JAKARTA, Jemarionline.com – BYD memperkenalkan terobosan baru pengisian daya ultra-cepat bernama Flash Charging untuk memangkas waktu tunggu pengecasan baterai mobil listrik. Pabrikan otomotif raksasa ini memamerkan teknologi mutakhir tersebut kepada publik Tanah Air dalam ajang Periklindo EV Conference di Jakarta.
Sistem pengisian daya mutakhir ini menyalurkan daya luar biasa hingga 1.500 kilowatt (kW) hanya lewat satu konektor tunggal. Para insinyur merancang sistem perkasa ini agar bekerja padu dengan Blade Battery generasi kedua buatan BYD.
Rahasia Daya 1.500 kW Tanpa Ganggu Jaringan Listrik
Head of BYD Flash Charging, Ubaedilah, menjelaskan bahwa perangkat ini mengusung mekanisme kerja berbeda dibanding pengisi daya DC konvensional. Fasilitas pengisian daya ini memanfaatkan unit baterai penyimpan energi atau Energy Storage System (ESS) sebagai wadah penampung sekaligus penstabil arus listrik.
Stasiun pengisian cepat biasa membutuhkan daya masuk dari gardu listrik yang besarnya sama persis dengan arus keluaran ke mobil. Jika stasiun menyedot daya langsung sebesar 1.500 kW dari jaringan kabel PLN, pasokan listrik pemukiman warga sekitar bisa langsung terganggu.
BYD mengatasi kendala pasokan listrik tersebut lewat kehadiran modul powerhouse yang berfungsi sebagai pelipat ganda energi. Komponen penguat daya ini memungkinkan sistem hanya menarik daya input sebesar 100 kW dari jaringan, lalu mengonversinya menjadi semburan output mencapai 1.500 kW ke baterai mobil.
Kehadiran baterai penampung ESS menjadi jawaban jitu atas tantangan keterbatasan infrastruktur kelistrikan nasional saat membangun fasilitas kendaraan listrik. Dengan cara kerja mandiri ini, operasional stasiun pengisian daya raksasa tetap aman tanpa memicu pemadaman listrik di lingkungan sekitar.
Target 100 Titik Pengisian dan Akses Mobil Merek Lain
Perusahaan menargetkan pembangunan 100 lokasi stasiun Flash Charging di berbagai penjuru wilayah Indonesia hingga penghujung tahun 2026. Tim pengembang akan menempatkan infrastruktur strategis ini pada jaringan diler resmi serta area publik yang mudah dijangkau para pengemudi.
Kabar baiknya, stasiun pengisian daya bertenaga besar ini juga membuka akses bagi pemilik mobil listrik merek lain di luar ekosistem BYD. Namun durasi dan kecepatan transfer daya tetap menyesuaikan batas toleransi penerimaan arus dari masing-masing kendaraan yang terhubung.(ar)









