Trump Minta Israel Hentikan Serangan, Netanyahu Tetap Lanjutkan Operasi Militer di Lebanon

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PM Israel Benjamin Netanyahu (dok. REUTERS/Ronen Zvulun/Pool/File Photo)

PM Israel Benjamin Netanyahu (dok. REUTERS/Ronen Zvulun/Pool/File Photo)

jAKARTA, Jemarionline.com – Perbedaan sikap antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali mencuat terkait konflik yang terus berlangsung di Lebanon. Trump meminta Israel menahan diri dan menghentikan serangan yang berpotensi memperluas konflik, namun Netanyahu menegaskan negaranya akan tetap melanjutkan operasi militer terhadap Hezbollah jika ancaman masih berlanjut.

Perbedaan pandangan tersebut muncul setelah ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Di tengah upaya diplomatik yang sedang berjalan, serangan dan aksi balasan masih terjadi sehingga memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Trump Berupaya Menahan Eskalasi Konflik

Laporan sejumlah media internasional menyebut Trump melakukan komunikasi langsung dengan Netanyahu untuk membahas perkembangan situasi di Lebanon. Dalam percakapan tersebut, Trump meminta Israel tidak melanjutkan serangan yang dapat memperburuk kondisi keamanan kawasan.

Trump khawatir serangan lanjutan ke Lebanon akan mengganggu berbagai upaya diplomatik yang sedang berlangsung, termasuk pembahasan terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, ia menilai peningkatan serangan berpotensi memperbesar tekanan internasional terhadap Israel.

Bahkan, laporan Axios yang dikutip sejumlah media menyebut percakapan antara kedua pemimpin berlangsung cukup tegang. Trump dikabarkan menyampaikan keberatannya secara langsung terhadap rencana serangan yang lebih luas di Lebanon.

Netanyahu Tetap Pertahankan Operasi Militer

Meski menerima masukan dari Washington, Netanyahu tetap mempertahankan sikap keras terhadap Hezbollah.

Baca Juga :  India Tambah Pesanan S-400 dari Rusia, Abaikan Tekanan AS

Pemerintah Israel menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlangsung selama kelompok tersebut masih melancarkan serangan ke wilayah Israel. Menurut Netanyahu, keamanan warga Israel menjadi prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan.

Selain itu, pemerintah Israel juga menegaskan bahwa militernya memiliki hak untuk mengambil tindakan guna melindungi wilayah dan warganya dari ancaman lintas batas. Karena itu, Tel Aviv belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan seluruh operasi militer dalam waktu dekat.

Hezbollah dan Israel Masih Terlibat Bentrokan

Di lapangan, situasi keamanan masih belum sepenuhnya stabil.

Meski sempat muncul harapan deeskalasi setelah komunikasi diplomatik antara berbagai pihak, Hezbollah dan Israel masih terlibat aksi saling serang di sejumlah wilayah. Serangan roket, drone, dan operasi militer terus mewarnai kawasan perbatasan.

Reuters melaporkan bahwa serangan udara Israel kembali menghantam wilayah Lebanon bagian selatan. Sementara itu, aktivitas militer di sekitar perbatasan juga masih berlangsung meskipun terdapat upaya untuk menurunkan ketegangan.

Akibat konflik yang berkepanjangan, jutaan warga terdampak secara langsung. Banyak keluarga harus meninggalkan rumah mereka karena alasan keamanan.

Konflik Lebanon Ikut Pengaruhi Diplomasi Iran

Ketegangan di Lebanon tidak hanya berdampak pada kawasan perbatasan Israel.

Konflik tersebut juga memengaruhi dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran. Beberapa laporan menyebut Iran menunda atau meninjau kembali sejumlah proses diplomatik setelah meningkatnya operasi militer di Lebanon.

Baca Juga :  Jet Tempur Pakistan Disebut Ikut Jaga Wilayah Arab Saudi, Ini yang Terjadi

Karena itu, Trump berupaya menjaga agar konflik tidak semakin meluas. Pemerintah AS menilai stabilitas Lebanon memiliki kaitan langsung dengan situasi keamanan regional yang lebih besar.

Selain itu, Washington juga terus berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mencari jalan keluar yang dapat menurunkan tensi konflik. Namun hingga kini belum ada kesepakatan permanen yang benar-benar menghentikan bentrokan.

Perbedaan Sikap Trump dan Netanyahu Jadi Sorotan

Hubungan Trump dan Netanyahu selama ini dikenal cukup dekat. Namun perkembangan terbaru menunjukkan adanya perbedaan pandangan terkait cara menghadapi konflik di Lebanon.

Trump lebih menekankan pendekatan diplomatik untuk menghindari konflik yang lebih besar. Sebaliknya, Netanyahu tetap memprioritaskan operasi militer sebagai respons terhadap ancaman keamanan yang menurutnya masih berlangsung.

Perbedaan tersebut menarik perhatian banyak pengamat internasional karena dapat memengaruhi arah kebijakan kawasan Timur Tengah dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu, sikap kedua pemimpin juga berpotensi memengaruhi berbagai proses negosiasi yang sedang berjalan.

Dunia Internasional Pantau Perkembangan

Sejumlah negara dan organisasi internasional terus memantau perkembangan konflik Israel-Lebanon. Banyak pihak mendorong semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil.

Selain itu, komunitas internasional berharap upaya mediasi yang dilakukan berbagai negara dapat menghasilkan kesepakatan yang lebih permanen sehingga stabilitas kawasan dapat kembali terjaga.

Berita Terkait

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Trump Sebut Kesepakatan Akhiri Perang dengan Iran Ditandatangani Hari Ini
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:00 WIB

Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB