Rupiah Melemah ke Rp17.738 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(FOTO:CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).

(FOTO:CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).

Jakarta, Jemarionline.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu pagi, 17 Juni 2026. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp17.738 per dolar AS atau turun sekitar 13 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di tengah ketidakpastian pasar global dan penguatan dolar AS. Pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan ekonomi internasional yang berpotensi memengaruhi arus modal ke negara berkembang.

Dolar AS Masih Mendominasi Pasar

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan mata uang berbagai negara, termasuk rupiah.

Investor global cenderung memilih aset yang dianggap lebih aman ketika ketidakpastian ekonomi meningkat. Kondisi tersebut mendorong permintaan dolar AS dan memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang.

Selain itu, pasar juga terus memantau arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar global.

Baca Juga :  Presiden Indonesia Umumkan Kebijakan Fiskal 2026 untuk Memperkuat Ekonomi Nasional

Harga Minyak dan Faktor Global Berpengaruh

Pergerakan harga minyak dunia ikut memengaruhi nilai tukar rupiah. Ketika harga minyak meningkat, kebutuhan devisa untuk impor energi juga bertambah sehingga dapat menekan mata uang domestik.

Pengamat pasar menilai faktor geopolitik dan perkembangan hubungan internasional juga masih menjadi perhatian utama investor. Karena itu, volatilitas pasar keuangan global masih berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Rupiah Masih Berada Dekat Level Psikologis

Meski melemah, rupiah masih bergerak di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS yang selama beberapa pekan terakhir menjadi perhatian pasar.

Banyak pelaku pasar menganggap level tersebut sebagai batas penting untuk mengukur kekuatan rupiah terhadap dolar AS. Oleh karena itu, pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan akan terus menjadi sorotan investor dan pelaku usaha.

Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas

Bank Indonesia terus menjalankan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah.

Baca Juga :  Dividen BBRI 2026 Rp52,1 Triliun, Likuiditas Tetap Kuat

Langkah tersebut mencakup intervensi di pasar valuta asing, penguatan instrumen moneter, serta upaya menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional. Pengamat menilai kebijakan tersebut membantu meredam gejolak meski tekanan eksternal masih cukup kuat.

Selain kebijakan moneter, pasar juga menunggu perkembangan data ekonomi domestik yang dapat memengaruhi sentimen investor terhadap Indonesia.

Peluang Penguatan Masih Terbuka

Sejumlah ekonom menilai rupiah masih memiliki peluang untuk menguat apabila tekanan global mulai mereda.

Penurunan harga minyak dunia, masuknya arus modal asing, dan membaiknya sentimen pasar dapat membantu rupiah kembali bergerak ke kisaran yang lebih kuat. Namun, proses tersebut diperkirakan berlangsung secara bertahap dan bergantung pada kondisi ekonomi global.

Karena itu, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi internasional dalam beberapa pekan ke depan.

Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp30.000 per Gram, Ini Daftar Harga Terbaru Logam Mulia
AEI: Ulasan MSCI Jadi Momentum Perkuat Pasar Modal Indonesia di Mata Investor Global
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Batal Naik, Tetap Rp15.700 per Liter
BI Rate Naik Dua Kali pada Juni 2026, Rupiah Jadi Prioritas Utama
AS dan Iran Mulai Damai, Mengapa Harga Pertamax Belum Turun? Ini Penjelasan Airlangga
Kepemilikan Saham Bali Tembus Rp7,95 Triliun, Tumbuh 48 Persen di Triwulan I 2026
Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen, BI Sebut Likuiditas dan Permintaan Kredit Masih Kuat
Obligasi Danantara Diserbu Investor, KADIN Sebut Ekonomi RI Diakui Dunia
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:20 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp30.000 per Gram, Ini Daftar Harga Terbaru Logam Mulia

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:54 WIB

AEI: Ulasan MSCI Jadi Momentum Perkuat Pasar Modal Indonesia di Mata Investor Global

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:00 WIB

Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Batal Naik, Tetap Rp15.700 per Liter

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:00 WIB

BI Rate Naik Dua Kali pada Juni 2026, Rupiah Jadi Prioritas Utama

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:00 WIB

AS dan Iran Mulai Damai, Mengapa Harga Pertamax Belum Turun? Ini Penjelasan Airlangga

Berita Terbaru