JAMBI, Jemarionline.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru kondisi cuaca untuk wilayah Provinsi Jambi pada Selasa, 3 November 2026. Sebagian besar daerah di provinsi ini berpotensi mengguyur hujan dengan intensitas ringan sepanjang hari.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu mempersiapkan perlengkapan antisipasi hujan sejak pagi hari. Perubahan cuaca ini juga memengaruhi kelembapan udara yang tercatat cukup tinggi di seluruh wilayah.
Suhu udara secara umum berada pada rentang normal wilayah tropis, meski kawasan dataran tinggi mencatatkan suhu yang jauh lebih dingin.
Potensi Hujan Ringan Dominasi Wilayah Dataran Rendah
Wilayah pusat pemerintahan Kota Jambi memprediksikan hujan ringan dengan suhu berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara di area ini mencapai angka 70 sampai 97 persen.
Kondisi serupa juga membayangi Kabupaten Muaro Jambi dan Batanghari yang mencatatkan rentang suhu persis sama. Kelembapan di Batanghari berada pada kisaran 66 hingga 98 persen, sementara Muaro Jambi menyentuh 70 sampai 98 persen.
Area pesisir seperti Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur juga tidak luput dari guyuran hujan ringan. Tanjung Jabung Barat mencatat suhu 24–33 derajat Celsius dengan kelembapan 66–99 persen.
Sementara itu, Tanjung Jabung Timur menjadi wilayah dengan batas suhu terendah paling hangat, yakni 25 hingga 33 derajat Celsius. Kelembapan udara di daerah pesisir timur ini berkisar antara 74 hingga 98 persen.
Bergerak ke wilayah bagian barat, Kabupaten Bungo, Tebo, Merangin, dan Sarolangun turut mengantisipasi datangnya hujan ringan. Bungo mencatat suhu 23–30 derajat Celsius, sedangkan Tebo dan Sarolangun sama-sama berada pada rentang 24–30 derajat Celsius.
Kabupaten Merangin menunjukkan rentang suhu 22 hingga 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yaitu mencapai 69 sampai 99 persen.
Udara Kabur Selimuti Kerinci dan Sungai Penuh
Fenomena berbeda terjadi di wilayah dataran tinggi Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. BMKG memprakirakan kedua wilayah ini tidak berpotensi hujan deras, melainkan mengalami kondisi udara kabur.
Masyarakat di Kabupaten Kerinci memprediksikan suhu yang relatif sejuk, berkisar antara 18 hingga 25 derajat Celsius. Kelembapan udara di daerah perbukitan ini berada pada tingkat 72 sampai 98 persen.
Kota Sungai Penuh juga mencatatkan rentang suhu yang identik dengan Kerinci, yakni 18 hingga 25 derajat Celsius. Namun, kelembapan udara maksimal di Sungai Penuh sedikit lebih tinggi, mencapai 99 persen.
Kondisi udara kabur ini dapat mengurangi jarak pandang pengguna jalan, terutama pada pagi dan malam hari. Pengendara yang melintasi jalur perbukitan mengimbau untuk selalu menyalakan lampu kendaraan dan menjaga jarak aman demi keselamatan perjalanan.(ar)









