Jakarrta, Jemarionline.com – Google Chrome bersiap mengakhiri dukungan terhadap pemblokir iklan atau ad blocker generasi lama. Langkah ini menjadi bagian dari transisi penuh Google menuju sistem ekstensi Manifest V3 yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Perubahan tersebut memengaruhi sejumlah ekstensi populer yang masih menggunakan Manifest V2, termasuk versi asli dari uBlock Origin. Setelah pembaruan Chrome versi 150 dan 151, pengguna tidak lagi dapat menjalankan ekstensi berbasis Manifest V2 melalui celah kompatibilitas yang sebelumnya masih tersedia.
Google Tutup Dukungan Manifest V2
Google mulai mendorong migrasi ke Manifest V3 sejak beberapa tahun lalu. Kini perusahaan menghapus sisa kode yang masih mendukung Manifest V2 pada Chrome versi terbaru.
Menurut pengembang Chromium, Google mengambil langkah tersebut karena alasan keamanan, kompleksitas sistem, dan beban pemeliharaan yang terus meningkat. Perusahaan menilai platform lama tidak lagi layak dipertahankan dalam jangka panjang.
uBlock Origin Jadi Salah Satu yang Terdampak
Perubahan ini berdampak pada sejumlah ad blocker populer, terutama uBlock Origin versi klasik yang selama ini menjadi pilihan banyak pengguna Chrome.
Google sebelumnya telah menonaktifkan sebagian besar ekstensi Manifest V2. Namun beberapa pengguna masih dapat menjalankannya melalui solusi sementara yang tersedia di Chrome. Pembaruan terbaru akan menghapus celah tersebut secara permanen.
Sebagai alternatif, pengembang menghadirkan uBlock Origin Lite yang telah mendukung Manifest V3. Namun versi ini tidak menawarkan seluruh fitur yang tersedia pada versi lama.
Apa Itu Manifest V3?
Manifest V3 merupakan sistem baru yang mengatur cara ekstensi bekerja di Google Chrome.
Google mengklaim sistem ini meningkatkan keamanan, mengurangi penyalahgunaan izin akses, dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya browser.
Namun sebagian pengembang dan komunitas privasi mengkritik perubahan tersebut karena membatasi kemampuan ad blocker dalam memfilter iklan dan pelacak secara lebih agresif.
Tidak Semua Ad Blocker Akan Hilang
Meski banyak pihak menyebut ini sebagai “akhir ad blocker”, kenyataannya Google tidak menghapus seluruh pemblokir iklan dari Chrome.
Pengguna masih dapat memasang ad blocker yang telah mendukung Manifest V3. Beberapa ekstensi populer bahkan telah beradaptasi dengan sistem baru tersebut.
Sebuah penelitian akademik pada 2025 juga menemukan bahwa banyak ad blocker berbasis Manifest V3 masih mampu memblokir iklan dan pelacak secara efektif meskipun menggunakan sistem yang lebih terbatas.
Pengguna Bisa Beralih ke Browser Lain
Sebagian pengguna memilih beralih ke browser lain yang masih mendukung fitur pemblokiran iklan yang lebih luas.
Beberapa browser seperti Firefox tetap mempertahankan dukungan yang lebih fleksibel terhadap ekstensi pemblokir iklan. Selain itu, browser yang fokus pada privasi juga menawarkan fitur pemblokiran iklan bawaan.
Karena itu, pengguna yang mengandalkan fitur pemfilteran tingkat lanjut memiliki beberapa pilihan selain Chrome.
Google Fokus pada Keamanan Ekstensi
Google menegaskan bahwa perubahan ini bertujuan meningkatkan keamanan pengguna.
Perusahaan menyebut Manifest V3 membantu mengurangi risiko ekstensi berbahaya yang dapat mengakses terlalu banyak data pengguna. Selain itu, sistem baru memungkinkan Chrome mengelola ekstensi dengan lebih efisien.
Meski menuai kritik, Google tetap melanjutkan migrasi penuh ke Manifest V3 sebagai standar baru untuk seluruh ekstensi Chrome.









