Jemarionline – Dua perusahaan asal China memenangkan tender proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (WtE) di Indonesia. Proyek tersebut akan dibangun di Bekasi, Jawa Barat, dan Denpasar, Bali.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi masalah sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif.
Mengolah Sampah Menjadi Listrik
Fasilitas waste to energy dirancang untuk mengubah sampah kota menjadi energi listrik. Teknologi ini dinilai mampu membantu mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir.
Selain itu, listrik yang dihasilkan dari proses tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Pembangunan fasilitas ini juga diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah di kota-kota besar.
Libatkan Perusahaan Lokal
Perusahaan pemenang tender diwajibkan bekerja sama dengan perusahaan lokal. Kerja sama ini bertujuan memperkuat industri dalam negeri.
Selain itu, kemitraan tersebut diharapkan dapat mendorong transfer teknologi kepada tenaga kerja Indonesia.
Pemerintah juga menekankan pentingnya standar operasional yang tinggi dalam pembangunan dan pengoperasian fasilitas tersebut.
Bagian dari Program Nasional
Pengembangan pembangkit listrik berbasis sampah merupakan bagian dari program nasional pengelolaan sampah.
Selain Bekasi dan Denpasar, pemerintah juga berencana membangun fasilitas serupa di beberapa kota lain di Indonesia.
Dengan adanya proyek ini, pemerintah berharap masalah sampah dapat ditangani lebih efektif. Proyek ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan energi ramah lingkungan.









