Trump Ancam Netanyahu Lewat Istrinya untuk Cegah Serangan Israel ke Beirut

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(dok. AFP PHOTO/MANDEL NGAN)

(dok. AFP PHOTO/MANDEL NGAN)

Jemarionline.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan berusaha menghentikan rencana serangan Israel ke Beirut dengan mengirim pesan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui istrinya, Sara Netanyahu. Sejumlah media Israel mengungkap informasi tersebut berdasarkan keterangan pengusaha Israel Roni Mani yang mengaku menerima informasi dari sumber dekat Gedung Putih.

Laporan itu menyebut Trump ingin mencegah operasi militer Israel yang berpotensi memperluas konflik di Lebanon. Namun hingga kini, Gedung Putih maupun kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan pernyataan resmi mengenai kabar tersebut.

Karena itu, publik masih menunggu konfirmasi langsung dari pihak yang terlibat.

Pengusaha Israel Ungkap Klaim Kontroversial

Roni Mani menyampaikan informasi tersebut dalam sebuah wawancara yang kemudian menarik perhatian media Israel.

Menurut Roni, Trump meminta Sara Netanyahu membujuk suaminya agar membatalkan rencana serangan ke Beirut. Ia juga mengklaim Trump menyampaikan peringatan keras kepada Netanyahu terkait dampak politik dan diplomatik yang mungkin muncul apabila Israel tetap melancarkan operasi tersebut.

Meski demikian, Roni tidak menunjukkan bukti yang dapat menguatkan pernyataannya.

Karena itu, sejumlah pengamat meminta publik menyikapi laporan tersebut secara hati-hati.

Hubungan Trump dan Netanyahu Disebut Memanas

Sejumlah media internasional sebelumnya melaporkan adanya ketegangan antara Trump dan Netanyahu terkait situasi di Lebanon.

Baca Juga :  Istana Tegaskan Tak Akan Tarik TNI dari Misi Perdamaian di Lebanon

Trump dikabarkan tidak sepenuhnya setuju dengan beberapa langkah militer yang diambil Israel. Ia menilai operasi berskala besar berpotensi mengganggu berbagai upaya diplomasi yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, Trump juga ingin menjaga stabilitas kawasan yang selama beberapa bulan terakhir menghadapi ketegangan tinggi.

Karena itu, perbedaan pandangan antara kedua pemimpin mulai mendapat sorotan publik internasional.

Serangan ke Beirut Jadi Perhatian Dunia

Rencana operasi militer Israel di wilayah selatan Beirut memicu kekhawatiran banyak negara.

Beberapa pihak menilai serangan tersebut dapat memperluas konflik yang saat ini melibatkan Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon. Selain itu, operasi militer baru berpotensi meningkatkan ketegangan regional dan mempersulit proses negosiasi yang sedang berjalan.

Karena itu, berbagai negara terus memantau perkembangan situasi secara intensif.

Komunitas internasional juga mendorong semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi.

Trump Pilih Jalur Diplomasi

Trump terus mendorong penyelesaian konflik melalui pendekatan diplomatik.

Ia menilai seluruh pihak perlu menghindari langkah yang dapat memperburuk kondisi keamanan di Timur Tengah. Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga berupaya menjaga momentum berbagai pembicaraan yang melibatkan negara-negara di kawasan.

Baca Juga :  Iran Tutup Wilayah Udara Akibat Protes, Ketegangan Politik Meningkat

Karena itu, Trump disebut aktif berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin dunia untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Washington menjaga stabilitas kawasan dan mengurangi risiko konflik berkepanjangan.

Lebanon dan Hezbollah Jadi Faktor Penting

Situasi di Lebanon menjadi salah satu isu yang terus mendapat perhatian internasional.

Israel dan Hezbollah masih terlibat ketegangan yang berulang dalam beberapa bulan terakhir. Setiap potensi operasi militer baru selalu memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik hingga ke wilayah lain di Timur Tengah.

Karena itu, banyak pihak berharap seluruh aktor yang terlibat dapat menahan diri dan mengedepankan solusi diplomatik.

Selain menjaga keamanan regional, langkah tersebut juga dapat mengurangi dampak kemanusiaan yang muncul akibat konflik bersenjata.

Dunia Tunggu Kepastian

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi yang membenarkan maupun membantah laporan mengenai pesan Trump kepada Netanyahu melalui Sara Netanyahu.

Meski demikian, berbagai laporan menunjukkan bahwa hubungan Trump dan Netanyahu memang menghadapi tantangan terkait pendekatan terhadap konflik di Lebanon.

Karena itu, publik internasional terus menunggu perkembangan terbaru mengenai hubungan kedua pemimpin tersebut dan dampaknya terhadap situasi keamanan di Timur Tengah. (MAN)

Berita Terkait

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Trump Sebut Kesepakatan Akhiri Perang dengan Iran Ditandatangani Hari Ini
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:00 WIB

Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB