Warga Sangihe Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Gempa M 7,7 Guncang Filipina Selatan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi poto : ANTARA

Ilustrasi poto : ANTARA

Sulawesi Utara, jemarionline.com – Gempa bumi Filipina Selatan memicu warga di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, bergerak cepat menuju dataran tinggi pada Senin pagi.

Warga pesisir langsung meninggalkan rumah setelah mereka merasakan getaran kuat dan mengantisipasi potensi tsunami.

Warga dari Kelurahan Tidore dan Kelurahan Tapuang keluar rumah secara serentak saat gempa mengguncang wilayah tersebut. Mereka kemudian bergerak menuju Jalan Manganitu yang berada di area lebih tinggi dari pesisir laut.

Seorang warga Sangihe, Jufry Dalita, menjelaskan bahwa kepanikan langsung terjadi di sejumlah titik pesisir. Ia menyebut warga bereaksi cepat begitu gempa terasa kuat di dalam rumah.

“Banyak warga dari Kelurahan Tidore, Kelurahan Tapuang dan di pesisir pantai panik akibat gempa. Sekarang mereka mengungsi ke jalan Manganitu yang tinggi dari pesisir laut untuk menghindari potensi tsunami,” kata Jufry saat dihubungi ANTARA.

Jufry yang juga ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengimbau warga untuk tetap tenang. Ia meminta masyarakat mengutamakan keselamatan keluarga selama proses evakuasi berlangsung.

Baca Juga :  Kejari Lombok Tengah Kejar Aset Koruptor Bandara

“Gempa itu sangat terasa sekali di wilayah kepulauan kami, membuat warga berhamburan keluar rumah,” ujarnya.

BMKG Catat Gempa M 7,7 di Filipina Selatan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 06.37.42 WIB di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina.

BMKG menempatkan episenter gempa pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT. Pusat gempa berada di laut sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa aktivitas subduksi lempeng memicu gempa tersebut. Ia menyebut karakter gempa termasuk dangkal berdasarkan kedalaman hiposenter.

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” kata Wijayanto.

BMKG Jelaskan Mekanisme Thrust Fault

BMKG juga mengungkap hasil analisis mekanisme sumber yang menunjukkan pergerakan naik atau thrust fault. Pola ini muncul akibat tekanan di zona subduksi yang aktif.

Baca Juga :  Ruko di Solo Baru Jadi Markas Scam Kripto Internasional

Getaran gempa menyebar ke berbagai wilayah Indonesia timur. Warga di beberapa daerah merasakan guncangan dengan intensitas berbeda sesuai jaraknya dari pusat gempa.

Di Kota Morotai dan Halmahera Utara, warga merasakan gempa dengan intensitas IV MMI. Sementara di Kabupaten Gorontalo Utara, getaran mencapai III hingga IV MMI.

BMKG mencatat getaran juga dirasakan di Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Bolaang Mongondow Timur, dan Halmahera Tengah.

Di wilayah tersebut, warga merasakan getaran dengan intensitas sekitar III MMI. Banyak warga keluar rumah untuk memastikan kondisi aman setelah merasakan guncangan.

Hingga laporan ini disusun, warga di Kepulauan Sangihe masih bertahan di dataran tinggi. Warga dan aparat setempat terus memantau informasi resmi dari BMKG untuk memastikan kondisi tetap aman.(ar)

Berita Terkait

SIM Keliling Jakarta Hari Ini Buka di Dua Lokasi, Ini Syarat dan Biaya Perpanjangan
300 Personel Polisi Amankan Yellow Run 2026 di GBK, Lalu Lintas Diatur Situasional
MAAM Laporkan Abu Janda ke Polda Sumbar Terkait Ucapan “Bar-bar”
Gunung Marapi Erupsi 6 Kali di Mei 2026, Total 47 Letusan Sepanjang Tahun Masih Status Waspada
Tersesat di Gunung Batukaru, 3 Pendaki Lintas Negara Berhasil Diselamatkan SAR
Gunung Ile Lewotolok Erupsi 19 Kali, Warga Diminta Tetap Siaga
Sapi Kurban Ngamuk di Minimarket Bogor
Ruko di Solo Baru Jadi Markas Scam Kripto Internasional
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:34 WIB

Warga Sangihe Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Gempa M 7,7 Guncang Filipina Selatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:42 WIB

SIM Keliling Jakarta Hari Ini Buka di Dua Lokasi, Ini Syarat dan Biaya Perpanjangan

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:18 WIB

300 Personel Polisi Amankan Yellow Run 2026 di GBK, Lalu Lintas Diatur Situasional

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:00 WIB

MAAM Laporkan Abu Janda ke Polda Sumbar Terkait Ucapan “Bar-bar”

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:04 WIB

Gunung Marapi Erupsi 6 Kali di Mei 2026, Total 47 Letusan Sepanjang Tahun Masih Status Waspada

Berita Terbaru