Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Khaidir, Ketua Komisi I DPRD Sungai Penuh, kritik keras fasilitas hotel peserta Bimtek dalam rapat resmi dewan.(poto: AI).

Ilustrasi: Khaidir, Ketua Komisi I DPRD Sungai Penuh, kritik keras fasilitas hotel peserta Bimtek dalam rapat resmi dewan.(poto: AI).

Sungai Penuh, Jemarionline.com –  Ketua Komisi I DPRD Kota Sungai Penuh, Khaidir, melayangkan kritik tajam terhadap pelaksanaan Bimtek BPD Sungai Penuh di Kota Jambi. Politisi Partai Golkar tersebut memprotes keras kelayakan fasilitas penginapan yang diterima para anggota Badan Permusyawaratan Desa selama mengikuti pelatihan.

Panitia acara menempatkan tiga orang peserta dewasa ke dalam satu kamar hotel yang sempit. Padahal, setiap desa menyetorkan biaya kontribusi yang tergolong sangat mahal demi memberangkatkan perwakilan mereka.

Khaidir menilai kebijakan pembagian kamar tidur tersebut sangat tidak manusiawi bagi para peserta. Kondisi ruangan yang berdesakan langsung menyulitkan aparatur desa beristirahat optimal setelah seharian penuh menyerap materi bimbingan teknis.

Pihak legislatif segera melayangkan surat pemanggilan resmi kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Sungai Penuh. Langkah tegas ini bertujuan menuntut penjelasan terbuka mengenai teknis pelaksanaan serta tata kelola anggaran pelatihan.

DPRD menjadwalkan forum Rapat Dengar Pendapat untuk membedah seluruh pos pembiayaan secara mendalam. Wakil rakyat ingin memeriksa langsung dokumen perjanjian fasilitas hotel bersama rincian kontribusi dana dari tiap desa.

Komisi Satu Panggil Dinas Pemdes Bahas Anggaran Bimtek

Para wakil rakyat menyoroti transparansi rincian biaya akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga penetapan honor narasumber. Panitia pelaksana memikul kewajiban moral untuk mempertanggungjawabkan setiap rupiah dana desa yang telah mengalir ke agenda tersebut.

Baca Juga :  Warga Amankan Pria Tak Dikenal yang Masuk Rumah di Jambi

Khaidir menegaskan masalah ini menyangkut integritas dinas terkait dalam mengelola anggaran publik milik masyarakat. Pemerintah daerah mestinya menjamin kenyamanan fisik aparatur desa agar proses transfer pengetahuan berjalan maksimal tanpa hambatan teknis.

Selain perkara tempat tidur, keputusan memboyong rombongan aparatur ke luar kota juga mengundang tanda tanya besar. Panitia sengaja memilih Kota Jambi daripada mengoptimalkan deretan fasilitas hotel yang tersedia di Sungai Penuh maupun Kerinci.

Perjalanan darat yang sangat jauh ini memicu pemborosan anggaran perjalanan dinas para aparatur desa. Padahal, sarana penginapan dan gedung pertemuan di daerah asal memiliki kapasitas yang memadai untuk menggelar kegiatan serupa.

Pemerintah daerah semestinya mengalirkan perputaran uang kegiatan ini ke kas para pelaku usaha lokal. Suasana alam dan ketenangan wilayah Sungai Penuh bahkan menawarkan iklim belajar yang jauh lebih kondusif bagi aparatur desa.

DPRD mendesak Dinas Pemdes segera memaparkan dasar pertimbangan rasional di balik penunjukan ibu kota provinsi sebagai pusat acara. Transparansi publik menjadi langkah penting demi membendung kecurigaan masyarakat yang kini terus meluas terhadap motif penyelenggara.

Sorotan Publik Mengarah Kualitas Pengawasan Aparatur Desa Sungai

Masyarakat luas kini menuntut keluaran riil dari pelatihan kapasitas aparatur desa tersebut bagi kemajuan daerah. Publik mengharapkan peningkatan kemampuan pengawasan BPD terhadap jalannya pemerintahan desa menjelang akhir masa bakti tahun 2027 mendatang.

Baca Juga :  DPRD Sungai Penuh Paripurna LKPJ 2025, Serahkan Rekomendasi untuk Perbaikan Kinerja

Pelatihan aparatur desa tidak boleh sekadar menjadi seremoni rutin yang menghamburkan uang rakyat tanpa dampak terukur. Penyelenggara sangat tidak pantas memulangkan peserta hanya berbekal selembar sertifikat dan dokumentasi foto tanpa penguasaan materi yang matang.

Kota Sungai Penuh mengusung tata kelola pemerintahan yang unik karena tetap mempertahankan struktur desa di wilayah perkotaan. Realitas administratif ini menuntut fungsi pengawasan BPD berjalan jauh lebih kritis, tangguh, dan bermartabat di lapangan.

Penarikan biaya kegiatan yang mahal seharusnya menghadirkan fasilitas hunian yang setara serta kurikulum pembelajaran yang aplikatif. Ketimpangan antara tingginya pungutan biaya dan minimnya fasilitas justru menyulut kecurigaan serta prasangka negatif di tengah warga.

Warga kini menanti pembuktian transparansi Kepala Dinas Pemdes dalam agenda rapat dengar pendapat di gedung dewan. Pejabat bersangkutan wajib membuka seluruh lembar dokumen kerja sama agar masyarakat memahami ke mana anggaran kegiatan dialokasikan.

Keterbukaan informasi memegang peran vital untuk memulihkan kembali rasa percaya publik terhadap program pembinaan aparatur desa. Seluruh pihak mendesak panitia memperbaiki tata kelola kegiatan serupa agar wibawa serta kehormatan perwakilan desa tetap terjaga.(ar)

Berita Terkait

Daftar Lengkap Puluhan Kepala Sekolah yang Resmi Dilantik Pemkot Sungai Penuh
Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai
Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi
Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa
Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global
Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis
KONI Jambi Beri Penghargaan Atlet Berprestasi di Peringatan Hari Olahraga Nasional 2026
Tolak Blokir Sertifikat Tanah, Warga Kenali Asam Mengadu ke Kanwil KemenHAM Jambi
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa

Minggu, 20 September 2026 - 20:24 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB