BPK Mulai Periksa Laporan Keuangan 2025, Wali Kota Magelang Minta OPD Terbuka

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BPK Mulai Periksa Laporan Keuangan 2025, Wali Kota Magelang Minta OPD Terbuka (dok.Radar Jogja )

BPK Mulai Periksa Laporan Keuangan 2025, Wali Kota Magelang Minta OPD Terbuka (dok.Radar Jogja )

Jemarionline.com, Pemerintah Kota Magelang mulai menjalani pemeriksaan laporan keuangan tahun anggaran 2025 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemeriksaan ini bertujuan memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan.

Fokus utama audit BPK tahun ini mencakup sejumlah sektor yang dinilai rawan, seperti pengelolaan dana hibah, pengadaan barang dan jasa, serta proses administrasi keuangan lainnya di lingkungan pemerintah daerah.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bersikap terbuka selama proses pemeriksaan berlangsung. Ia meminta agar tidak ada data yang ditutup-tutupi.

Baca Juga :  Ahmad Sahroni Buat Laporan Polisi, Ada Apa?

“Seluruh OPD harus menyampaikan data apa adanya agar proses pemeriksaan berjalan lancar,” ujarnya saat menerima kunjungan tim BPK Perwakilan Jawa Tengah.

Menurut BPK, keterbukaan dari pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas hasil audit. Semakin transparan suatu daerah, semakin mudah proses pemeriksaan dilakukan dan semakin kecil potensi ditemukan masalah.

Baca Juga :  BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK

Selain itu, BPK juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam pengelolaan anggaran, terutama pada program-program yang menggunakan dana hibah dalam jumlah besar.

Pemerintah Kota Magelang sendiri sebelumnya berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Tahun ini, Pemkot menargetkan dapat mempertahankan capaian tersebut melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Berita Terkait

Jadi Tersangka KPK, Harta Bupati Muara Enim Tembus Rp16 Miliar
Baru Juni, KPK Sudah Seret 6 Kepala Daerah dalam Kasus Korupsi
Kemenhaj Bongkar Dugaan Penipuan Badal Haji dan Dam, Kerugian Capai Rp1,4 Miliar
Pemindahan 2.834 Napi Risiko Tinggi ke Nusakambangan Capai Ribuan Orang hingga 2026
Rumah Wamen Imipas Silmy Karim Digeledah KPK, Tiga Mobil Penyidik Keluar Setelah Satu Jam
Revisi UU HAM 2026 Fokus Aspirasi Papua dan Tantangan Hak Digital
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara, Peluk dan Cium Orang Tua serta Istri di Ruang Sidang
Jaksa Menyapa Kejati NTT Bahas Peran Badan Pemulihan Aset dalam Pengembalian Aset Negara
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:00 WIB

Jadi Tersangka KPK, Harta Bupati Muara Enim Tembus Rp16 Miliar

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:36 WIB

Baru Juni, KPK Sudah Seret 6 Kepala Daerah dalam Kasus Korupsi

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:13 WIB

Kemenhaj Bongkar Dugaan Penipuan Badal Haji dan Dam, Kerugian Capai Rp1,4 Miliar

Senin, 8 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pemindahan 2.834 Napi Risiko Tinggi ke Nusakambangan Capai Ribuan Orang hingga 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:00 WIB

Rumah Wamen Imipas Silmy Karim Digeledah KPK, Tiga Mobil Penyidik Keluar Setelah Satu Jam

Berita Terbaru