Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah saat PJJ akibat karhutla, diambil oleh orang tua dengan masker.(poto: AI).

Ilustrasi Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah saat PJJ akibat karhutla, diambil oleh orang tua dengan masker.(poto: AI).

Jakarta, Jemarionline.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan mekanisme khusus mengenai distribusi program MBG sekolah saat kegiatan belajar tatap muka beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kebijakan ini merespons dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memaksa ribuan siswa belajar dari rumah di berbagai daerah.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa kelanjutan pembagian jatah makan harian siswa sepenuhnya berpijak pada surat keputusan resmi kepala daerah. Keputusan gubernur atau bupati setempat langsung menjadi acuan utama para petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan.

Pemerintah membatalkan pengiriman paket makanan pada keesokan harinya jika pemberitahuan libur kelas masuk sebelum dapur umum membeli bahan baku. Langkah taktis ini langsung memangkas risiko pemborosan anggaran negara dan menjaga perputaran rantai pasok pangan daerah.

Sebaliknya, juru masak SPPG tetap membagikan hidangan yang telanjur mereka olah ketika instruksi pembatasan aktivitas tiba terlambat. BGN memastikan tidak ada satu pun paket makanan yang terbuang percuma akibat perubahan jadwal belajar yang mendadak.

Sudaryono menggarisbawahi bahwa penyesuaian teknis tersebut bukan berarti program Makan Bergizi Gratis (MBG) beroperasi penuh tanpa pengawasan. Pengelola dapur gizi wajib menimbang waktu masuknya memo darurat serta progres persiapan hidangan di masing-masing unit kerja.

BGN Susun Skema Pembagian MBG Masa Darurat Asap

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini langsung menyoroti pembekuan sementara aliran menu makan bergizi siswa sekolah tersebut. Ia mendesak kementerian terkait mengkaji ulang kebijakan penundaan ini agar tidak merugikan hak gizi murid maupun operasional SPPG.

Baca Juga :  Ombudsman Awasi Anggaran Karhutla Daerah Usai Dana Puluhan Miliar Mengucur

Yahya mengingatkan bahwa penghentian bantuan pangan dalam durasi waktu yang tidak pasti berpeluang mengancam status nutrisi harian pelajar. Pemerintah pusat dan daerah perlu menyepakati format distribusi pengganti yang aman bagi warga terdampak polusi udara pekat.

Politisi Senayan ini menyodorkan alternatif teknis lewat pengambilan jatah menu harian langsung ke sekolah oleh para wali murid. Pihak sekolah, asosiasi wali murid, dan pengelola dapur gizi dapat mematangkan skema penjemputan ini asalkan tidak memberatkan keluarga.

Selain jatah siswa sekolah, Yahya meminta aparatur negara mengawal ketat distribusi paket gizi bagi kelompok 3B. Kelompok rentan yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta balita wajib menerima asupan kaya nutrisi secara berkesinambungan.

Intervensi nutrisi harian pada masa 1.000 hari pertama kehidupan memegang peranan krusial dalam menekan lonjakan angka kasus tengkes (stunting). Penghentian suplai pangan sehat pada fase emas ini berisiko menghambat perkembangan jaringan otak anak hingga 80 persen.

Kemendikdasmen Terapkan Panduan Belajar Berdasarkan Mutu Udara

Pada sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung meski kabut asap mengepung permukiman. Pejabat kementerian mewajibkan setiap guru menghadirkan metode mengajar yang fleksibel dan aman bagi kondisi pernapasan anak didik.

Baca Juga :  Komisi X DPR Usulkan Pendanaan Program MBG Tak Hanya dari Anggaran Pendidikan

Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026 kini menjadi panduan operasional satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga sekolah menengah. Regulasi ini mengaitkan format pertemuan kelas secara langsung dengan pantauan angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Sekolah menggelar kelas tatap muka penuh ketika alat pantau ISPU menunjukkan level Baik pada rentang 1 hingga 50. Pembina sekolah mulai membatasi olahraga luar ruangan saat mutu udara merosot ke level Sedang pada skala 51 sampai 100.

Siswa kelompok rentan seperti murid PAUD, kelas rendah SD, dan anak berkebutuhan khusus beralih ke kelas daring ketika ISPU masuk kategori Tidak Sehat. Pihak berwenang menutup total gedung sekolah dan memberlakukan pembelajaran jarak jauh penuh jika skor ISPU melampaui ambang batas 200.

Pemerintah Kota Pekanbaru langsung membuka kembali kelas fisik setelah mutu udara lokal berangsur membaik ke level aman. Sementara itu, Pemerintah Kota Palembang memilih memundurkan jam kedatangan siswa tanpa menghapus agenda belajar tatap muka.

Selama periode tanggap darurat bencana asap, para tenaga pendidik wajib memadatkan materi belajar dan berfokus pada kecakapan literasi serta numerasi. Sinergi antara pemenuhan kurikulum darurat dan kepastian distribusi gizi anak kini menjadi tumpuan utama pemerintah dalam menjaga masa depan generasi muda.(ar)

Berita Terkait

BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis
KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Suap Proyek Klaten
Sekjen PBB Kunjungi RI, Polisi Terapkan Rekayasa Jalur Jakarta Sentul
Profil Hamenang Wajar Ismoyo dan Catatan Hartanya Usai Terjaring OTT KPK
Daftar 10 Jenderal Bintang Empat TNI Polri Aktif Era Prabowo
Skema Pensiun ASN 2027 Berubah Langsung Masuk Rekening, PT Taspen Nyatakan Kesiapan Penuh
Menkop Pastikan Penyaluran Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih Mulai Direalisasikan Tahun Ini
Ombudsman Awasi Anggaran Karhutla Daerah Usai Dana Puluhan Miliar Mengucur
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:58 WIB

BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:02 WIB

KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Suap Proyek Klaten

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Sekjen PBB Kunjungi RI, Polisi Terapkan Rekayasa Jalur Jakarta Sentul

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Profil Hamenang Wajar Ismoyo dan Catatan Hartanya Usai Terjaring OTT KPK

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB