Eks Penyidik KPK Nilai Posisi Polri di Bawah Presiden Sudah Paling Ideal

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan penyidik KPK Yudi Purnomo (Ondang/detikcom)

Mantan penyidik KPK Yudi Purnomo (Ondang/detikcom)

Jemarionline – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap, menilai sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden saat ini sudah ideal dan sesuai semangat reformasi.

Hal tersebut disampaikan Yudi dalam acara konsolidasi pikiran bertajuk “Mengawal Marwah Demokrasi: Polri di Bawah Presiden Sebagai Amanah Reformasi” yang digelar di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).

Yudi menjelaskan, tugas kepolisian di era saat ini sangat kompleks, mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, hingga memberikan perlindungan dan pelayanan publik. Dengan posisi di bawah Presiden, Polri dinilai memiliki ruang gerak yang lebih kuat dalam menjalankan tugas-tugas tersebut.

Baca Juga :  Permendagri Nomor 6 Tahun 2026, ASN dan PPPK Wajib Perbarui Data KTP dan KK

Meski demikian, Yudi mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dan persoalan internal di tubuh Polri yang perlu dibenahi. Namun, ia menilai wacana menempatkan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan institusi kepolisian.

Menurut Yudi, kritik terhadap Polri merupakan hal yang wajar dan diperlukan sebagai bentuk pengawasan publik. Ia menyebut kritik sebagai “vitamin” agar Polri terus berbenah dan melakukan reformasi internal.

Baca Juga :  Kapolri Dorong Sinergi Polri dan GP Ansor-Banser untuk Perkuat Keamanan dan Pembangunan Nasional

Yudi juga mengingatkan pengalaman pelemahan KPK yang dilakukan secara sistematis di masa lalu. Saat itu, kata dia, banyak pihak mengingatkan agar KPK tidak dilemahkan, namun suara tersebut tidak didengar hingga akhirnya berdampak pada kinerja lembaga antirasuah tersebut saat ini.

Ia berharap kondisi serupa tidak terjadi pada Polri. Yudi menegaskan reformasi kepolisian tetap penting, namun perubahan struktur kelembagaan harus melalui kajian yang matang dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa.

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027
MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru
Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Kamis, 3 September 2026 - 16:47 WIB

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:30 WIB

MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB