Jemarionline.com, SUNGAI PENUH — Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat pendidikan agama Islam di tengah masyarakat. Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, mengajak generasi muda kembali aktif mengaji Al-Qur’an dan mempelajari kitab kuning sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Ajakan tersebut disampaikan saat menerima Panitia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Desa Talang Lindung yang diselenggarakan oleh PT Tren Gen Horizon di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan itu, Alfin menegaskan bahwa pendidikan agama sangat penting di tengah perkembangan zaman modern. Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan masyarakat.
Ia menilai nilai-nilai keislaman mampu menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi berakhlak dan memiliki pegangan moral yang jelas.
Namun, Alfin mengakui minat generasi muda untuk mempelajari kitab kuning mulai menurun, khususnya di Kota Sungai Penuh. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena kitab kuning merupakan bagian penting dari tradisi keilmuan Islam.
“Di tengah minimnya minat belajar kitab kuning, kita harus bersama menghidupkan kembali budaya mengaji. Ini bukan hanya soal ilmu, tetapi juga pembentukan karakter generasi masa depan,” ujar Alfin.
Dasar Ilmu Mempelajari Kitab Kuning
Kitab kuning adalah karya klasik ulama yang ditulis dalam bahasa Arab tanpa harakat. Karena itu, pembaca membutuhkan dasar ilmu tertentu untuk memahaminya.
Dalam tradisi pesantren, pembelajaran biasanya dimulai dari beberapa ilmu dasar, yaitu:
-
Ilmu Nahwu, untuk memahami struktur kalimat bahasa Arab, biasanya melalui kitab pemula seperti Matan Jurumiyah.
-
Ilmu Sharaf, untuk memahami perubahan bentuk kata dan maknanya.
-
Penguasaan mufradat, agar santri memahami kosakata Arab secara bertahap.
-
Metode makna gandul, yaitu pemberian arti kecil di bawah teks Arab.
-
Bimbingan guru atau kiai, yang membantu memahami konteks hukum dan perbedaan pendapat ulama.
“Kita ingin generasi muda tidak hanya bisa membaca, tetapi juga memahami ajaran agama dengan benar,” tambahnya.
Pemerintah Dorong Budaya Mengaji
Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mendorong kegiatan keagamaan di masjid, surau, dan lembaga pendidikan Islam. Tujuannya agar masyarakat semakin dekat dengan nilai spiritual.
Penguatan pendidikan agama sejak dini diharapkan mampu melahirkan generasi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan akhlak.
Alfin juga mengajak tokoh agama dan masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya mengaji di lingkungan keluarga.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menjaga kehidupan sosial yang religius dan harmonis.
Di era digital, pembelajaran kitab kuning mulai beradaptasi melalui kitab digital dan kelas daring. Cara ini diharapkan mampu menarik kembali minat generasi muda mempelajari warisan keilmuan Islam.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam meningkatkan kualitas spiritual masyarakat sekaligus menjaga tradisi pendidikan Islam yang telah berkembang sejak lama.









