Trojan Android Baru Incar 200 Aplikasi Bank, Pengguna Diminta Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Telset.id

Foto: Telset.id

Jakarta, Jemarionline.com – Pengguna Android diminta meningkatkan kewaspadaan setelah peneliti keamanan siber menemukan trojan perbankan baru bernama Rokarolla. Malware ini menargetkan lebih dari 200 aplikasi perbankan dan kripto di berbagai negara.

Peneliti dari Zimperium mengungkap bahwa Rokarolla menyasar sedikitnya 217 aplikasi keuangan. Pelaku menyebarkan malware ini melalui situs palsu, toko aplikasi pihak ketiga, dan tautan di media sosial. Mereka tidak menyebarkannya melalui Google Play Store resmi.

Menyamar Sebagai Aplikasi Populer

Pelaku menyamarkan Rokarolla sebagai pembaruan aplikasi populer seperti Google Chrome dan TikTok. Ketika korban mengunduh aplikasi palsu tersebut, perangkat akan memasang program berbahaya yang berpura-pura menjadi Google Play Protect.

Setelah terpasang, malware akan meminta berbagai izin penting, termasuk akses layanan aksesibilitas, SMS, panggilan telepon, dan notifikasi. Banyak pakar keamanan menganggap permintaan izin berlebihan sebagai tanda bahaya yang perlu diwaspadai.

Baca Juga :  Google Perkenalkan “Googlebook”, Laptop AI Gemini yang Siap Saingi MacBook

Rokarolla Curi Data Perbankan

Rokarolla akan memeriksa aplikasi yang terpasang di perangkat korban. Jika menemukan aplikasi bank atau kripto yang menjadi target, malware langsung menjalankan aksinya.

Malware tersebut menampilkan lapisan layar palsu atau overlay untuk mencuri username, kata sandi, PIN, hingga pola kunci perangkat. Dengan cara ini, pelaku dapat memperoleh akses ke akun keuangan korban tanpa disadari.

Selain mencuri data login, Rokarolla juga mampu merekam layar, menangkap ketikan pengguna, mengambil tangkapan layar, dan mengakses daftar kontak.

Gunakan Berbagai Cara untuk Menghindari Deteksi

Peneliti menemukan Rokarolla menggunakan sejumlah teknik untuk menghindari deteksi pengguna. Malware ini dapat menyembunyikan ikon aplikasi, menampilkan proses instalasi palsu, serta menonaktifkan suara dan getaran perangkat agar aktivitasnya tidak terlihat mencurigakan.

Kemampuan tersebut membuat malware lebih sulit dikenali oleh pengguna yang kurang memahami keamanan digital.

Baca Juga :  Gamer Menang Gugat Microsoft usai Akun Xbox Diretas

Cara Melindungi Perangkat Android

Pakar keamanan menyarankan pengguna hanya mengunduh aplikasi dari Google Play Store atau toko aplikasi resmi lainnya. Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko infeksi malware secara signifikan.

Pengguna juga perlu memeriksa izin aplikasi secara berkala. Jika sebuah aplikasi meminta akses yang tidak relevan dengan fungsinya, pengguna sebaiknya menolak atau menghapus aplikasi tersebut.

Selain itu, pengguna dapat mengaktifkan Google Play Protect dan rutin memperbarui sistem operasi Android untuk mendapatkan perlindungan keamanan terbaru.

Ancaman Malware Perbankan Terus Meningkat

Kemunculan Rokarolla menunjukkan bahwa malware perbankan Android terus berkembang dan semakin canggih. Para pelaku kini memanfaatkan teknik rekayasa sosial untuk meyakinkan korban agar memasang aplikasi berbahaya secara sukarela.

Karena itu, pengguna perlu lebih berhati-hati ketika menerima tautan unduhan atau tawaran pembaruan aplikasi dari sumber yang tidak jelas.

Berita Terkait

Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah
Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia
Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI
Penyebab Tagihan Listrik Melonjak Meski Pemakaian Minim dan Solusinya
Hindari Jebakan Skimmer di Gerai ATM, Regulator Beberkan Trik Amankan PIN
Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Bawa Baterai 5.700mAh dan Pengisian 60W Lebih Cepat
Google Akui Masalah Aplikasi Android di Laptop Intel x86
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:51 WIB

Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Hindari Jebakan Skimmer di Gerai ATM, Regulator Beberkan Trik Amankan PIN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber

Berita Terbaru

Peresmian program inkubasi startup NextDev ke-12 bertema AI-Powered Innovations yang digelar Telkomsel di Cikini, Jakarta Pusat.

Teknologi

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:32 WIB