Jakarta – TNI Angkatan Udara menyiapkan 44 personel Batalyon Komando (Yonko) 463 Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) untuk melaksanakan tugas dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Papua Nugini.
Penugasan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah perbatasan timur Indonesia. Para personel dilepas dalam upacara resmi yang dipimpin jajaran Komando Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU. Dalam kesempatan tersebut, seluruh prajurit menerima arahan terkait kesiapan sebelum berangkat ke daerah penugasan.
Hadapi Medan Berat dan Wujudkan Komitmen Jaga Kedaulatan
Wilayah perbatasan RI–PNG dikenal memiliki medan yang cukup berat dengan kondisi alam ekstrem serta keterbatasan akses logistik. Selain itu, personel juga dituntut untuk selalu waspada terhadap potensi gangguan keamanan di wilayah tersebut.
Pimpinan Korpasgat menegaskan pentingnya disiplin, kesiapsiagaan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Para prajurit juga diingatkan untuk menjaga nama baik TNI AU serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat setempat.
Penugasan Satgas Pamtas ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah perbatasan strategis. Dengan kehadiran personel tersebut, diharapkan keamanan dan stabilitas di wilayah perbatasan RI–PNG tetap terjaga.









