Kemenkes Soroti Selebgram Keluyuran Saat Sakit Campak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi campak (Foto: Getty Images/anilakkus)

Ilustrasi campak (Foto: Getty Images/anilakkus)

Jemarionline – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti viralnya seorang selebgram yang tetap beraktivitas di luar rumah meski sedang sakit campak. Perilaku tersebut menuai kritik publik karena dinilai berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain.

Juru bicara Kemenkes menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Virus dapat menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Karena itu, orang yang sedang sakit dianjurkan untuk beristirahat di rumah dan membatasi kontak dengan orang lain.

Baca Juga :  Tren Minum Lemon + Minyak Zaitun Viral, Penderita GERD Wajib Hati-hati!

Menurut Kemenkes, tindakan tetap beraktivitas di tempat umum ketika sedang terinfeksi dapat meningkatkan risiko penularan. Terlebih jika berada di area ramai seperti pusat perbelanjaan, transportasi umum, atau acara publik.

Campak sendiri umumnya ditandai dengan demam tinggi, ruam kemerahan pada kulit, batuk, pilek, serta mata merah. Pada beberapa kasus, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.

Kemenkes mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri dan orang di sekitar. Jika mengalami gejala campak, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan menghindari aktivitas di luar rumah hingga kondisi membaik.

Baca Juga :  Kurang Tidur Berdampak Serius bagi Kesehatan, Ini Penjelasan dan Cara Mencegahnya

Selain itu, vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak. Pemerintah juga terus mengimbau masyarakat agar memastikan imunisasi dasar lengkap, terutama bagi anak-anak.

Viralnya kasus ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kesadaran individu sangat penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular di masyarakat.

Berita Terkait

Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar: Kronologi, Gejala, dan Respons WHO terhadap 147 Penumpang Terjebak
Program MBG Lombok Barat Terhenti Sementara, Puluhan Ribu Penerima Terdampak
Rasio Klaim BPJS Kesehatan Tembus 111,86 Persen, Tertinggi Sejak 2018
Tren Minum Lemon + Minyak Zaitun Viral, Penderita GERD Wajib Hati-hati!
Hari Kesehatan Sedunia 2026: Ajakan Dunia untuk Percaya pada Sains
72 Siswa Keracunan MBG, DPR Minta SPPG Pondok Kelapa Ditutup
Cara Mengurangi Stres Kerja Secara Efektif
5 Buah yang Bantu Turunkan Asam Urat Secara Alami
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:48 WIB

Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar: Kronologi, Gejala, dan Respons WHO terhadap 147 Penumpang Terjebak

Sabtu, 11 April 2026 - 11:00 WIB

Program MBG Lombok Barat Terhenti Sementara, Puluhan Ribu Penerima Terdampak

Jumat, 10 April 2026 - 04:00 WIB

Rasio Klaim BPJS Kesehatan Tembus 111,86 Persen, Tertinggi Sejak 2018

Kamis, 9 April 2026 - 18:00 WIB

Tren Minum Lemon + Minyak Zaitun Viral, Penderita GERD Wajib Hati-hati!

Selasa, 7 April 2026 - 16:00 WIB

Hari Kesehatan Sedunia 2026: Ajakan Dunia untuk Percaya pada Sains

Berita Terbaru

(Foto: Arsip KAI via Detikcom)

Nasional

KAI Ganti Nama KA Argo Bromo Usai Tabrakan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB