37 Huntap di Aceh Tamiang Segera Masuk Tahap Pembangunan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPR RI TA Khalid di Kantor Bupati Aceh Tamiang, Sabtu (23/5/2026).( Poto : kompas.com ).

DPR RI TA Khalid di Kantor Bupati Aceh Tamiang, Sabtu (23/5/2026).( Poto : kompas.com ).

Aceh, jemarionline.com – Pemerintah memastikan huntap Aceh Tamiang siap memasuki tahap pembangunan.

Sebanyak 37 lokasi hunian tetap untuk warga terdampak bencana sudah memiliki kesiapan lahan, sedangkan tiga titik lainnya masih menjalani proses negosiasi dengan perusahaan pemegang HGU.

Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Safrizal ZA memimpin rapat percepatan bersama Koordinator Posko Penanggulangan Bencana DPR RI TA Khalid di Kantor Bupati Aceh Tamiang, Sabtu (23/5/2026).

Pemerintah daerah, balai kementerian, dan sejumlah perusahaan perkebunan ikut membahas percepatan pembangunan huntap komunal bagi masyarakat terdampak bencana.

Pemerintah Fokus Selesaikan Tiga Lahan

Pemkab Aceh Tamiang mengusulkan 40 titik pembangunan huntap komunal. Pemerintah langsung menyatakan 37 lokasi siap memasuki tahap pembangunan.

Sementara itu, tiga lokasi lain masih menunggu kesepakatan pelepasan lahan HGU.

Tiga perusahaan yang masih menjalani proses negosiasi yakni PT Perkebunan Semadam, PT Perkebunan Pertanian Pati Sari, dan PT Evans Indonesia melalui PT Simpang Kiri Plantations.

Di sisi lain, beberapa perusahaan sudah menyelesaikan proses pelepasan lahan. Perusahaan tersebut antara lain PT Perkebunan Nusantara, PT Padang Palma Permai, PT Socfindo, PT Desa Jaya, dan PT Bahruni.

Baca Juga :  Hak Pensiun Mantan Kadis Pendidikan Jambi Ditunda, BKN Tegaskan Proses Hukum Berjalan

TA Khalid meminta seluruh pihak mempercepat proses negosiasi agar pembangunan huntap berjalan sesuai target.

“Kami berharap koordinasi dengan perusahaan segera selesai supaya pembangunan huntap bisa langsung berjalan,” ujar Khalid.

Safrizal Dorong Percepatan Administrasi

Safrizal meminta pemerintah daerah segera menyiapkan kepastian administrasi agar pembangunan tidak tertunda terlalu lama.

Ia menawarkan solusi berupa dokumen bridging sebagai dasar awal pembangunan di atas lahan HGU sambil menunggu proses administrasi pemindahan aset selesai.

Menurut Safrizal, langkah percepatan sangat penting karena banyak warga masih tinggal di hunian sementara.

“Pilihan lokasi pembangunan huntap sudah melalui penilaian terukur dan pertimbangan matang,” kata Safrizal.

Ia juga menegaskan pemerintah sudah mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi, budaya, hingga risiko kebencanaan sebelum menentukan lokasi pembangunan.

Kebutuhan Lahan Relatif Kecil

Safrizal menilai kebutuhan lahan huntap sebenarnya tidak terlalu besar jika dibandingkan total luas HGU perusahaan perkebunan di Aceh Tamiang.

Karena itu, pemerintah berharap perusahaan mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana demi kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  2.629 PPPK Paruh Waktu di Mataram Resmi Kantongi NIP

Pemerintah daerah juga mulai menghitung kebutuhan lahan berdasarkan kajian Kementerian Pekerjaan Umum.

Perhitungan tersebut mencakup pembangunan rumah warga serta fasilitas umum seperti jalan lingkungan, drainase, dan ruang sosial.

Dengan perencanaan itu, pemerintah ingin menghadirkan kawasan hunian yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat terdampak bencana.

Warga Masih Tinggal di Huntara

Usai rapat koordinasi, Safrizal bersama rombongan Galapana DPR RI meninjau lokasi HGU di Desa Bukit Rata yang nantinya menjadi kawasan huntap.

Rombongan juga mengunjungi Huntara 3 Bukit Rata yang saat ini masih menampung puluhan keluarga terdampak bencana.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan peralatan dapur kepada 72 kepala keluarga yang masih tinggal di hunian sementara.

Kondisi itu menunjukkan banyak warga masih menunggu kepastian tempat tinggal permanen.

Pemerintah berharap pembangunan huntap segera dimulai agar masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan aman setelah bencana.

Dengan kesiapan 37 lokasi yang sudah rampung, Aceh Tamiang kini memasuki tahap penting dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.(ar)

Berita Terkait

D2NP di DMS SIASN Kosong? Ini Arti dan Cara Mengatasinya
MBG Sekolah Jadi 5 Hari, Pemerintah Pangkas Anggaran
Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Usulkan Pajak Kendaraan Dihapus dan Diganti Sistem Jalan Berbayar
Pemerintah Redistribusi 498 Ribu Guru untuk Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar di Daerah
PPPK Jadi ASN Jangka Panjang, Kebijakan Terbaru Pemerintah
Pemerintah Tegaskan PPPK dan P3K Paruh Waktu Tetap Aman, Tidak Ada PHK
BKN Tindak 450 Instansi dan Blokir 125 Data ASN
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:00 WIB

37 Huntap di Aceh Tamiang Segera Masuk Tahap Pembangunan

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:51 WIB

D2NP di DMS SIASN Kosong? Ini Arti dan Cara Mengatasinya

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:00 WIB

MBG Sekolah Jadi 5 Hari, Pemerintah Pangkas Anggaran

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:00 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Usulkan Pajak Kendaraan Dihapus dan Diganti Sistem Jalan Berbayar

Berita Terbaru

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah. Dok. Youtube BPJS Kesehatan

Ekonomi

BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Bisnis

IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB