IHSG Ditutup Anjlok 3,56% ke 5.883, Investor Dibayangi Tekanan Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi/Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Ilustrasi/Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Jakarta, Jemarionline.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan pelemahan tajam hingga 3,56 persen ke level 5.883. Koreksi tersebut memperpanjang tekanan yang masih membayangi pasar saham Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Sentimen domestik dan global mendorong investor melakukan aksi jual pada berbagai sektor saham.

Pelemahan ini juga membuat IHSG kembali menjauhi level psikologis 6.000. Sebagian besar saham berakhir di zona merah seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar dan arus modal asing.

Mayoritas Saham Bergerak di Zona Merah

Tekanan jual terjadi pada berbagai sektor sehingga mendorong indeks bergerak turun sepanjang perdagangan. Investor melepas sejumlah saham unggulan yang sebelumnya menjadi penopang pasar.

Kondisi tersebut membuat mayoritas saham mencatat pelemahan. Sementara itu, hanya sebagian kecil saham yang mampu bertahan di zona hijau.

Baca Juga :  Prediksi Harga Emas Antam Sabtu 9 Mei 2026, Berpotensi Sentuh Rp 2,9 Juta

Sentimen Pasar Masih Membebani IHSG

Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen yang memengaruhi arah investasi di Indonesia. Faktor eksternal seperti pergerakan ekonomi global, nilai tukar rupiah, hingga arus dana asing masih menjadi perhatian utama investor.

Selain itu, investor juga memperhatikan berbagai perkembangan terkait kredibilitas kebijakan ekonomi dan kondisi pasar keuangan domestik. Sentimen tersebut ikut memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko seperti saham.

Investor Asing Masih Jadi Sorotan

Pergerakan investor asing masih menjadi faktor penting dalam menentukan arah IHSG. Ketika investor asing melakukan aksi jual dalam jumlah besar, tekanan terhadap indeks biasanya meningkat.

Dalam beberapa periode terakhir, pasar mencatat arus keluar dana asing yang cukup besar. Kondisi tersebut ikut menambah tekanan pada pasar saham domestik.

Baca Juga :  IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah

Level 6.000 Kembali Menjadi Perhatian

Analis pasar menilai level 6.000 masih menjadi area psikologis penting bagi IHSG. Ketika indeks bergerak di bawah level tersebut, pelaku pasar cenderung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi koreksi lanjutan.

Namun demikian, sebagian investor juga mulai mencari peluang pada saham-saham yang mengalami penurunan harga cukup dalam. Strategi tersebut biasanya muncul ketika pasar memasuki fase koreksi yang tajam.

Investor Perlu Tetap Selektif

Di tengah volatilitas yang tinggi, investor perlu tetap selektif dalam memilih saham. Analisis fundamental dan manajemen risiko menjadi faktor penting sebelum mengambil keputusan investasi.

Selain itu, investor juga perlu memperhatikan perkembangan ekonomi global, pergerakan rupiah, serta sentimen pasar yang dapat memengaruhi arah IHSG dalam jangka pendek maupun menengah.

Berita Terkait

OJK Tertibkan Financial Influencer, Pelanggar Terancam Denda Rp15 Miliar
Harga Kripto Hari Ini 24 Juni 2026, Bitcoin Turun ke Rp1,13 Miliar
Saham Tambang Ini Cuan 127%, Kalahkan ANTM dalam Jangka Panjang
RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Tawarkan Saham Rp135-Rp170
Harga Emas Terbang Lagi, Damai Iran-AS Jadi Pendorong Utama
MSCI Putuskan Status Indonesia, Risiko Outflow US$13 Miliar Mengintai
IHSG Sesi I Turun 1,29% ke 6.037,53, Sektor Keuangan Tekan Pasar
Heboh NIB untuk Toko Online Dikira Pajak Baru, Mendag Tegaskan Bukan untuk Pungutan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:00 WIB

OJK Tertibkan Financial Influencer, Pelanggar Terancam Denda Rp15 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:00 WIB

Harga Kripto Hari Ini 24 Juni 2026, Bitcoin Turun ke Rp1,13 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00 WIB

IHSG Ditutup Anjlok 3,56% ke 5.883, Investor Dibayangi Tekanan Pasar

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:00 WIB

Saham Tambang Ini Cuan 127%, Kalahkan ANTM dalam Jangka Panjang

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:00 WIB

RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Tawarkan Saham Rp135-Rp170

Berita Terbaru

New Vario Evo 160(Foto: kompas.com/adityo)

OTOMOTIF

Honda Vario 160 Evo Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp28,5 Juta

Kamis, 25 Jun 2026 - 12:00 WIB