Rusia berencana mengerahkan konvoi angkatan laut untuk mengawal kapal-kapal dagangnya di tengah meningkatnya tekanan dari negara-negara Barat. Kebijakan ini diambil guna memperkuat keamanan pelayaran serta melindungi armada nasional, termasuk kapal yang tergolong dalam “armada bayangan”.
Rencana tersebut disampaikan oleh Nikolai Patrushev, tokoh senior yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin. Ia menegaskan bahwa keamanan perdagangan maritim menjadi prioritas penting bagi negaranya.
Pengamanan Berlapis di Laut
Selain pengawalan militer, Rusia juga mempertimbangkan sejumlah langkah tambahan. Di antaranya adalah pemasangan perlengkapan perlindungan pada kapal serta kemungkinan penempatan tim pengawal bersenjata di atas kapal dagang.
Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya risiko di jalur pelayaran internasional, terutama bagi kapal yang membawa muatan energi dan komoditas strategis.
Rentetan Insiden Picu Kekhawatiran
Beberapa waktu terakhir, kapal-kapal yang terhubung dengan Rusia mengalami berbagai insiden. Otoritas di Swedia sempat melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang diduga bagian dari armada bayangan.
Selain itu, sebuah kapal tanker LNG Rusia yang terkena sanksi Amerika Serikat terpaksa menghentikan perjalanan di kawasan Laut Mediterania setelah insiden yang diduga melibatkan serangan drone.
Respons terhadap Tekanan Barat
Menurut Patrushev, langkah-langkah diplomatik dan hukum yang selama ini ditempuh belum cukup efektif untuk melindungi kepentingan pelayaran Rusia. Oleh karena itu, Kremlin kini menyiapkan strategi tambahan, termasuk peningkatan pengamanan fisik di laut.
Rusia juga disebut tengah mengkaji berbagai kebijakan maritim global untuk memperkuat









