Jakarta, Jemarionline.com – Peneliti keamanan siber dari Kaspersky mengungkap kampanye malware yang memanfaatkan wallpaper anime di Wallpaper Engine untuk mencuri data pengguna. Pelaku memanfaatkan Steam Workshop sebagai media penyebaran dan menargetkan pengguna yang mengunduh wallpaper tanpa memeriksa keamanan file terlebih dahulu.
Kaspersky menemukan sejumlah wallpaper berbahaya yang telah memperoleh ribuan unduhan. Melalui metode tersebut, pelaku berusaha mencuri informasi akun dan data pribadi korban tanpa menimbulkan kecurigaan.
Pelaku Sembunyikan Malware dalam Wallpaper
Pelaku memanfaatkan fitur aplikasi pada Wallpaper Engine untuk menjalankan program tertentu di komputer pengguna.
Melalui fitur tersebut, pelaku memasukkan kode berbahaya ke dalam wallpaper anime. Saat pengguna memasang wallpaper tersebut, program jahat langsung berjalan di latar belakang tanpa menampilkan aktivitas mencurigakan.
Karena itu, banyak pengguna tidak menyadari bahwa perangkat mereka telah terinfeksi malware.
Malware Incar Akun dan Data Pribadi
Malware tersebut tidak hanya menginfeksi komputer korban. Program itu juga mencuri berbagai informasi penting yang tersimpan di perangkat.
Pelaku mengincar akun Steam, data login, informasi pribadi, dan berbagai kredensial digital lainnya. Selain itu, beberapa varian malware mampu memasang backdoor dan membuka akses jarak jauh ke perangkat korban.
Akibatnya, pelaku dapat memanfaatkan data tersebut untuk berbagai tindakan kejahatan siber.
Ribuan Pengguna Telah Mengunduh
Kaspersky melaporkan sejumlah wallpaper berbahaya berhasil menarik ribuan pengguna sebelum pihak terkait menghapusnya dari platform.
Popularitas karakter anime membuat banyak pengguna tertarik mengunduh wallpaper tersebut tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi ini membantu pelaku memperluas penyebaran malware dalam waktu singkat.
Karena itu, peneliti keamanan mengingatkan pengguna agar tidak mudah mempercayai seluruh konten yang tersedia di internet.
Steam Workshop Jadi Sasaran Penyebaran
Pelaku memilih Steam Workshop karena platform tersebut memiliki jutaan pengguna aktif dari berbagai negara.
Mereka mengunggah wallpaper yang terlihat normal agar pengguna tidak menaruh kecurigaan. Setelah korban menginstal file tersebut, malware mulai menjalankan tugasnya secara diam-diam.
Strategi tersebut membuat pelaku lebih mudah menjangkau banyak korban dalam waktu relatif singkat.
Cara Menghindari Malware dari Wallpaper
Pengguna dapat mengurangi risiko infeksi dengan mengunduh wallpaper hanya dari sumber terpercaya.
Selain itu, pengguna perlu memeriksa reputasi pembuat konten, membaca ulasan pengguna lain, dan memperhatikan jumlah unduhan sebelum memasang wallpaper baru.
Pengguna juga sebaiknya memperbarui antivirus secara berkala serta menghindari file yang meminta izin menjalankan program tambahan tanpa alasan yang jelas.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu melindungi perangkat dari ancaman malware dan pencurian data.
Ancaman Siber Terus Berkembang
Kasus wallpaper anime ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber terus mencari metode baru untuk menyebarkan malware.
Mereka tidak lagi hanya memanfaatkan email palsu atau situs berbahaya. Kini mereka juga memanfaatkan konten hiburan populer yang banyak diminati pengguna internet.
Karena itu, pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan saat mengunduh file apa pun dari internet, termasuk wallpaper, modifikasi game, maupun aplikasi tambahan.









