamina menyampaikan informasi harga keekonomian sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi kepada masyarakat.

Melalui informasi tersebut, masyarakat dapat memahami besarnya subsidi yang diberikan pemerintah untuk menjaga harga Pertalite tetap terjangkau.

Langkah ini juga membantu masyarakat memahami perbedaan antara harga pasar dan harga yang berlaku di SPBU.

Berita Terkait

BMKG Rilis Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Berbagai Wilayah Indonesia Hari Ini
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI Termasuk Enam Kodam Daerah
Lorong Bangkai KM Virgo Tertutup Hambat Evakuasi Penyelam
Program Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Berbagai Daerah
Ramalan Zodiak Hari Ini: 4 Bintang Diprediksi Beruntung pada 28 September 2026
Miliarder Indonesia Akhir September 2026 versi Forbes
Terombang-ambing 345 Km, Jasad ABK Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano
Presiden Prabowo Subianto Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:22 WIB

BMKG Rilis Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Berbagai Wilayah Indonesia Hari Ini

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI Termasuk Enam Kodam Daerah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Lorong Bangkai KM Virgo Tertutup Hambat Evakuasi Penyelam

Senin, 28 September 2026 - 09:28 WIB

Program Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Berbagai Daerah

Senin, 28 September 2026 - 08:36 WIB

Ramalan Zodiak Hari Ini: 4 Bintang Diprediksi Beruntung pada 28 September 2026

Berita Terbaru

Peresmian program inkubasi startup NextDev ke-12 bertema AI-Powered Innovations yang digelar Telkomsel di Cikini, Jakarta Pusat.

Teknologi

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:32 WIB