Pasar Tradisional Sarolangun Bakal Ditata, Pemkab Tertibkan PKL dan Pedagang Nakal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: JAMBIEKSPRES.CO.ID

Foto: JAMBIEKSPRES.CO.ID

Sarolangun, Jemarionline.com – Pemerintah Kabupaten Sarolangun mulai menata kawasan Pasar Atas Sarolangun guna menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertib, bersih, aman, dan nyaman. Dalam program tersebut, pemerintah juga menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan, drainase, dan lokasi yang melanggar aturan.

Sekretaris Daerah Sarolangun, Muhammad Arief, menegaskan bahwa penataan pasar tidak hanya berfokus pada penertiban pedagang. Pemerintah juga ingin meningkatkan kualitas fasilitas perdagangan agar pasar mampu bersaing dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Pemkab Ingin Wujudkan Pasar yang Tertib

Pemerintah Kabupaten Sarolangun menargetkan Pasar Atas menjadi pusat perdagangan yang lebih tertata.

Menurut Muhammad Arief, pasar memiliki peran penting sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah mengajak seluruh pedagang untuk ikut menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan pasar.

Selain melakukan pengawasan, tim gabungan juga memberikan sosialisasi kepada para pedagang agar mematuhi aturan yang berlaku. Petugas mengingatkan pedagang agar tidak menggunakan badan jalan dan saluran drainase sebagai tempat berjualan.

Baca Juga :  Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa

Ratusan PKL Akan Dipindahkan

Pemerintah mencatat sekitar 206 pedagang kaki lima masih berjualan di lokasi yang tidak sesuai peruntukan.

Karena itu, pemerintah akan memindahkan para pedagang tersebut ke area yang telah disiapkan. Salah satu lokasi relokasi berada di kawasan Kios Anggrek dan Kios Kamboja.

Pemerintah berharap para pedagang dapat menempati lokasi baru sehingga aktivitas perdagangan berlangsung lebih tertib dan tidak mengganggu lalu lintas maupun pejalan kaki.

Penataan Berlaku untuk Semua Pedagang

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh pedagang akan mendapatkan perlakuan yang sama tanpa pengecualian.

Muhammad Arief menyebut pemerintah tidak membedakan pemilik kios, toko, maupun PKL. Jika ada pihak yang melanggar aturan, pemerintah akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pemerintah juga akan menindak bangunan atau kios yang berdiri di lokasi yang tidak sesuai aturan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan pasar yang lebih teratur.

Baca Juga :  PKL Kembali ke Jalan, Relokasi Gagal karena Lokasi Tak Menghasilkan

Pemerintah Utamakan Pendekatan Humanis

Tim penataan pasar mengedepankan pendekatan persuasif selama proses penertiban berlangsung.

Petugas terlebih dahulu memberikan sosialisasi dan kesempatan kepada pedagang untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kesadaran pedagang tanpa menimbulkan konflik di lapangan.

Karena itu, sebagian besar pedagang menyatakan kesediaannya untuk mengikuti kebijakan pemerintah dan berpindah ke lokasi yang telah disediakan.

Dukung Aktivitas Ekonomi yang Lebih Baik

Pemerintah meyakini penataan pasar akan memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Pasar yang bersih dan tertib dapat menarik lebih banyak pengunjung. Selain itu, kondisi tersebut juga meningkatkan kenyamanan pedagang dalam menjalankan usaha mereka.

Pemerintah berharap langkah ini mampu menjadikan Pasar Atas Sarolangun sebagai pusat perdagangan yang lebih representatif dan modern.

Berita Terkait

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai
Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi
Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa
Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global
Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis
KONI Jambi Beri Penghargaan Atlet Berprestasi di Peringatan Hari Olahraga Nasional 2026
Tolak Blokir Sertifikat Tanah, Warga Kenali Asam Mengadu ke Kanwil KemenHAM Jambi
Perumda Tirta Batanghari Tambah Jam Aliran Air Saat Kemarau
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa

Minggu, 20 September 2026 - 20:24 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global

Minggu, 20 September 2026 - 20:20 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis

Berita Terbaru

Peresmian program inkubasi startup NextDev ke-12 bertema AI-Powered Innovations yang digelar Telkomsel di Cikini, Jakarta Pusat.

Teknologi

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:32 WIB