Konflik Warga SAD dan PT SAL di Sarolangun Berakhir Damai, Ini Kronologi Lengkapnya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Berlangsung selama 7 jam, Bupati Hurmin pimpin mediasi antara warga SAD dan PT SAL. (Dedi Aguspriadi/metrojambi.com)

Berlangsung selama 7 jam, Bupati Hurmin pimpin mediasi antara warga SAD dan PT SAL. (Dedi Aguspriadi/metrojambi.com)

Jemarionline.com – Konflik antara masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) dan perusahaan perkebunan PT Sari Aditya Loka (SAL) di Kabupaten Sarolangun, Jambi, akhirnya berakhir damai setelah melalui proses mediasi panjang.

Peristiwa ini sempat menyita perhatian karena bentrokan di lapangan menyebabkan sejumlah korban luka dari kedua belah pihak.

Kronologi Konflik di Lapangan

Bentrokan terjadi pada 12 April 2026 di wilayah Kecamatan Air Hitam, Sarolangun. Saat itu, ketegangan antara warga SAD dan pihak keamanan perusahaan meningkat hingga memicu aksi saling serang.

Beberapa orang mengalami luka akibat insiden tersebut. Situasi sempat memanas karena kesalahpahaman yang terjadi di lokasi kejadian.

Aparat kepolisian langsung turun ke lapangan untuk mengendalikan situasi. Petugas mengamankan area dan berkoordinasi dengan tokoh adat guna mencegah konflik meluas.

Proses Mediasi yang Menentukan

Setelah kejadian, pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda menginisiasi pertemuan antara kedua pihak. Mereka mempertemukan perwakilan masyarakat SAD dan pihak perusahaan dalam satu forum.

Mediasi berlangsung cukup lama, bahkan mencapai sekitar tujuh jam. Dalam proses tersebut, masing-masing pihak menyampaikan pandangan dan tuntutannya secara terbuka.

Baca Juga :  Pemkot Jambi Tingkatkan Pengawasan Kebersihan Pasar Tradisional

Akhirnya, kedua pihak sepakat menempuh jalur damai demi menjaga stabilitas wilayah.

Kesepakatan dan Kompensasi

Dalam hasil pertemuan, pihak perusahaan menyetujui pemberian denda adat kepada korban dari masyarakat SAD. Nilai kompensasi tersebut mencapai sekitar Rp25 juta per orang.

Selain itu, perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang terjadi. Sementara itu, masyarakat SAD berkomitmen menjaga ketertiban dan tidak melanjutkan konflik.

Kesepakatan ini menjadi langkah penting untuk meredakan ketegangan di wilayah tersebut.

Dampak yang Terjadi

Konflik ini tidak hanya menyebabkan korban luka, tetapi juga menimbulkan kerugian materiil. Sejumlah fasilitas perusahaan mengalami kerusakan akibat bentrokan.

Di sisi lain, peristiwa ini menunjukkan bahwa hubungan antara perusahaan dan masyarakat adat masih menghadapi tantangan.

Analisa: Konflik yang Perlu Perhatian Serius

Jika melihat pola yang terjadi, konflik seperti ini bukan hal baru. Ketegangan antara perusahaan dan masyarakat adat sering muncul karena persoalan lahan dan akses ekonomi.

Baca Juga :  Akses Keadilan Diperluas, Posbankum Jangkau Kelurahan di Jambi

Kondisi ini menunjukkan bahwa penyelesaian konflik tidak cukup dilakukan sekali saja. Pemerintah dan pihak terkait perlu membangun komunikasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Langkah Pemulihan

Setelah konflik mereda, perusahaan mulai memberikan bantuan medis kepada korban luka. Langkah ini menunjukkan tanggung jawab terhadap dampak yang terjadi.

Sementara itu, aparat keamanan terus melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Prospek ke Depan

Ke depan, hubungan antara masyarakat SAD dan perusahaan sangat bergantung pada komunikasi yang konsisten. Kedua pihak perlu menjaga kesepakatan yang sudah dibuat.

Jika semua pihak menjalankan komitmen dengan baik, potensi konflik serupa bisa diminimalkan.

Kesimpulan

Konflik antara warga SAD dan PT SAL di Sarolangun akhirnya berakhir damai melalui mediasi yang melibatkan berbagai pihak.

Oleh karena itu, semua pihak perlu menjaga komunikasi dan menghormati kesepakatan agar situasi tetap kondusif.

Berita Terkait

Jembatan Kerinduan Sungai Penuh Ditutup Sementara, Pengendara Diminta Gunakan Jalur Alternatif
Jakarta-Muara Bungo Kini Terhubung Batik Air, Al Haris Sebut Kunci Pemerataan
Dana Kapitasi 6 Puskesmas di Sungai Penuh Belum Cair, DPRD Minta BPJS Buka Suara
Pemkot Sungai Penuh Gerak Cepat Tangani Longsor di Pelayang Raya
Viral Uang Rp15 Juta Setoran Jabatan Kepsek di Merangin Dikembalikan Lewat Kurir
Kerinci dan Sungai Penuh Nihil Hotspot, BMKG Sebut Curah Hujan Masih Tinggi
Respons Cepat Kemensos, Warga Gangguan Jiwa di Kerinci Dapat Penanganan Intensif
Wawako Azhar Hamzah Apresiasi Bakti Sosial Terintegrasi di Sungai Penuh
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:00 WIB

Jembatan Kerinduan Sungai Penuh Ditutup Sementara, Pengendara Diminta Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:00 WIB

Jakarta-Muara Bungo Kini Terhubung Batik Air, Al Haris Sebut Kunci Pemerataan

Senin, 15 Juni 2026 - 23:00 WIB

Dana Kapitasi 6 Puskesmas di Sungai Penuh Belum Cair, DPRD Minta BPJS Buka Suara

Senin, 15 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gerak Cepat Tangani Longsor di Pelayang Raya

Senin, 15 Juni 2026 - 12:00 WIB

Viral Uang Rp15 Juta Setoran Jabatan Kepsek di Merangin Dikembalikan Lewat Kurir

Berita Terbaru