Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nganjuk, jemarionline.com – Jumlah korban dugaan keracunan MBG di Nganjuk melonjak tajam hingga menyentuh angka 127 orang. Lonjakan kasus ini meluas ke beberapa sekolah setelah para siswa menyantap jatah makanan gratis tersebut.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan pembaruan data tersebut usai menjenguk para korban di rumah sakit pada Kamis sore. Ia mengonfirmasi bahwa mayoritas pasien yang sempat terkapar kini sudah memperlihatkan kondisi membaik.

Sebagian besar korban telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat penanganan medis secara intensif. Petugas RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara, dan RS Islam Aisyiyah kini tinggal merawat 17 pasien saja.

Bupati Marhaen berharap seluruh pasien tersisa dapat memulihkan kondisi fisik mereka dalam waktu dekat. Pihaknya menargetkan seluruh siswa sudah bisa keluar dari rumah sakit pada Jumat mendatang.

Kronologi Kasus Keracunan Makanan Gratis Di Nganjuk

Insiden bermula saat puluhan murid dan guru SMAN 3 Nganjuk menyantap paket MBG pada Rabu lalu. Makanan tersebut berisi sajian nasi goreng, tahu bulat, ayam suwir, telur dadar, acar, dan potongan semangka.

Baca Juga :  Wajib Pajak Bingung Upload Laporan Keuangan Unaudited di Coretax, Ini Penjelasan Kring Pajak

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Begadung 2 mengantarkan seluruh paket hidangan ke sekolah. Para siswa dan guru menyantap jatah makanan tersebut pada pukul sepuluh pagi.

Gejala keracunan tidak langsung muncul sesaat setelah para siswa menghabiskan porsi hidangan. Keluhan pusing, mual, hingga muntah hebat baru menyeruak pada pukul dua siang.

Pihak sekolah langsung melarikan para korban menuju tiga rumah sakit rujukan utama di Nganjuk. Petugas medis Puskesmas Begadung juga menyerap puluhan pasien awal yang membutuhkan pertolongan darurat.

Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menegaskan bahwa seluruh tenaga medis bergerak cepat menangani korban. Pemerintah daerah mengerahkan dokter spesialis, dokter umum, dan perawat untuk mengawal pemulihan siswa.

Mas Handy menjelaskan bahwa para siswa tidak merasakan kejanggalan atau cita rasa aneh saat mengonsumsi nasi goreng. Rasa mual dan pusing baru melanda tubuh korban setelah jeda waktu beberapa jam.

Baca Juga :  Korea Selatan Siap Serahkan Prototipe KF‑21 ke Indonesia

Pemkab Nganjuk Siap Menanggung Seluruh Biaya Pengobatan

Pemerintah Kabupaten Nganjuk memastikan akan menanggung seluruh biaya perawatan medis para korban terdampak. Pihaknya terus menjalin koordinasi intensif bersama Badan Gizi Nasional untuk menyelesaikan skema pembiayaan.

Bupati Marhaen sangat mengapresiasi komitmen Badan Gizi Nasional yang siap mendanai pengobatan para siswa. Namun, Pemkab Nganjuk tetap menyiagakan anggaran daerah demi menjamin keselamatan seluruh warga.

Tim gabungan Pemkab Nganjuk masih terus memverifikasi data lapangan dan menelusuri penyebab pasti timbulnya gejala keracunan. Langkah verifikasi ini melibatkan jajaran Dinas Kesehatan serta instansi berwenang lainnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Begadung 2 Zaidan masih enggan memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Ia memilih bungkam dan menghindari pertanyaan wartawan saat ditemui di RSUD Nganjuk.

Pemerintah daerah berjanji akan merilis hasil investigasi lengkap setelah uji laboratorium terhadap sampel makanan rampung. Langkah tegas ini diambil untuk mencegah berulangnya kasus serupa pada program makanan mendatang.(ar)

Berita Terkait

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027
MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru
Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Rekonstruksi Kasus Santri Terbakar Lombok Ungkap Fakta Baru Soal Kelalaian
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Kamis, 3 September 2026 - 16:47 WIB

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:30 WIB

MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB