Wallpaper Anime Dipakai Sebarkan Malware Pencuri Data, Pengguna Diminta Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Getty Images/Witthaya Prasongsin

Foto: Getty Images/Witthaya Prasongsin

Jakarta, Jemarionline.com – Peneliti keamanan siber dari Kaspersky mengungkap kampanye malware yang memanfaatkan wallpaper anime di Wallpaper Engine untuk mencuri data pengguna. Pelaku memanfaatkan Steam Workshop sebagai media penyebaran dan menargetkan pengguna yang mengunduh wallpaper tanpa memeriksa keamanan file terlebih dahulu.

Kaspersky menemukan sejumlah wallpaper berbahaya yang telah memperoleh ribuan unduhan. Melalui metode tersebut, pelaku berusaha mencuri informasi akun dan data pribadi korban tanpa menimbulkan kecurigaan.

Pelaku Sembunyikan Malware dalam Wallpaper

Pelaku memanfaatkan fitur aplikasi pada Wallpaper Engine untuk menjalankan program tertentu di komputer pengguna.

Melalui fitur tersebut, pelaku memasukkan kode berbahaya ke dalam wallpaper anime. Saat pengguna memasang wallpaper tersebut, program jahat langsung berjalan di latar belakang tanpa menampilkan aktivitas mencurigakan.

Karena itu, banyak pengguna tidak menyadari bahwa perangkat mereka telah terinfeksi malware.

Malware Incar Akun dan Data Pribadi

Malware tersebut tidak hanya menginfeksi komputer korban. Program itu juga mencuri berbagai informasi penting yang tersimpan di perangkat.

Baca Juga :  Selfie Dua Jari Disebut Bisa Curi Sidik Jari, Benarkah? Ini Penjelasan Ahli Keamanan Siber

Pelaku mengincar akun Steam, data login, informasi pribadi, dan berbagai kredensial digital lainnya. Selain itu, beberapa varian malware mampu memasang backdoor dan membuka akses jarak jauh ke perangkat korban.

Akibatnya, pelaku dapat memanfaatkan data tersebut untuk berbagai tindakan kejahatan siber.

Ribuan Pengguna Telah Mengunduh

Kaspersky melaporkan sejumlah wallpaper berbahaya berhasil menarik ribuan pengguna sebelum pihak terkait menghapusnya dari platform.

Popularitas karakter anime membuat banyak pengguna tertarik mengunduh wallpaper tersebut tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi ini membantu pelaku memperluas penyebaran malware dalam waktu singkat.

Karena itu, peneliti keamanan mengingatkan pengguna agar tidak mudah mempercayai seluruh konten yang tersedia di internet.

Steam Workshop Jadi Sasaran Penyebaran

Pelaku memilih Steam Workshop karena platform tersebut memiliki jutaan pengguna aktif dari berbagai negara.

Mereka mengunggah wallpaper yang terlihat normal agar pengguna tidak menaruh kecurigaan. Setelah korban menginstal file tersebut, malware mulai menjalankan tugasnya secara diam-diam.

Baca Juga :  BSSN Ingatkan Bahaya Menjawab Telepon Nomor Tak Dikenal, Suara Bisa Dikloning AI

Strategi tersebut membuat pelaku lebih mudah menjangkau banyak korban dalam waktu relatif singkat.

Cara Menghindari Malware dari Wallpaper

Pengguna dapat mengurangi risiko infeksi dengan mengunduh wallpaper hanya dari sumber terpercaya.

Selain itu, pengguna perlu memeriksa reputasi pembuat konten, membaca ulasan pengguna lain, dan memperhatikan jumlah unduhan sebelum memasang wallpaper baru.

Pengguna juga sebaiknya memperbarui antivirus secara berkala serta menghindari file yang meminta izin menjalankan program tambahan tanpa alasan yang jelas.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu melindungi perangkat dari ancaman malware dan pencurian data.

Ancaman Siber Terus Berkembang

Kasus wallpaper anime ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber terus mencari metode baru untuk menyebarkan malware.

Mereka tidak lagi hanya memanfaatkan email palsu atau situs berbahaya. Kini mereka juga memanfaatkan konten hiburan populer yang banyak diminati pengguna internet.

Karena itu, pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan saat mengunduh file apa pun dari internet, termasuk wallpaper, modifikasi game, maupun aplikasi tambahan.

Berita Terkait

Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah
Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia
Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI
Penyebab Tagihan Listrik Melonjak Meski Pemakaian Minim dan Solusinya
Hindari Jebakan Skimmer di Gerai ATM, Regulator Beberkan Trik Amankan PIN
Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Bawa Baterai 5.700mAh dan Pengisian 60W Lebih Cepat
Google Akui Masalah Aplikasi Android di Laptop Intel x86
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:51 WIB

Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Hindari Jebakan Skimmer di Gerai ATM, Regulator Beberkan Trik Amankan PIN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber

Berita Terbaru

Peresmian program inkubasi startup NextDev ke-12 bertema AI-Powered Innovations yang digelar Telkomsel di Cikini, Jakarta Pusat.

Teknologi

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:32 WIB