Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Juru parkir liar memungut uang dari pengendara di kawasan pertokoan padat Sungai Penuh yang kerap memicu kemacetan.(poto: AI).

Ilustrasi: Juru parkir liar memungut uang dari pengendara di kawasan pertokoan padat Sungai Penuh yang kerap memicu kemacetan.(poto: AI).

Sungai Penuh, jemarionline.com – Persoalan tata kelola kendaraan di Kota Sungai Penuh kian memicu keresahan luas dari berbagai lapisan masyarakat. Warga mengeluhkan kemunculan parkir liar Sungai Penuh yang memungut tarif sembarangan di berbagai pusat aktivitas kota.

Para pengendara menyoroti penarikan ongkos yang kerap melampaui ketentuan peraturan daerah setempat. Oknum juru parkir jalanan juga terbukti jarang menyerahkan karcis retribusi resmi kepada pemilik kendaraan.

Titik penarikan tanpa izin ini menyebar sangat cepat ke area pertokoan hingga pasar tradisional. Lokasi anjungan tunai mandiri pun kini tidak luput dari incaran pungutan juru parkir tidak resmi.

Situasi tersebut jelas memberatkan para pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil yang hanya berhenti sesaat. Mereka merasa terbebani oleh pungutan berulang saat berpindah lokasi dalam jarak dekat.

Lonjakan Parkir Liar Memicu Kemacetan Parah Ruas Jalan

Pola kerja para juru parkir jalanan yang serampangan langsung mengganggu kelancaran arus lalu lintas harian. Parkir kendaraan yang tidak tertata memicu kemacetan parah di sepanjang ruas jalan protokol utama.

Baca Juga :  Harga TBS Sawit Jambi Turun ke Rp3.860/kg, Petani Kembali Tertekan di Tengah Fluktuasi Pasar

Banyak pengendara memarkirkan kendaraan di sembarang tempat karena ketiadaan pengawasan ketat petugas berwenang. Praktik tersebut menyempitkan badan jalan aktif dan mengacaukan antrean kendaraan yang melintas setiap hari.

Kondisi ini makin memburuk saat fasilitas trotoar umum beralih fungsi menjadi deretan tempat parkir dadakan. Hak para pejalan kaki terampas akibat ketiadaan tindakan tegas dari instansi terkait di lapangan.

Warga mendesak pemerintah kota segera mengambil langkah nyata untuk menertibkan kesemrawutan ruang publik tersebut. Penertiban menyeluruh menjadi kunci mutlak demi mengembalikan fungsi jalan dan kenyamanan para pengguna jalan.

Digitalisasi Sistem Bayar Tuntaskan Kebocoran Retribusi Daerah Kota

Pakar tata kota menilai Pemerintah Kota Sungai Penuh perlu segera merombak mekanisme perekrutan juru parkir. Pembentukan lembaga pengelola resmi atau badan usaha khusus dinilai menjadi solusi terbaik untuk memberantas pungutan liar.

Baca Juga :  Bupati Monadi dan PT KMH Tebar Ikan Endemik di Danau Kerinci untuk Jaga Ekosistem

Sistem kerja legal formal bakal menjamin kepastian upah bulanan yang layak bagi setiap juru parkir resmi. Pengawasan ketat melalui badan resmi ini sekaligus memutus mata rantai kebocoran pendapatan asli daerah.

Selain pembenahan kelembagaan, para pakar menyarankan pemerintah segera menerapkan metode pembayaran digital secara nontunai. Transaksi elektronik sanggup menutup ruang transaksi tunai mencurigakan antara pengendara dan juru parkir di lapangan.

Modernisasi sistem transaksi ini juga mempermudah instansi terkait dalam memantau pemasukan kas daerah secara transparan. Pendapatan dari sektor retribusi kendaraan pun dapat masuk seutuhnya ke dalam kas resmi pemerintah daerah.

Dinas perhubungan setempat bersama aparat berwenang wajib memeriksa langsung setiap titik rawan penarikan tarif tidak resmi. Penguatan moda transportasi publik terpadu juga mendesak agar ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi lekas berkurang.(ar)

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi
Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa
Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global
Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis
KONI Jambi Beri Penghargaan Atlet Berprestasi di Peringatan Hari Olahraga Nasional 2026
Tolak Blokir Sertifikat Tanah, Warga Kenali Asam Mengadu ke Kanwil KemenHAM Jambi
Perumda Tirta Batanghari Tambah Jam Aliran Air Saat Kemarau
Kantor Imigrasi Tanjung Jabung Barat Bagikan 3.000 Masker Terdampak Kabut Asap Jambi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa

Minggu, 20 September 2026 - 20:24 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global

Minggu, 20 September 2026 - 20:20 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis

Berita Terbaru