Mutawif di Serang Ditangkap, Diduga Gelapkan Biaya Umrah untuk Bayar UtangMutawif di Kabupaten Serang Ditahan, Dana Umrah Diduga Dipakai Lunasi Utang Pribadi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penangkapan (Foto: Getty Images/iStockphoto/uzhursky)

Ilustrasi penangkapan (Foto: Getty Images/iStockphoto/uzhursky)

Jemarionline – Aparat dari Polres Serang mengamankan seorang pria berinisial MU (44), warga Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, atas dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah. Uang milik para calon jemaah disebut tidak pernah disetorkan ke pihak travel, melainkan digunakan untuk membayar kewajiban pribadi tersangka.

Kapolres Serang Andri Kurniawan menjelaskan bahwa MU berprofesi sebagai pembimbing ibadah umrah atau mutawif. Meski tidak memiliki perusahaan travel resmi, tersangka diduga menawarkan paket perjalanan kepada masyarakat dengan mengatasnamakan kerja sama dengan agen tertentu.

Tawaran Paket 12 Hari, Keberangkatan Tak Terwujud

Kasus ini bermula pada Oktober 2025 ketika tersangka mendatangi salah satu korban dan menawarkan program umrah berdurasi 12 hari dengan jadwal keberangkatan pada 8 Februari 2026. Tertarik dengan penawaran tersebut, korban bersama istrinya sepakat mendaftar.

Baca Juga :  Pandji Pragiwaksono Buka Dialog Terkait Laporan Konten Stand Up ‘Mens Rea’

Pembayaran dilakukan dua tahap, yakni uang awal Rp3 juta untuk pengurusan dokumen dan pelunasan Rp58 juta pada pertengahan Desember 2025. Total dana yang diserahkan mencapai Rp61 juta.

Para korban sempat menerima perlengkapan ibadah dan mengikuti manasik hingga tujuh kali. Namun, mendekati jadwal keberangkatan, perjalanan yang dijanjikan tidak kunjung terlaksana. Tersangka berdalih adanya persoalan administrasi yang menyebabkan penundaan.

Setelah dilakukan penelusuran oleh penyidik, diketahui dana tersebut tidak pernah diteruskan ke pihak travel penyelenggara.

Modus Serupa, Korban Lebih dari Satu

Selain pasangan suami istri tersebut, polisi mengidentifikasi sedikitnya tujuh orang lain yang mengalami kejadian serupa. Setiap korban dijanjikan paket umrah dengan kisaran biaya sekitar Rp30 juta per orang.

Baca Juga :  Diperiksa KPK, Pengusaha Haji Haji Isam Mengaku Tak Kenal Tersangka Kasus Bea Cukai

Kasat Reskrim Andi Kurniady ES menyebutkan bahwa praktik yang dilakukan tersangka menyimpang dari prosedur normal. Dalam mekanisme resmi, dana jemaah seharusnya langsung disetorkan kepada biro travel penyelenggara, bukan dikelola pribadi.

“Dana yang diterima tidak digunakan untuk proses pemberangkatan, melainkan untuk kebutuhan lain,” ujarnya.

Penyidikan Masih Berjalan

Penyidik masih mendalami total kerugian yang ditimbulkan serta membuka kemungkinan adanya korban tambahan. Saat ini tersangka telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

MU dijerat dengan Pasal 486 KUHP dan/atau Pasal 492 KUHP tentang dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar memastikan legalitas biro perjalanan umrah dan tidak mudah tergiur tawaran tanpa kejelasan izin resmi.

Berita Terkait

Sidang Korupsi Haji: Stafsus Menag Ungkap Aliran Uang Anggota DPR
Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasi Ranperbup Kependudukan Merangin 2025-2045
Pilot Malaysia Airlines Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta Terkait Penyelundupan Sabu dan Urine Cadangan
Napi Lapas Pekanbaru Kabur ke Jakarta, Polisi Lacak Keberadaan Pelaku
Dirut PT MMS Ditahan, Bareskrim Usut Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit
Polda Jabar Segera Terbitkan DPO Kasus Penyekapan Kekasih di Bandung Selama Tiga Tahun
LPSK Beri Perlindungan Darurat Korban Penyekapan Bandung, Taufik Hidayat Diburu Polisi
Ibu di Denpasar Dipolisikan Suami Usai Persalinan Darurat, Kuasa Hukum Desak SP3
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:42 WIB

Sidang Korupsi Haji: Stafsus Menag Ungkap Aliran Uang Anggota DPR

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasi Ranperbup Kependudukan Merangin 2025-2045

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pilot Malaysia Airlines Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta Terkait Penyelundupan Sabu dan Urine Cadangan

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:03 WIB

Napi Lapas Pekanbaru Kabur ke Jakarta, Polisi Lacak Keberadaan Pelaku

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:36 WIB

Dirut PT MMS Ditahan, Bareskrim Usut Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB