Pendukung dan Penolak MBG Demo Bersamaan di Patung Kuda, Adu Aspirasi soal Program Makan Bergizi Gratis

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pendukung dan penolak MBG turun ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).( poto : kompas.com )

Pendukung dan penolak MBG turun ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).( poto : kompas.com )

Jakarta, jemarionline.com – Pendukung dan penolak MBG turun ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026), untuk menyampaikan pandangan berbeda mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Satu kelompok meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program, sedangkan kelompok lain mendorong pemerintah melanjutkannya.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Raya memimpin aksi yang berisi kritik terhadap pelaksanaan MBG. Pada waktu yang sama, Masyarakat Pejuang Gizi Anak Indonesia hadir untuk menunjukkan dukungan terhadap program tersebut.

Kedua kelompok menempati sisi jalan yang berbeda selama aksi berlangsung. Massa HMI berdiri di ruas Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan MH Thamrin, sementara kelompok pendukung berkumpul di sisi jalan menuju Gambir.

Orator dari kedua kubu menyampaikan pendapat secara bergantian. Massa penolak membawa spanduk bertuliskan “Stop MBG” dan “Stop Kapitalisasi Pendidikan”, sedangkan massa pendukung mengangkat pesan dukungan terhadap MBG dan Presiden Prabowo Subianto.

HMI Dorong Evaluasi dan Soroti Persoalan Pendidikan

Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Raya, Ali Loilatu, menyampaikan empat tuntutan utama dalam aksi tersebut. Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG yang berada di bawah tanggung jawab BGN.

Selain itu, HMI menyoroti kondisi pendidikan, harga kebutuhan pokok, dan kesejahteraan guru. Ali menilai pemerintah perlu memberi perhatian lebih besar pada kualitas pendidikan dan penghasilan tenaga pendidik.

Baca Juga :  Eks Penyidik KPK Nilai Posisi Polri di Bawah Presiden Sudah Paling Ideal

Ali menegaskan HMI tetap mengambil peran sebagai mitra kritis pemerintah. Karena itu, organisasinya memilih menyampaikan kritik dan masukan daripada memberikan dukungan tanpa evaluasi.

Menurut Ali, pemerintah perlu merespons tuntutan yang mereka bawa. Jika pemerintah tidak memberikan tanggapan, HMI mempertimbangkan aksi lanjutan untuk menyuarakan aspirasi yang sama.

Meski begitu, Ali tetap membuka ruang dialog. Ia menilai audiensi menjadi cara yang lebih efektif karena pemerintah dapat mendengar aspirasi secara langsung.

Dalam orasi lapangan, salah satu perwakilan HMI juga menyoroti pelaksanaan MBG di sejumlah daerah. Mereka menilai distribusi program belum menjangkau seluruh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Massa Pendukung Minta Pemerintah Teruskan Program

Di sisi lain, Masyarakat Pejuang Gizi Anak Indonesia meminta pemerintah mempertahankan program MBG. Mereka menilai program tersebut membantu pemenuhan gizi anak-anak sekaligus memberi dampak sosial bagi masyarakat.

Koordinator aksi, Fahri, menjelaskan bahwa kelompoknya datang untuk ikut mengawal pelaksanaan program agar berjalan lebih baik dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Fahri, MBG tidak hanya memberi manfaat kepada anak-anak sebagai penerima program. Program itu juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut terlibat dalam pelaksanaannya.

Baca Juga :  Wakapolda Metro Cek Kesiapan Mudik di Bandara Soetta, Pastikan Situasi Aman

Ia menilai dapur MBG mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat kecil. Pekerja dapur dan ibu rumah tangga juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Fahri menyebut dukungan terhadap MBG datang dari berbagai kelompok masyarakat dan daerah. Mereka memandang program itu dapat mendukung agenda pembangunan generasi Indonesia Emas 2045.

Pendukung Usulkan Pengawasan dan Respons Cepat

Setelah aksi selesai, perwakilan massa pendukung menemui Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro untuk menyampaikan aspirasi.

Fahri mengatakan pemerintah menerima masukan mereka secara terbuka. Dalam pertemuan itu, mereka tidak hanya menyatakan dukungan, tetapi juga menyampaikan usulan perbaikan.

Salah satu usulan yang mereka ajukan adalah pembentukan call center atau mekanisme pengaduan cepat ketika muncul persoalan dalam operasional dapur MBG, termasuk terkait kualitas menu.

Fahri menambahkan pemerintah juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan program di lapangan agar kualitas layanan tetap terjaga.

Menurut dia, pertemuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menyampaikan aspirasi melalui dialog tanpa memicu kericuhan. Ia menilai komunikasi terbuka menjadi cara untuk memperkuat pelaksanaan program di masa mendatang.(ar)

Berita Terkait

Perbanas Ungkap 88% UMKM Informal Pilih Dana Pribadi, Kredit Bank Masih Rendah
B50 Mulai Berlaku 1 Juli 2026, Pemerintah Klaim Hemat Devisa Rp157 Triliun
Stok Blangko e-KTP Aman, Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Penyaluran MBG Disetop Saat Libur Sekolah untuk Evaluasi SPPG di Seluruh Indonesia
Menag Usul Tambahan Anggaran Rp41,8 Triliun untuk 2027, Fokus Insentif Guru Non-ASN dan Revitalisasi Madrasah
Natalius Pigai: MBG Tidak Boleh Langsung Disebut Pelanggaran HAM
Pertamina Buka Suara Soal Harga Asli Pertalite Rp 18.040 per Liter
BBM Baru B50 Resmi Meluncur 1 Juli 2026, Ini Manfaat dan Tujuannya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:34 WIB

Pendukung dan Penolak MBG Demo Bersamaan di Patung Kuda, Adu Aspirasi soal Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:00 WIB

Perbanas Ungkap 88% UMKM Informal Pilih Dana Pribadi, Kredit Bank Masih Rendah

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:00 WIB

B50 Mulai Berlaku 1 Juli 2026, Pemerintah Klaim Hemat Devisa Rp157 Triliun

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:00 WIB

Stok Blangko e-KTP Aman, Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:00 WIB

Penyaluran MBG Disetop Saat Libur Sekolah untuk Evaluasi SPPG di Seluruh Indonesia

Berita Terbaru