Yaqut Ajukan Praperadilan atas Status Tersangka, KPK Siap Hadapi Gugatan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menag Yaqut (Foto: Muhammad Firman Maulana/detikfoto)

Mantan Menag Yaqut (Foto: Muhammad Firman Maulana/detikfoto)

Jemarionline – Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menggugat penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Gugatan tersebut diajukan melalui mekanisme praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Permohonan praperadilan didaftarkan pada Selasa (10/2/2026) dengan nomor perkara 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL. Dalam perkara ini, Yaqut bertindak sebagai pemohon, sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cq Pimpinan KPK menjadi pihak termohon.

Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 24 Februari 2026, pukul 10.00 WIB di Ruang Sidang 2 PN Jakarta Selatan.

KPK Hormati Hak Hukum Tersangka

Menanggapi langkah hukum tersebut, KPK menyatakan menghormati hak Yaqut untuk mengajukan praperadilan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa setiap tersangka memiliki hak untuk menguji sah atau tidaknya proses hukum yang berjalan.

KPK memastikan penetapan tersangka telah melalui prosedur sesuai ketentuan hukum dan didasarkan pada alat bukti yang dinilai cukup, baik secara formil maupun materiil.

Baca Juga :  Jaksa Agung Minta Aparat Tidak Mudah Pidanakan Kepala Desa

Selain itu, KPK menyebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mengonfirmasi bahwa kuota haji termasuk dalam lingkup keuangan negara. Saat ini, KPK masih menunggu hasil final penghitungan kerugian negara dalam perkara tersebut.

Lembaga antirasuah itu menegaskan proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Duduk Perkara Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Kasus yang diusut KPK berkaitan dengan pembagian 20 ribu kuota tambahan haji Indonesia tahun 2024. Kuota tambahan tersebut diperoleh setelah pemerintah Indonesia melakukan komunikasi dengan otoritas Arab Saudi guna mengurangi antrean panjang jemaah haji reguler.

Awalnya, Indonesia mendapatkan kuota 221 ribu jemaah untuk tahun 2024. Dengan tambahan 20 ribu kuota, total menjadi 241 ribu jemaah.

Kuota tambahan itu kemudian dibagi masing-masing 10 ribu untuk haji reguler dan 10 ribu untuk haji khusus. Padahal, Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji mengatur kuota haji khusus maksimal 8 persen dari total kuota nasional.

Baca Juga :  Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara, Peluk dan Cium Orang Tua serta Istri di Ruang Sidang

Dalam pelaksanaannya, Indonesia memberangkatkan 213.320 jemaah reguler dan 27.680 jemaah haji khusus pada 2024. KPK menduga kebijakan tersebut berdampak pada sekitar 8.400 calon jemaah reguler yang telah mengantre lebih dari 14 tahun dan seharusnya dapat berangkat setelah adanya tambahan kuota.

KPK juga menyampaikan dugaan awal kerugian keuangan negara dalam perkara ini mencapai sekitar Rp1 triliun. Sejumlah aset seperti rumah, kendaraan, dan uang dalam bentuk dolar telah disita sebagai bagian dari proses penyidikan.

Pada 9 Januari 2026, KPK secara resmi menetapkan Yaqut dan mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, sebagai tersangka. Namun hingga kini, konstruksi lengkap perkara masih belum diungkap secara rinci oleh KPK.

Proses hukum pun berlanjut, dengan praperadilan yang diajukan Yaqut akan menjadi tahap penting dalam menguji keabsahan penetapan status tersangka tersebut.

Berita Terkait

Status Tersangka Husniah Talenrang Tidak Gugurkan Jabatan Bupati Gowa
KPK Periksa Anggota BPK V Bobby Adhityo Terkait Suap Muara Enim
Sidang Sengketa Syarat Gibran Digelar MK Malam Ini
Penggeledahan Rumah Dirjen ATR/BPN di Bekasi, KPK Bawa Empat Koper Dokumen
Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Simulasi Pengalihan Kuota Kemenag
Kasus Penipuan ASN Tebo: Oknum Pegawai DLH Diamankan Polisi
Sidang Korupsi Haji: Stafsus Menag Ungkap Aliran Uang Anggota DPR
Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasi Ranperbup Kependudukan Merangin 2025-2045
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Status Tersangka Husniah Talenrang Tidak Gugurkan Jabatan Bupati Gowa

Senin, 28 September 2026 - 13:36 WIB

KPK Periksa Anggota BPK V Bobby Adhityo Terkait Suap Muara Enim

Senin, 21 September 2026 - 08:14 WIB

Sidang Sengketa Syarat Gibran Digelar MK Malam Ini

Senin, 21 September 2026 - 08:02 WIB

Penggeledahan Rumah Dirjen ATR/BPN di Bekasi, KPK Bawa Empat Koper Dokumen

Rabu, 16 September 2026 - 10:51 WIB

Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Simulasi Pengalihan Kuota Kemenag

Berita Terbaru

Ilustrasi: Guru memeriksa berkas pendaftaran seleksi PPPK Guru Agama Sekolah Rakyat 2026 melalui portal resmi SSCASN.(poto: AI).

Nasional

Kemensos Buka 331 Formasi PPPK Guru Agama Sekolah Rakyat 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 08:57 WIB

Ilustrasi: OJK soroti kenaikan kredit macet pinjol yang kini capai 4,73 persen, minta platform perkuat manajemen risiko.(poto: AI).

Ekonomi

Kredit Macet Pinjol Naik, OJK Soroti Kemampuan Bayar

Sabtu, 10 Okt 2026 - 08:16 WIB