Indonesia akan menerima hibah kapal induk dari Italia. Kapal itu bernama ITS Giuseppe Garibaldi. Kapal ini sebelumnya milik Angkatan Laut Italia.
Italia memensiunkan kapal tersebut pada akhir 2024. Setelah itu, Italia menawarkan kapal ini kepada Indonesia. Statusnya hibah. Artinya, Indonesia tidak membayar harga pembelian.
Namun, hibah bukan berarti tanpa biaya.
Tetap Butuh Dana Besar
Indonesia harus menyiapkan anggaran untuk perbaikan. Kapal induk ini perlu modernisasi sebelum digunakan.
Perkiraan biaya mencapai sekitar Rp 7 triliun. Dana itu untuk:
-
memperbaiki mesin
-
meningkatkan sistem keselamatan
-
menyesuaikan fasilitas helikopter
-
memperbarui sistem komunikasi
Tanpa perbaikan, kapal tidak bisa beroperasi maksimal.
Digunakan untuk Misi Non-Tempur
Pemerintah menegaskan kapal ini bukan untuk menyerang negara lain.
Kapal akan dipakai untuk:
-
bantuan bencana
-
dukungan logistik antar pulau
-
Operasi Militer Selain Perang
-
pangkalan helikopter dan drone
Indonesia tetap menjalankan strategi pertahanan defensif.
TNI AL Siapkan Awak Kapal
Untuk mengoperasikan kapal ini, TNI Angkatan Laut menyiapkan ratusan prajurit.
Sebagian akan menjalani pelatihan di Italia. Mereka akan belajar mengoperasikan kapal induk dan sistem penerbangan di atas kapal.
Kapal induk memang membutuhkan keahlian khusus.
Ada Dukungan dan Kritik
Rencana ini menimbulkan pro dan kontra.
Sebagian pihak menilai biayanya terlalu besar. Kapal induk juga membutuhkan kapal pengawal dan dukungan logistik tambahan.
Namun, ada yang melihat kapal ini bisa memperkuat kemampuan bantuan bencana dan respons darurat.
Kesimpulan
Indonesia akan menerima kapal induk hibah dari Italia. Kapal ini gratis, tetapi tetap butuh biaya besar untuk perbaikan dan operasional.
Keputusan ini menjadi bagian dari modernisasi kekuatan laut Indonesia.









