Jakarta, Jemarionline.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap hasil pembicaraannya dengan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo terkait pemadaman listrik yang sempat terjadi di sejumlah daerah. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas kondisi pasokan energi primer, kebutuhan batu bara, dan langkah antisipasi untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
Bahlil menegaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan batu bara. Menurutnya, pasokan batu bara untuk pembangkit listrik nasional masih berada dalam kondisi aman.
Bahlil Gelar Rapat Bersama Dirut PLN
Bahlil mengatakan dirinya menggelar rapat bersama Direktur Utama PLN dan jajaran perusahaan selama lebih dari lima jam. Dalam rapat tersebut, mereka membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan pasokan energi dan operasional pembangkit listrik.
Selain itu, mereka juga mengevaluasi kebutuhan batu bara PLN untuk memastikan seluruh pembangkit dapat beroperasi secara optimal dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Karena itu, pemerintah terus memantau kondisi pasokan energi primer agar tidak mengganggu pelayanan kelistrikan nasional.
Pasokan Batu Bara Masih Aman
Bahlil menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki pasokan batu bara yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik.
Ia menjelaskan pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang menyediakan sekitar 190 juta ton batu bara untuk kebutuhan dalam negeri. Sementara itu, PLN membutuhkan sekitar 154 juta ton batu bara setiap tahun untuk menjalankan pembangkit listrik.
Karena itu, Bahlil membantah anggapan yang menyebut pemadaman listrik terjadi akibat kekurangan pasokan batu bara.
Gangguan Teknis Jadi Penyebab Pemadaman
Menurut Bahlil, gangguan teknis pada sejumlah fasilitas pembangkit menjadi penyebab utama terjadinya pemadaman listrik di beberapa wilayah.
PLN telah melaporkan adanya masalah pada beberapa mesin pembangkit yang memengaruhi distribusi listrik. Setelah menerima laporan tersebut, pemerintah langsung berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat proses perbaikan.
Selain itu, PLN juga terus melakukan langkah-langkah pemulihan agar sistem kelistrikan kembali berjalan normal.
Pemerintah Bentuk Tim Pengawasan
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga membahas penguatan pengawasan terhadap pengadaan energi primer.
Bahlil menyebut pemerintah akan membentuk tim pengawasan yang melibatkan berbagai lembaga terkait. Tim tersebut akan memantau proses pengadaan batu bara dan energi primer lainnya agar berjalan sesuai aturan.
Langkah tersebut bertujuan menjaga pasokan energi sekaligus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan kebutuhan pembangkit listrik nasional.
Tidak Ada Rencana Pemadaman Bergilir
Bahlil memastikan pemerintah tidak merencanakan pemadaman listrik bergilir.
Menurutnya, kondisi pasokan energi nasional masih terkendali dan PLN masih mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di berbagai daerah.
Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu yang menyebut akan terjadi pemadaman listrik bergilir dalam waktu dekat.
Pemerintah dan PLN juga terus berkoordinasi untuk menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh Indonesia.
Pemerintah Fokus Jaga Keandalan Listrik
Pemerintahan menilai listrik memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, Kementerian ESDM bersama PLN terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi pasokan listrik.
Selain memastikan ketersediaan energi primer, pemerintah juga mendorong peningkatan keandalan infrastruktur pembangkit dan jaringan distribusi listrik.









