Mulai 2027, Smartphone di Eropa Wajib Pakai Baterai Lepas-Pasang, Industri Ponsel Bisa Berubah Total

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi baterai tanam yang dipasang pada ponsel saat ini(Unsplash.com/Tyler Lastovich)

Ilustrasi baterai tanam yang dipasang pada ponsel saat ini(Unsplash.com/Tyler Lastovich)

Jemarionline.com – Industri smartphone global menghadapi salah satu perubahan terbesar dalam satu dekade terakhir. Uni Eropa menetapkan aturan baru yang mewajibkan perangkat seperti smartphone dan tablet memakai baterai yang bisa dilepas dan diganti pengguna mulai 2027. Regulasi ini berpotensi mengubah desain ponsel modern yang selama ini mengandalkan baterai tanam.

Kebijakan tersebut muncul dari dorongan besar Uni Eropa untuk mengurangi limbah elektronik, memperkuat keberlanjutan, dan mendukung hak konsumen memperbaiki perangkat mereka sendiri.

Selama ini mayoritas smartphone memakai baterai tanam yang sulit pengguna lepaskan tanpa bantuan teknisi. Saat kesehatan baterai menurun, banyak pengguna memilih membeli ponsel baru dibanding mengganti baterainya.

Aturan baru ini ingin mengubah kondisi tersebut.

Mengapa Uni Eropa Menerapkan Aturan Ini?

Usia baterai yang terbatas menjadi alasan utama lahirnya kebijakan ini. Kapasitas baterai terus menurun seiring penggunaan, dan hal itu langsung memengaruhi pengalaman pengguna.

Model smartphone saat ini juga membuat penggantian baterai terasa rumit. Banyak produsen memakai lem kuat, desain tertutup, dan susunan komponen yang rapat.

Model seperti itu memunculkan dua masalah besar.

Pertama, konsumen kesulitan memperpanjang usia perangkat.

Kedua, limbah elektronik terus meningkat karena banyak orang membuang perangkat yang sebenarnya masih layak pakai.

Baca Juga :  Gemini AI Hadir di Google Maps, Bisa Jawab Pertanyaan Rumit dan Hadirkan Tampilan 3D

Dengan baterai yang mudah diganti, pengguna bisa memakai smartphone lebih lama tanpa harus sering upgrade.

Dampak ke Desain Smartphone

Regulasi ini bisa mengubah desain smartphone modern secara signifikan.

Selama bertahun-tahun, produsen berlomba membuat ponsel makin tipis, ringan, dan tahan air. Kini mereka mungkin harus menyesuaikan pendekatan itu.

Produsen bisa membuat perangkat sedikit lebih tebal agar pengguna lebih mudah mengakses baterai.

Mereka juga mungkin merancang ulang struktur internal demi memenuhi standar baru.

Namun banyak analis menilai kompromi itu sepadan karena pengguna mendapat perangkat yang lebih tahan lama.

Keuntungan bagi Pengguna

Aturan ini menawarkan banyak manfaat nyata.

Umur ponsel lebih panjang
Pengguna cukup mengganti baterai saat performanya menurun, tanpa perlu membeli perangkat baru.

Biaya perawatan lebih murah
Pengguna bisa mengganti baterai sendiri tanpa selalu datang ke service center.

Limbah elektronik berkurang
Semakin lama perangkat bertahan, semakin sedikit sampah elektronik yang dihasilkan.

Daur ulang lebih efisien
Produsen dan industri daur ulang bisa memproses lithium dan kobalt dengan lebih mudah.

Tantangan yang Harus Diatasi

Meski menjanjikan banyak keuntungan, aturan ini tetap menghadirkan tantangan.

Baca Juga :  Huawei Watch Fit 5 dan Fit 5 Pro Resmi Dirilis, Layar Lebih Cerah dan Kini Punya Fitur ECG

Produsen harus menjaga performa, ketahanan, dan desain premium secara bersamaan.

Mereka juga perlu memastikan ponsel tetap kuat menghadapi debu, air, dan benturan.

Selain itu, vendor wajib menyediakan baterai pengganti dalam jangka panjang. Tanpa ketersediaan suku cadang, regulasi ini kehilangan manfaat utamanya.

Efeknya Bisa Mendunia

Meski aturan ini berlaku di Eropa, dampaknya kemungkinan menjangkau pasar global.

Produsen besar biasanya tidak membuat banyak desain berbeda untuk tiap wilayah.

Kasus USB-C membuktikan itu.

Saat Uni Eropa mendorong standar USB-C, perubahan itu akhirnya meluas ke berbagai pasar dunia.

Banyak analis memperkirakan aturan baterai lepas-pasang akan memicu dampak serupa.

2027 Bisa Jadi Titik Balik

Selama ini inovasi smartphone fokus pada kamera, chipset, dan layar.

Ke depan, fokus bisa bergeser ke daya tahan, keberlanjutan, dan kemudahan perbaikan.

Itulah yang membuat 2027 berpotensi menjadi titik balik industri smartphone.

Perubahan ini bukan sekadar soal baterai.

Perubahan ini bisa mengubah cara produsen merancang ponsel dan cara konsumen memakai perangkat mereka.

Era smartphone yang lebih awet dan mudah diperbaiki mungkin segera dimulai.

Berita Terkait

Daftar HP Snapdragon 8 Gen 5 April 2026, Performa Ngebut untuk Gaming dan Multitasking
OPPO Pad Mini Debut, Tablet Ringkas Premium Penantang iPad mini Resmi Hadir
vivo Y6t 5G Meluncur, HP Murah dengan Baterai Jumbo dan Layar 120Hz Siap Menggoda
OPPO Find X9 Ultra Masuk Indonesia, Early Pre-Order Dibuka untuk Flagship Kamera Premium
Kelebihan Samsung Galaxy A14 5G yang Bikin HP Ini Masih Worth It di 2026
3 Laptop Baru ASUS ROG Mulai Rp29 Juta, Performa AI Jadi Senjata Baru Gamer
Huawei Watch Fit 5 dan Fit 5 Pro Resmi Dirilis, Layar Lebih Cerah dan Kini Punya Fitur ECG
Generative AI Masuk Aplikasi Investasi, Bantu Investor Analisis Saham Secara Real Time
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 08:00 WIB

Daftar HP Snapdragon 8 Gen 5 April 2026, Performa Ngebut untuk Gaming dan Multitasking

Jumat, 24 April 2026 - 07:00 WIB

Mulai 2027, Smartphone di Eropa Wajib Pakai Baterai Lepas-Pasang, Industri Ponsel Bisa Berubah Total

Kamis, 23 April 2026 - 14:00 WIB

OPPO Pad Mini Debut, Tablet Ringkas Premium Penantang iPad mini Resmi Hadir

Kamis, 23 April 2026 - 13:00 WIB

vivo Y6t 5G Meluncur, HP Murah dengan Baterai Jumbo dan Layar 120Hz Siap Menggoda

Kamis, 23 April 2026 - 12:00 WIB

OPPO Find X9 Ultra Masuk Indonesia, Early Pre-Order Dibuka untuk Flagship Kamera Premium

Berita Terbaru

Foto: Jambiupdate.co

Daerah

Transformasi Desa Digital Dorong Layanan Modern di Kerinci

Kamis, 23 Apr 2026 - 23:00 WIB

KPK memeriksa 55 saksi outsourcing dalam kasus dugaan korupsi pengadaan di Pemkab Pekalongan yang menyeret Bupati nonaktif Fadia Arafiq.( Poto : dok.detikcom)

Hukum

KPK Panggil 55 Saksi Outsourcing dalam Kasus Fadia Arafiq

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:00 WIB