MBG Sekolah Jadi 5 Hari, Pemerintah Pangkas Anggaran

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah ubah MBG jadi 5 hari mulai 2026 karena efisiensi anggaran Rp268 triliun.( Poto : CNN Indonesia ).

Pemerintah ubah MBG jadi 5 hari mulai 2026 karena efisiensi anggaran Rp268 triliun.( Poto : CNN Indonesia ).

Jakarta, jemarionline.com – Program Makan Bergizi Gratis MBG mulai 2026 berubah jadwal. Pemerintah hanya menjalankan layanan MBG lima hari dalam sepekan, turun dari sebelumnya enam hari, setelah anggaran dipangkas menjadi Rp268 triliun.

Pemerintah mengambil langkah ini untuk menyesuaikan kondisi fiskal sekaligus menjaga efektivitas program. Meski ada penyesuaian, pemerintah tetap mempertahankan kualitas dan sasaran utama MBG.

Perubahan Jadwal MBG di Sekolah

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan pemerintah mengurangi hari layanan MBG untuk sebagian besar sekolah. Kebijakan ini langsung menyesuaikan struktur anggaran baru.

“Pelayanan MBG untuk anak sekolah kami ubah dari enam hari menjadi lima hari,” ujar Dadan.

Pemerintah tetap menjalankan layanan penuh di beberapa kondisi tertentu, sehingga tidak semua sekolah mengalami pengurangan.

Sekolah 3T dan Daerah Stunting Tetap Prioritas

Pemerintah tetap memberikan layanan enam hari untuk sekolah yang menjalankan belajar enam hari. Selain itu, sekolah di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) tetap menerima layanan penuh.

Baca Juga :  Wacana Sekolah Daring April 2026 Batal, Pemerintah Pilih Tatap Muka

BGN juga memprioritaskan daerah dengan angka stunting tinggi. Pemerintah menilai wilayah ini membutuhkan intervensi gizi yang lebih konsisten.

Dengan kebijakan ini, pemerintah ingin menjaga pemerataan bantuan tanpa mengorbankan daerah yang paling membutuhkan.

Penyaluran MBG Saat Libur Sekolah

Pemerintah juga mengubah skema distribusi saat libur sekolah. MBG tidak lagi diberikan ke seluruh siswa pada masa libur.

BGN hanya menyalurkan bantuan kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

“Pada hari libur sekolah, kami fokuskan bantuan untuk kelompok rentan,” kata Dadan.

Langkah ini membantu pemerintah menjaga keberlanjutan program tanpa membebani anggaran saat aktivitas sekolah berhenti.

Anggaran Turun, Nilai Gizi Tetap

Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemangkasan ini untuk meningkatkan efisiensi dan memperbaiki tata kelola program.

Baca Juga :  2.629 PPPK Paruh Waktu di Mataram Resmi Kantongi NIP

Meski anggaran turun, pemerintah tidak mengubah nilai makanan. Setiap porsi tetap bernilai sekitar Rp10 ribu sesuai harga bahan baku di daerah masing-masing.

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah masih mengevaluasi kemungkinan penyesuaian lanjutan, tetapi saat ini angka tersebut menjadi acuan sementara.

Hingga April 2026, MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat. Pemerintah juga mengoperasikan puluhan ribu dapur layanan di berbagai daerah.

Pemerintah menilai cakupan ini sudah luas, tetapi tetap melakukan evaluasi agar distribusi lebih tepat sasaran. Fokus ke depan bergeser ke efektivitas dan pemerataan manfaat.

Penutup

Perubahan jadwal MBG menjadi lima hari menunjukkan pemerintah menyesuaikan program dengan kondisi anggaran tanpa mengurangi sasaran utama. Pemerintah tetap menjaga bantuan gizi untuk anak sekolah dan kelompok rentan agar program tetap berjalan stabil dan tepat sasaran.(ar)

Berita Terkait

Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Siap Dorong RUU Buruh
Presiden Prabowo Tinjau SPPG Palmerah, Pastikan Program Gizi Nasional Berjalan Optimal
37 Huntap di Aceh Tamiang Segera Masuk Tahap Pembangunan
D2NP di DMS SIASN Kosong? Ini Arti dan Cara Mengatasinya
Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Usulkan Pajak Kendaraan Dihapus dan Diganti Sistem Jalan Berbayar
Pemerintah Redistribusi 498 Ribu Guru untuk Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar di Daerah
PPPK Jadi ASN Jangka Panjang, Kebijakan Terbaru Pemerintah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 17:00 WIB

Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Siap Dorong RUU Buruh

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:22 WIB

Presiden Prabowo Tinjau SPPG Palmerah, Pastikan Program Gizi Nasional Berjalan Optimal

Senin, 25 Mei 2026 - 14:00 WIB

37 Huntap di Aceh Tamiang Segera Masuk Tahap Pembangunan

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:51 WIB

D2NP di DMS SIASN Kosong? Ini Arti dan Cara Mengatasinya

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:00 WIB

MBG Sekolah Jadi 5 Hari, Pemerintah Pangkas Anggaran

Berita Terbaru