DTSEN Resmi Gantikan DTKS, Sistem Baru Penentu Penerima Bansos 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DTSEN Resmi Gantikan DTKS, Sistem Baru Penentu Penerima Bansos 2026

DTSEN Resmi Gantikan DTKS, Sistem Baru Penentu Penerima Bansos 2026

Pemerintah Indonesia mulai menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai sistem pendataan terbaru untuk menentukan penerima bantuan sosial (bansos). Sistem ini menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang selama ini menjadi acuan penyaluran bansos.

Kehadiran DTSEN bertujuan memperbaiki sistem pendataan masyarakat miskin dan rentan. Dengan data yang lebih akurat, penyaluran bantuan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran.

Data Sosial dan Ekonomi Lebih Terpadu

DTSEN merupakan basis data nasional yang memuat informasi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia. Sistem ini menggabungkan berbagai sumber data pemerintah dalam satu platform terpadu.

Baca Juga :  Pemerintah Cairkan Bansos untuk 470 Ribu KPM Baru, Data Sudah Diperbarui

Melalui sistem ini, pemerintah dapat melihat kondisi kesejahteraan masyarakat secara lebih lengkap. Dengan begitu, proses penentuan penerima bansos menjadi lebih akurat.

Mengatasi Masalah pada Data Lama

Sebelumnya, penggunaan DTKS sering menghadapi beberapa kendala. Salah satunya adalah data yang tidak selalu diperbarui secara berkala.

Selain itu, ada juga masyarakat miskin yang belum masuk dalam data penerima bantuan. Sebaliknya, sebagian penerima bansos dinilai sudah tidak lagi memenuhi kriteria.

Karena itu, pemerintah menghadirkan DTSEN sebagai sistem baru yang lebih modern dan terintegrasi.

Baca Juga :  Langit Lampung Mendadak Bercahaya, Warga Heboh—Ternyata Ini Penyebabnya

Menggunakan Berbagai Sumber Data

Dalam DTSEN, data masyarakat dikumpulkan dari berbagai sumber resmi. Data tersebut antara lain berasal dari data kependudukan, data sosial ekonomi, serta informasi dari berbagai kementerian dan lembaga.

Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat.

Bansos Diharapkan Lebih Tepat Sasaran

Melalui penggunaan DTSEN, pemerintah berharap penyaluran bansos pada 2026 menjadi lebih efektif dan transparan.

Sistem ini juga diharapkan dapat mengurangi kesalahan dalam penentuan penerima bantuan. Dengan demikian, bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Berita Terkait

Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN
Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus
Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu
Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter
Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit
Harta Kekayaan Febrie Adriansyah, Tersangka Korupsi Capai Rp18,26 Miliar
Prabowo Luncurkan Biosolar B50, DPR Sebut Langkah Monumental Dunia
SKK Migas Buka Lowongan Kerja 2026, Simak Syarat dan Jadwal Pendaftaran
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:00 WIB

Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:00 WIB

Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter

Senin, 13 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB