Longsor Pasir Langu Jawa Barat: 34 Tewas, Cuaca Buruk Hambat Pencarian Korban

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR mengevakuasi korban longsor di Bandung Barat. (Foto/Istimewa)

Tim SAR mengevakuasi korban longsor di Bandung Barat. (Foto/Istimewa)

Jemarionline – Pencarian korban longsor di Pasir Langu, Bandung Barat terganggu hujan deras sejak Rabu (28/1/2026). Hingga saat ini, jumlah korban meninggal meningkat menjadi 34 orang, sementara puluhan lainnya masih hilang.

Bencana ini terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, setelah hujan lebat mengguyur perbukitan kawasan Bandung Barat. Material tanah dan lumpur menimbun puluhan rumah, membuat tim SAR menghadapi medan yang sulit dan berisiko longsor susulan.

Evakuasi dan Upaya SAR

  • 34 jenazah telah teridentifikasi oleh Tim DVI BNPB.

  • 32 orang masih dalam proses pencarian.

  • Ratusan warga terdampak sudah dievakuasi ke lokasi penampungan sementara.

Baca Juga :  Seleksi CPNS 2026 Disiapkan Lebih Selektif, Fokus Lulusan Baru dan Ujian Tak Serentak

Cuaca buruk menjadi kendala utama. Hujan deras membuat tanah labil dan berpotensi longsor susulan. Kabut tebal juga mengurangi jarak pandang tim SAR. Akibatnya, sebagian operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan personel.

“Cuaca saat ini sangat berat. Kami terus berkoordinasi untuk memaksimalkan pencarian korban, tapi keselamatan tim tetap menjadi prioritas,” kata Kepala Basarnas Bandung.

Koordinasi Penanganan Bencana

Evakuasi dan pencarian korban melibatkan:

  • BNPB

  • Basarnas

  • TNI-Polri

  • Relawan lokal

Baca Juga :  MBG Tak Dibagikan Saat Libur Lebaran 18–24 Maret 2026, Diganti Paket Bundling

Tim gabungan bekerja siang dan malam untuk mempercepat pencarian dan memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan logistik dan tempat tinggal sementara.

Dampak Longsor Pasir Langu

  • Puluhan rumah rusak parah dan terbenam lumpur.

  • Jalan akses menuju desa tertutup material longsor, menghambat evakuasi.

  • Musim penghujan puncak memperbesar risiko longsor susulan.

Bencana ini menjadi salah satu longsor paling parah di Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir, mengingat skala kerusakan dan jumlah korban jiwa.

Berita Terkait

PPPK Gugat UU ASN, Soroti Pasal yang Dinilai Diskriminatif
Honorer TMS Mulai Dialihkan ke Outsourcing, Sebagian Tertarik karena Gaji Dinilai Lebih Tinggi
5 Poin Penting Penjelasan MenPANRB, PNS hingga PPPK Paruh Waktu Wajib Tahu, Termasuk Soal Gaji
BKN Umumkan Hasil Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Manajemen ASN Februari 2026
Polemik Revisi UU KPK: DPR dan Jokowi Saling Lempar Tanggung Jawab
Menpan RB Beri Sinyal Tes CPNS 2026, Terkait Pensiun 160 Ribu PNS
KemenHAM Buka Formasi Analis HAM hingga Juli 2026, ASN Bisa Mendaftar
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Disebut Lebih Rendah dari Honorer, Ini Penjelasan Pemerintah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:30 WIB

PPPK Gugat UU ASN, Soroti Pasal yang Dinilai Diskriminatif

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:30 WIB

Honorer TMS Mulai Dialihkan ke Outsourcing, Sebagian Tertarik karena Gaji Dinilai Lebih Tinggi

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:00 WIB

5 Poin Penting Penjelasan MenPANRB, PNS hingga PPPK Paruh Waktu Wajib Tahu, Termasuk Soal Gaji

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:00 WIB

BKN Umumkan Hasil Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Manajemen ASN Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:16 WIB

Polemik Revisi UU KPK: DPR dan Jokowi Saling Lempar Tanggung Jawab

Berita Terbaru

Ketua DPRD Minta Layanan Bank Jambi Normal Sebelum 1 Maret

Ekonomi

Ketua DPRD Minta Layanan Bank Jambi Normal Sebelum 1 Maret

Jumat, 27 Feb 2026 - 11:30 WIB

PPPK Gugat UU ASN, Soroti Pasal yang Dinilai Diskriminatif

Nasional

PPPK Gugat UU ASN, Soroti Pasal yang Dinilai Diskriminatif

Jumat, 27 Feb 2026 - 09:30 WIB