Menhub Ungkap Dampak Penutupan Ruang Udara China 40 Hari, Penerbangan Global Terganggu

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 05:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menhub Ungkap Dampak Penutupan Ruang Udara China 40 Hari, Penerbangan Global Terganggu (dok.CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim )

Menhub Ungkap Dampak Penutupan Ruang Udara China 40 Hari, Penerbangan Global Terganggu (dok.CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim )

Jemarionline.com, Pemerintah China dilaporkan menutup sebagian wilayah ruang udaranya selama sekitar 40 hari tanpa penjelasan resmi. Kebijakan ini memicu gangguan pada sejumlah rute penerbangan internasional.

Penutupan tersebut berdampak pada perubahan jalur penerbangan, keterlambatan jadwal, hingga meningkatnya biaya operasional maskapai di berbagai negara.

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menyebut kebijakan itu juga berpotensi memberi dampak tidak langsung terhadap Indonesia, khususnya pada sektor transportasi udara dan pariwisata.Menurutnya, gangguan pada jalur penerbangan utama dunia dapat memengaruhi konektivitas internasional, termasuk arus wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Baca Juga :  Sejumlah Negara Eropa Percepat Transisi Energi Bersih untuk Tekan Ketergantungan Energi Fosil

“Setiap gangguan pada jalur penerbangan internasional akan berdampak pada jaringan penerbangan global, termasuk Indonesia,” ujarnya.

Sejumlah maskapai internasional dilaporkan telah melakukan penyesuaian rute untuk menghindari wilayah udara yang ditutup tersebut. Akibatnya, waktu tempuh penerbangan menjadi lebih lama dan biaya operasional meningkat.

Selain itu, kebijakan ini juga memunculkan spekulasi di kalangan pengamat penerbangan internasional. Beberapa menduga penutupan ruang udara tersebut berkaitan dengan aktivitas militer atau latihan berskala besar, meski belum ada keterangan resmi dari pemerintah China.Dampak lanjutan yang dikhawatirkan adalah potensi kenaikan harga tiket pesawat serta terganggunya sejumlah rute penerbangan di kawasan Asia dan Eropa.

Baca Juga :  Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi

Hingga kini, otoritas penerbangan internasional masih memantau perkembangan situasi dan mengimbau maskapai untuk terus menyesuaikan rute demi keselamatan penerbangan.

Berita Terkait

AS dan Iran Capai Kesepakatan Nuklir, Program Nuklir Teheran Akan Dibongkar
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Dunia Waspadai Krisis Energi
AS Serang Iran Buntut Jatuhnya Helikopter Apache di Selat Hormuz
Israel Serang Iran Lagi, Dua Anggota Militer Iran Tewas
Korban Berjatuhan di Gaza dan Lebanon, Serangan Israel Kembali Jadi Sorotan
Gempa M 7,7 Filipina Picu Peringatan Tsunami, BMKG Tetapkan Status Siaga di Sejumlah Wilayah Indonesia
Hubungan AS-Israel Memanas, Intelijen AS Naikkan Status Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Iran Serang Kapal AS, Rudal dan Drone Diluncurkan di Laut Oman
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:00 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Dunia Waspadai Krisis Energi

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00 WIB

AS Serang Iran Buntut Jatuhnya Helikopter Apache di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:00 WIB

Israel Serang Iran Lagi, Dua Anggota Militer Iran Tewas

Senin, 8 Juni 2026 - 13:00 WIB

Korban Berjatuhan di Gaza dan Lebanon, Serangan Israel Kembali Jadi Sorotan

Senin, 8 Juni 2026 - 07:55 WIB

Gempa M 7,7 Filipina Picu Peringatan Tsunami, BMKG Tetapkan Status Siaga di Sejumlah Wilayah Indonesia

Berita Terbaru