Lima Langkah Hijau Pemprov. NTB untuk Lindungi Pertanian dari Cuaca Ekstrem

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber : (Pemprov.NTB)

Sumber : (Pemprov.NTB)

Jemarionline,MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan lima strategi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan mempengaruhi kawasan sentra pangan, khususnya di wilayah lereng Gunung Rinjani dan Gunung Tambora.

Menurut Ahsanul Khalik, Juru Bicara Pemprov NTB, langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan dini berbasis data BMKG, dengan tujuan melindungi keselamatan masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan produksi pangan daerah.

“Strategi yang kami terapkan meliputi penguatan sistem peringatan dini, identifikasi dan pengamanan lokasi rawan bencana, perlindungan sektor pertanian, kesiapan evakuasi dan logistik, serta edukasi kewaspadaan kepada masyarakat,” jelas Ahsanul di Mataram, Kamis (22/01/2026).

Untuk penguatan peringatan dini, Pemprov NTB memastikan informasi BMKG disebarkan secara cepat dan merata melalui kanal resmi pemerintah serta jaringan hingga tingkat desa, sehingga masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif sejak awal.

Baca Juga :  Permukaan Danau Kerinci Menyusut Drastis, Nelayan dan Wisata Terdampak

Dalam hal mitigasi risiko bencana, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB terus melakukan pemetaan wilayah rawan banjir bandang, longsor, luapan sungai, dan jalur vital terdampak bencana, agar penanganan darurat bisa dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Pemprov NTB juga memberikan perhatian khusus pada perlindungan sektor pertanian dan perkebunan, mengingat lereng Gunung Rinjani dan Tambora merupakan pusat produksi pangan strategis. “Kami mendorong penyesuaian jadwal tanam, penguatan saluran air di lahan pertanian, mitigasi erosi, serta pendampingan teknis kepada petani agar produksi tetap stabil meski menghadapi cuaca ekstrem,” tambah Ahsanul.

Baca Juga :  Legenda Putri Mandalika: Kisah Putri Cantik dari Lombok

Dalam kesiapan evakuasi, pemerintah daerah memastikan ketersediaan logistik dasar dan skema respons cepat siap diterapkan jika terjadi bencana hidrometeorologi. Dinas Sosial, BPBD, dan instansi terkait disiagakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di dekat tebing, bantaran sungai, atau wilayah dengan sejarah longsor dan banjir.

“Prinsip utama kami adalah kesiapsiagaan dan pencegahan. Dengan koordinasi yang baik dan persiapan sejak awal, risiko bencana dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tutup Ahsanul.

Berita Terkait

Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS
APBD 2027 Kerinci Fokus pada Pertanian, Pariwisata dan SDM
Kasus DBD di Sungai Penuh Naik Jadi 88, Dinkes Gencarkan PSN
BMKG Prediksi Kabut Tebal Selimuti Sebagian Besar Jambi Hari Ini
Harga LPG 3 Kg di Kerinci dan Sungai Penuh Melambung, Warga Mengeluh
Disdik Kerinci Dorong Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah
BKPSDM Sungai Penuh Perketat Pengawasan, ASN Wajib Tertib Absensi
Disperindag Sungai Penuh Perketat Pengawasan Harga LPG 3 Kg
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:00 WIB

APBD 2027 Kerinci Fokus pada Pertanian, Pariwisata dan SDM

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:00 WIB

Kasus DBD di Sungai Penuh Naik Jadi 88, Dinkes Gencarkan PSN

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:00 WIB

BMKG Prediksi Kabut Tebal Selimuti Sebagian Besar Jambi Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:45 WIB

Harga LPG 3 Kg di Kerinci dan Sungai Penuh Melambung, Warga Mengeluh

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB