Pemerintah Siapkan Gas Baru Pengganti LPG 3 Kg, Lebih Murah 30–40 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(DOK. Nasional Kontan/diki mardiansyah )

(DOK. Nasional Kontan/diki mardiansyah )

Jakarta, Jemarionline.com – Pemerintah mulai menyiapkan energi alternatif untuk menggantikan LPG 3 kilogram yang selama ini digunakan masyarakat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan rencana pengembangan gas berbasis Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung ukuran kecil.

Melalui program ini, pemerintah ingin menghadirkan energi yang lebih terjangkau sekaligus menekan ketergantungan impor. Bahlil menilai langkah tersebut bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Untuk yang 3 kilogram ini baru mau kita buat. Ongkosnya bisa lebih murah 30 sampai 40 persen,” ujarnya.

CNG Jadi Alternatif Energi Baru

Indonesia memiliki cadangan gas alam yang cukup besar. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memaksimalkan pemanfaatannya.

CNG berasal dari gas alam yang dikompresi hingga bertekanan tinggi. Bentuk ini memudahkan penyimpanan dan distribusi dalam tabung.

Berbeda dengan LPG, penggunaan CNG tidak bergantung pada impor dalam jumlah besar. Karena itu, biaya produksi bisa ditekan sejak awal.

Harga Lebih Terjangkau untuk Masyarakat

Salah satu keunggulan utama CNG terletak pada harga. Pemerintah menargetkan biaya penggunaan gas ini jauh lebih murah dibandingkan LPG 3 kg.

Efisiensi muncul dari pemanfaatan sumber daya dalam negeri. Selain itu, rantai distribusi yang lebih sederhana ikut menurunkan biaya operasional.

Baca Juga :  Meta Klarifikasi Masalah Email Reset Password Massal: "Sistem Kami Tidak Dibobol"

Hasilnya, masyarakat berpotensi menikmati harga yang lebih ringan hingga 40 persen.

Pengembangan Masih Berjalan

Saat ini, pemerintah masih mematangkan konsep program tersebut. Tim teknis terus menguji berbagai aspek, mulai dari desain tabung hingga sistem distribusi.

Produk ini belum tersedia di pasaran. Pemerintah memilih fokus pada kesiapan sistem sebelum meluncurkan ke masyarakat.

Langkah tersebut penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran distribusi.

Penggunaan Sudah Dimulai di Sektor Tertentu

Sejumlah sektor telah lebih dulu memakai CNG dalam operasional mereka. Hotel dan restoran termasuk pengguna awal energi ini.

Selain itu, dapur program pemerintah juga mulai memanfaatkan CNG sebagai sumber energi.

Pengalaman tersebut membantu pemerintah memahami kebutuhan teknis sebelum memperluas penggunaan ke rumah tangga.

Upaya Mengurangi Impor Energi

Selama ini, Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan LPG. Ketergantungan tersebut memberi tekanan pada anggaran negara.

Melalui pemanfaatan gas domestik, pemerintah berupaya menekan beban subsidi. Strategi ini juga membantu menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.

Baca Juga :  CNG Pengganti LPG 3 Kg Mulai Diproduksi Juli, Ini Penjelasan Bahlil

Di sisi lain, penggunaan energi lokal memberi nilai tambah bagi sektor energi nasional.

LPG 3 Kg Tetap Jadi Andalan Sementara

Masyarakat tetap bisa menggunakan LPG 3 kg seperti biasa. Pemerintah tidak menghentikan distribusi gas subsidi dalam waktu dekat.

Ketersediaan LPG tetap dijaga agar kebutuhan rumah tangga tidak terganggu. Dengan begitu, proses transisi bisa berjalan lebih tenang.

Bahlil juga memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir soal pasokan.

Tantangan dalam Implementasi

Pengembangan CNG membutuhkan infrastruktur yang memadai. Pemerintah perlu membangun jaringan distribusi yang luas dan efisien.

Selain itu, aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam penggunaan tabung bertekanan tinggi.

Di sisi lain, masyarakat perlu mengenal cara penggunaan yang benar. Edukasi akan menjadi bagian penting dalam proses ini.

Respons Masyarakat dan Pengamat

Banyak pihak menyambut rencana ini dengan optimisme. Harga yang lebih murah menjadi daya tarik utama bagi pengguna.

Meski begitu, sebagian masyarakat berharap pemerintah menjaga distribusi agar tetap stabil selama masa transisi.

Seorang pengamat energi menilai langkah ini cukup strategis.

“Kalau dijalankan dengan konsisten, CNG bisa jadi solusi jangka panjang,” katanya.

Berita Terkait

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Rekonstruksi Kasus Santri Terbakar Lombok Ungkap Fakta Baru Soal Kelalaian
Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN
Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:36 WIB

KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:00 WIB

Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto

Berita Terbaru