Wamen Stella Ingatkan Perusahaan Jangan Asal Adopsi AI

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

(Foto: CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

Jakarta, Jemarionline.com – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus berkembang di berbagai sektor bisnis. Banyak perusahaan di Indonesia mulai menjadikan teknologi ini sebagai bagian dari strategi transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Namun, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengingatkan bahwa perusahaan tidak boleh terburu-buru mengadopsi AI tanpa perencanaan yang matang. Menurutnya, manfaat teknologi tersebut tidak selalu muncul dalam waktu singkat.

Stella menjelaskan bahwa perusahaan perlu memahami tujuan penggunaan AI, menyiapkan sumber daya manusia, serta memastikan keamanan data sebelum menerapkan teknologi tersebut secara luas.

Manfaat AI Tidak Langsung Terlihat

Stella menilai banyak perusahaan berharap AI dapat memberikan hasil instan. Padahal, implementasi teknologi tersebut membutuhkan proses adaptasi yang cukup panjang.

Menurutnya, perusahaan biasanya baru merasakan manfaat signifikan dari investasi AI setelah dua hingga tiga tahun penerapan. Karena itu, perusahaan perlu memiliki visi jangka panjang dan tidak hanya berfokus pada hasil dalam waktu singkat.

Selain itu, perusahaan juga harus menyiapkan infrastruktur digital yang memadai agar sistem AI dapat bekerja secara optimal.

Keamanan Data Jadi Faktor Penting

Dalam proses adopsi AI, keamanan data menjadi salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga :  PS5 vs Nintendo Switch 2, Perang Konsol Makin Memanas pada 2026

Stella mengingatkan bahwa sistem AI bekerja dengan memanfaatkan data dalam jumlah besar. Karena itu, perusahaan harus memastikan data pelanggan maupun data internal terlindungi dengan baik.

Ia juga menegaskan bahwa regulator semakin memperhatikan aspek keamanan, transparansi, dan akuntabilitas dalam penggunaan AI. Perusahaan harus mampu menjelaskan cara kerja sistem AI yang mereka gunakan serta memastikan teknologi tersebut tidak menimbulkan risiko baru.

SDM Tetap Menjadi Kunci

Meski teknologi AI semakin canggih, Stella menilai manusia tetap memegang peran utama dalam proses pengambilan keputusan.

Menurutnya, AI hanya berfungsi sebagai alat bantu yang memproses data dan memberikan rekomendasi. Sementara itu, manusia tetap memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami konteks, dan mengambil keputusan strategis.

Karena itu, perusahaan perlu meningkatkan kemampuan karyawan agar mampu bekerja berdampingan dengan teknologi AI.

Selain menguasai teknologi, karyawan juga perlu memahami etika penggunaan AI dalam lingkungan kerja.

Jangan Sekadar Ikut Tren

Banyak perusahaan mulai berlomba-lomba mengadopsi AI karena melihat tren global yang berkembang sangat cepat.

Baca Juga :  Teknologi Digital 2026: AI Kian Mendominasi

Namun, Stella mengingatkan bahwa perusahaan sebaiknya tidak menerapkan AI hanya karena mengikuti tren pasar. Sebaliknya, perusahaan harus memastikan teknologi tersebut benar-benar mampu menyelesaikan masalah bisnis yang dihadapi.

Pendekatan yang tepat akan membantu perusahaan memperoleh manfaat maksimal dari investasi teknologi yang dilakukan.

Etika AI Harus Menjadi Prioritas

Selain keamanan data, Stella juga menyoroti pentingnya aspek etika dalam pengembangan dan penggunaan AI.

Ia menjelaskan bahwa sistem AI sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan. Jika data mengandung bias, hasil yang diberikan AI juga berpotensi menghasilkan keputusan yang tidak adil.

Karena itu, perusahaan perlu membangun sistem pengawasan yang mampu memastikan penggunaan AI tetap sesuai dengan prinsip etika dan kepentingan pengguna.

AI Bisa Tingkatkan Daya Saing Perusahaan

Meski menghadirkan berbagai tantangan, AI tetap menawarkan peluang besar bagi dunia usaha.

Teknologi ini mampu membantu perusahaan mengotomatisasi proses bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat analisis data, dan menghasilkan layanan yang lebih personal kepada pelanggan.

Namun, keberhasilan implementasi AI sangat bergantung pada strategi perusahaan dalam mengelola teknologi, data, dan sumber daya manusia secara seimbang.

Berita Terkait

Enam Pengaturan Keamanan WhatsApp Wajib Aktif demi Cegah Pembajakan Akun
Jakarta Jajaki Olah Air Laut Jadi Air Tawar
Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur Bawa Baterai Jumbo 6.000 mAh
HP dengan Radiasi Tertinggi dan Cara Aman Menggunakannya
ChatGPT Dikabarkan Bisa Bikin Stiker WhatsApp Langsung
Motorola Moto Pad 70 Resmi, Tablet 5G Baterai 10.200 mAh
Daftar Harga iPhone 17 Pro di Berbagai Negara
ASUS Prime AP304 Resmi Hadir, Casing ATX dengan Kaca Lengkung
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:57 WIB

Enam Pengaturan Keamanan WhatsApp Wajib Aktif demi Cegah Pembajakan Akun

Rabu, 16 September 2026 - 10:44 WIB

Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur Bawa Baterai Jumbo 6.000 mAh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:00 WIB

HP dengan Radiasi Tertinggi dan Cara Aman Menggunakannya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:00 WIB

ChatGPT Dikabarkan Bisa Bikin Stiker WhatsApp Langsung

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Motorola Moto Pad 70 Resmi, Tablet 5G Baterai 10.200 mAh

Berita Terbaru

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming saat meninjau lokasi pascabencana di Sumatera Utara pada 4 September 2026.(poto: kompas.com).

Hukum

Sidang Sengketa Syarat Gibran Digelar MK Malam Ini

Senin, 21 Sep 2026 - 08:14 WIB

Kasus Febrie Adriansyah bantah kepemilikan emas 74 kg saat pelimpahan tahap dua di Kejari Jakarta Selatan.(poto: kompas.com).

Nasional

Bantah Miliki Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Angkat Bicara

Senin, 21 Sep 2026 - 07:51 WIB