Rupiah Melemah akibat Negosiasi AS–Iran Terhenti

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kurs dollar ke rupiah, nilai tukar rupiah.(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Ilustrasi kurs dollar ke rupiah, nilai tukar rupiah.(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, Jemarionline.com — Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat seiring terhentinya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Analis menilai kegagalan pembicaraan damai mendorong sentimen negatif di pasar global.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar beralih ke aset aman, termasuk dolar AS.

Negosiasi AS–Iran Picu Tekanan Rupiah

Analis mata uang Lukman Leong menyebut kegagalan negosiasi memperkuat dolar AS.

Ia menjelaskan kondisi itu juga mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Kenaikan harga energi memperbesar tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, ketidakpastian geopolitik membuat pasar masuk fase risk off.

Dalam kondisi ini, investor cenderung menghindari aset berisiko dan memilih dolar.

Baca Juga :  Gaji ke-13 ASN 2026 Segera Cair, Ini Jadwal dan Perkiraan Besarannya

Harga Minyak dan Dolar Jadi Faktor Utama

Konflik di Timur Tengah ikut memengaruhi pergerakan pasar keuangan global.

Ketegangan antara AS dan Iran mendorong harga minyak naik.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS menguat di tengah meningkatnya permintaan.

Kondisi tersebut memberi tekanan tambahan terhadap rupiah di pasar valuta asing.

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama energi dunia.

Gangguan di wilayah itu dapat memicu lonjakan harga energi secara global.

Rupiah Bergerak di Kisaran Rp17.100–Rp17.300

Analis memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.100 hingga Rp17.300 per dolar AS.

Pergerakan ini dipengaruhi kombinasi sentimen global dan faktor domestik.

Baca Juga :  Bahlil Umumkan Temuan Gas Bumi Jumbo di Lepas Pantai Kaltim, Jadi Harapan Baru Energi Indonesia

Dari dalam negeri, pasar menyoroti kondisi defisit anggaran.

Selain itu, Bank Indonesia belum memberi sinyal kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Meski begitu, Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar.

Bank sentral meningkatkan intervensi di pasar untuk menahan pelemahan rupiah.

Ketidakpastian Global Masih Jadi Risiko

Pasar global masih mencermati perkembangan konflik AS–Iran.

Upaya diplomasi yang belum menemukan titik temu memperbesar ketidakpastian.

Kondisi ini membuat volatilitas pasar tetap tinggi.

Karena itu, pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Selanjutnya, arah rupiah akan bergantung pada perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global.

Jika tekanan global berlanjut, rupiah berpotensi tetap bergerak fluktuatif.

Berita Terkait

Emiten Pertamina Dinilai Tahan Tekanan Pasar Modal di Kuartal I 2026
Bahlil Lapor Prabowo, Stok BBM Aman di Tengah Perang AS vs Iran
Harga Emas Galeri 24 Hari Ini 27 April 2026 Naik atau Turun?
10 Negara dengan Kenaikan Harga BBM Paling Parah, Indonesia Masuk Daftar
Indikator Ekonomi Melemah, Utang Makin Mahal Jadi Alarm Baru bagi Perekonomian
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 April 2026 Bergerak Stabil, Cek Rincian per Karat
Rupiah Diproyeksi Sentuh Rp17.400 per Dolar AS, Seberapa Kuat Fiskal Indonesia Menahan Tekanan?
IHSG Tiba-Tiba Ambruk Pekan Ini, Investor Asing Ramai-Ramai Kabur dari Bursa
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:00 WIB

Emiten Pertamina Dinilai Tahan Tekanan Pasar Modal di Kuartal I 2026

Rabu, 29 April 2026 - 18:00 WIB

Rupiah Melemah akibat Negosiasi AS–Iran Terhenti

Rabu, 29 April 2026 - 17:00 WIB

Bahlil Lapor Prabowo, Stok BBM Aman di Tengah Perang AS vs Iran

Senin, 27 April 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Galeri 24 Hari Ini 27 April 2026 Naik atau Turun?

Minggu, 26 April 2026 - 23:00 WIB

10 Negara dengan Kenaikan Harga BBM Paling Parah, Indonesia Masuk Daftar

Berita Terbaru