Wali Kota Sungai Penuh Dorong Penguatan Pendidikan Agama di Tengah Minimnya Minat Generasi Muda Belajar Kitab Kuning

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Sungai Penuh Dorong Penguatan Pendidikan Agama di Tengah Minimnya Minat Generasi Muda Belajar Kitab Kuning

Wali Kota Sungai Penuh Dorong Penguatan Pendidikan Agama di Tengah Minimnya Minat Generasi Muda Belajar Kitab Kuning

Jemarionline.com, SUNGAI PENUH — Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat pendidikan agama Islam di tengah masyarakat. Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, mengajak generasi muda kembali aktif mengaji Al-Qur’an dan mempelajari kitab kuning sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Ajakan tersebut disampaikan saat menerima Panitia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Desa Talang Lindung yang diselenggarakan oleh PT Tren Gen Horizon di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan itu, Alfin menegaskan bahwa pendidikan agama sangat penting di tengah perkembangan zaman modern. Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan masyarakat.

Ia menilai nilai-nilai keislaman mampu menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi berakhlak dan memiliki pegangan moral yang jelas.

Namun, Alfin mengakui minat generasi muda untuk mempelajari kitab kuning mulai menurun, khususnya di Kota Sungai Penuh. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena kitab kuning merupakan bagian penting dari tradisi keilmuan Islam.

Baca Juga :  PA Sungai Penuh Perkuat Disiplin dan Zona Integritas Awali Juli 2026

“Di tengah minimnya minat belajar kitab kuning, kita harus bersama menghidupkan kembali budaya mengaji. Ini bukan hanya soal ilmu, tetapi juga pembentukan karakter generasi masa depan,” ujar Alfin.

Dasar Ilmu Mempelajari Kitab Kuning

Kitab kuning adalah karya klasik ulama yang ditulis dalam bahasa Arab tanpa harakat. Karena itu, pembaca membutuhkan dasar ilmu tertentu untuk memahaminya.

Dalam tradisi pesantren, pembelajaran biasanya dimulai dari beberapa ilmu dasar, yaitu:

  • Ilmu Nahwu, untuk memahami struktur kalimat bahasa Arab, biasanya melalui kitab pemula seperti Matan Jurumiyah.

  • Ilmu Sharaf, untuk memahami perubahan bentuk kata dan maknanya.

  • Penguasaan mufradat, agar santri memahami kosakata Arab secara bertahap.

  • Metode makna gandul, yaitu pemberian arti kecil di bawah teks Arab.

  • Bimbingan guru atau kiai, yang membantu memahami konteks hukum dan perbedaan pendapat ulama.

“Kita ingin generasi muda tidak hanya bisa membaca, tetapi juga memahami ajaran agama dengan benar,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Sabet Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026

Pemerintah Dorong Budaya Mengaji

Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mendorong kegiatan keagamaan di masjid, surau, dan lembaga pendidikan Islam. Tujuannya agar masyarakat semakin dekat dengan nilai spiritual.

Penguatan pendidikan agama sejak dini diharapkan mampu melahirkan generasi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan akhlak.

Alfin juga mengajak tokoh agama dan masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya mengaji di lingkungan keluarga.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menjaga kehidupan sosial yang religius dan harmonis.

Di era digital, pembelajaran kitab kuning mulai beradaptasi melalui kitab digital dan kelas daring. Cara ini diharapkan mampu menarik kembali minat generasi muda mempelajari warisan keilmuan Islam.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam meningkatkan kualitas spiritual masyarakat sekaligus menjaga tradisi pendidikan Islam yang telah berkembang sejak lama.

Berita Terkait

Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel
Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai
Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi
Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa
Kuliah Gratis PTS Perlu Diwujudkan Demi Keadilan Akses Pendidikan
Pendaftaran TKA 2026 Kemendikdasmen Resmi Ditutup, 3,8 Juta Siswa Siap Ujian
Menag Berhentikan Rektor UINSA Akh Muzakki usai Surat Pengunduran Diri Terbit
Rencana Pendidikan Gratis Prabowo: Pemerintah Redesain Anggaran APBN 2027
Berita ini 127 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa

Senin, 28 September 2026 - 13:51 WIB

Kuliah Gratis PTS Perlu Diwujudkan Demi Keadilan Akses Pendidikan

Berita Terbaru