Thailand, jemarionline.com – pengantin kabur setelah menikah menjadi perhatian publik setelah seorang pria di Thailand mengalami kejadian mengejutkan hanya satu hari setelah resmi menikah.
Pria tersebut harus menghadapi kenyataan pahit ketika istrinya menghilang membawa mas kawin dan uang hadiah pernikahan dari para tamu.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Provinsi Loei Province, ketika seorang pria bernama Suthichai (29) menikahi perempuan asal Laos berusia 23 tahun. Keduanya berkenalan melalui media sosial sebelum memutuskan menikah.
Pernikahan Sederhana di Rumah Keluarga
Suthichai menggelar pernikahan sederhana di rumah keluarganya. Ia berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, sehingga hanya mampu mengadakan pesta kecil.
Acara tersebut hanya dihadiri oleh kerabat dekat dan tetangga sekitar. Meski sederhana, calon istrinya tidak pernah mempersoalkan kondisi tersebut. Sikap itu membuat Suthichai semakin yakin untuk melanjutkan pernikahan.
Dalam acara itu, Suthichai menyerahkan mas kawin dalam jumlah besar sebagai bentuk keseriusan. Ia juga memberikan seluruh uang hadiah dari tamu undangan kepada sang istri setelah acara selesai.
Kejadian mengejutkan terjadi keesokan harinya. Sang istri tiba-tiba menghilang dari rumah tanpa meninggalkan jejak.
Ia membawa seluruh mas kawin serta uang hadiah pernikahan. Ponselnya tidak lagi aktif, dan semua upaya komunikasi gagal dilakukan.
Suthichai bersama keluarga langsung melakukan pencarian. Mereka mencoba menghubungi berbagai pihak hingga mendatangi keluarga perempuan tersebut untuk meminta penjelasan.
Fakta Mengejutkan di Balik Identitas Pengantin
Dalam proses pencarian, Suthichai mulai menemukan fakta yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya. Pada malam pertama pernikahan, sang istri sempat mengaku pernah memiliki seorang anak.
Ia juga meminta agar informasi tersebut dirahasiakan dari keluarga besar. Suthichai menyetujui permintaan itu demi menjaga keharmonisan rumah tangga yang baru berjalan singkat.
Namun setelah perempuan itu menghilang, fakta yang lebih besar terungkap. Keluarga pihak perempuan mengakui bahwa wanita tersebut sebenarnya masih memiliki suami dan seorang anak.
Keluarga mengira hubungan sebelumnya sudah berakhir karena sang perempuan sudah lama tidak tinggal bersama suaminya. Namun kenyataannya, status tersebut belum sepenuhnya jelas.
Merasa menjadi korban penipuan, Suthichai kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Ia menuntut pengembalian seluruh mas kawin dan uang hadiah pernikahan yang dibawa kabur.
Selain itu, ia juga meminta ganti rugi atas biaya pesta pernikahan yang telah dikeluarkan keluarganya. Kasus ini kini tengah menjadi perhatian publik dan memicu diskusi luas mengenai risiko perkenalan melalui media sosial.
Peristiwa ini menambah daftar kasus penipuan berkedok pernikahan yang terjadi lintas negara di kawasan Asia Tenggara. Banyak pihak menilai perlunya kehati-hatian dalam menjalin hubungan melalui platform digital.(ar)









