Gejolak Timur Tengah, RI Alihkan Impor LPG Demi Jaga Stok Tetap Aman

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bahlil sebut langkah diversifikasi sumber impor dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global. (FOTO:Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).

Bahlil sebut langkah diversifikasi sumber impor dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global. (FOTO:Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).

Jemarionline – Ketegangan di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada sektor energi global. Namun, pemerintah Indonesia memastikan pasokan LPG tetap aman.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan mengalihkan impor LPG ke negara lain.

Baca Juga :  Filipina Minta Izin AS untuk Tambah Impor Minyak Rusia

Pasokan yang sebelumnya berasal dari Timur Tengah kini dialihkan ke Amerika Serikat, Australia, dan beberapa negara lainnya.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Tidak hanya LPG, strategi serupa juga diterapkan pada impor minyak mentah. Pemerintah mulai mencari sumber alternatif dari negara-negara Afrika.

Baca Juga :  Kanada Ingin Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat

Bahlil menegaskan, prioritas utama pemerintah adalah memastikan kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi.

Di tengah situasi global yang dinamis, kebijakan diversifikasi impor dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan energi Indonesia.

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak
Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar
OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya
Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan
PPN Strava Premium Berlaku, DJP Jelaskan Pengguna yang Kena Pajak
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Biodiesel B50 pada 9 Juli, Pemerintah Percepat Transisi Energi
Tarif Listrik Juli-September 2026 Resmi Tidak Naik, Ini Penjelasannya
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:00 WIB

Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB