Geger Emas 30.000 Ton di Banten, Disebut Pernah “Dirampok” Asing

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Geger Emas 30.000 Ton di Banten, Disebut Pernah “Dirampok” Asing

Geger Emas 30.000 Ton di Banten, Disebut Pernah “Dirampok” Asing

Kabar mengenai penemuan emas hingga 30.000 ton di wilayah Cikotok, Banten, kembali menjadi sorotan publik setelah diangkat dalam laporan sejarah pertambangan Indonesia. Informasi ini ramai diperbincangkan karena disebut sebagai salah satu temuan emas terbesar yang pernah ada di Tanah Air.

Berdasarkan laporan yang diulas CNBC Indonesia, kawasan Cikotok diketahui telah lama menjadi lokasi tambang emas sejak era kolonial Belanda. Wilayah tersebut bahkan disebut pernah menghasilkan emas dalam jumlah sangat besar, yang nilainya fantastis jika dihitung dengan harga saat ini.

Berawal dari Eksplorasi Zaman Kolonial

Sejarah mencatat, eksplorasi emas di Cikotok dimulai pada awal abad ke-20 ketika pemerintah kolonial Belanda melakukan penelitian geologi di wilayah selatan Banten. Setelah serangkaian survei dan pembangunan terowongan tambang, ditemukan cadangan emas dalam jumlah besar yang kemudian dieksploitasi secara intensif.

Baca Juga :  BGN Tantang SPPG Sajikan Makan Bergizi Gratis Rasa “Bintang 5” di Harga Rp10.000

Produksi emas dari kawasan tersebut menjadi salah satu sumber kekayaan penting bagi pemerintah kolonial saat itu. Namun, manfaat ekonomi disebut lebih banyak mengalir ke pihak asing dibanding masyarakat lokal.

Disebut “Dirampok” Asing

Narasi “dirampok asing” muncul karena sebagian besar hasil tambang pada masa penjajahan dikirim ke luar negeri untuk memperkuat ekonomi kolonial. Penduduk lokal hanya berperan sebagai pekerja tambang dan tidak menikmati keuntungan signifikan dari kekayaan alam tersebut.

Kondisi ini kemudian menjadi simbol ironi sejarah: wilayah yang sangat kaya sumber daya justru tidak memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat pada masa itu.

Tambang Berakhir Setelah Nasionalisasi

Pasca kemerdekaan Indonesia, pengelolaan tambang Cikotok beralih ke perusahaan nasional dan kemudian dikelola oleh PT Aneka Tambang (Antam). Operasi tambang berlangsung hingga akhirnya dinyatakan tidak lagi ekonomis dan resmi ditutup pada tahun 2005 setelah cadangan emas menurun drastis.

Baca Juga :  Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026

Fakta Penting yang Perlu Dipahami

  • Angka 30.000 ton berasal dari catatan sejarah pertambangan, bukan penemuan emas baru saat ini.

  • Tidak ada laporan resmi bahwa emas tersebut baru ditemukan pada tahun 2026.

  • Isu yang viral lebih merupakan pengangkatan kembali kisah sejarah eksploitasi tambang era kolonial.

✅ Kesimpulan:
Kabar emas 30.000 ton di Banten bukan penemuan baru, melainkan kisah sejarah tambang emas Cikotok yang kembali viral. Narasi “dirampok asing” merujuk pada praktik eksploitasi pada masa penjajahan, ketika hasil tambang lebih banyak dinikmati pihak kolonial dibanding rakyat Indonesia.

Berita Terkait

Lonjakan Utang Global Kian Mengkhawatirkan, IMF Beri Peringatan Keras
FamilyMart Resmi Rilis Koleksi Merchandise Eksklusif Jujutsu Kaisen
Kredit Macet Pinjol Naik, OJK Soroti Kemampuan Bayar
IHSG Tertekan Sesi Pertama Pasca Penghapusan Batas Harga Saham Minimum
Harga Cabai Rawit Sulut Menyentuh Rp 120.000, 2,5 Ton Cabai Didatangkan
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026
Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Lonjakan Utang Global Kian Mengkhawatirkan, IMF Beri Peringatan Keras

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:35 WIB

FamilyMart Resmi Rilis Koleksi Merchandise Eksklusif Jujutsu Kaisen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Kredit Macet Pinjol Naik, OJK Soroti Kemampuan Bayar

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WIB

IHSG Tertekan Sesi Pertama Pasca Penghapusan Batas Harga Saham Minimum

Senin, 21 September 2026 - 08:09 WIB

Harga Cabai Rawit Sulut Menyentuh Rp 120.000, 2,5 Ton Cabai Didatangkan

Berita Terbaru