Gunung Marapi Erupsi 6 Kali di Mei 2026, Total 47 Letusan Sepanjang Tahun Masih Status Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Marapi erupsi 6 kali pada Mei 2026.( Poto : kompas.com )

Gunung Marapi erupsi 6 kali pada Mei 2026.( Poto : kompas.com )

Sumatera Barat, jemarionline.com – Aktivitas vulkanik Gunung Marapi kembali meningkat sepanjang Mei 2026. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi mencatat enam kali erupsi dalam satu bulan terakhir.

Dengan tambahan itu, jumlah total letusan Gunung Marapi sepanjang tahun 2026 mencapai 47 kali. Gunung yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, itu masih berstatus Level II atau Waspada.

Pihak pengamat menyebut aktivitas erupsi masih berlangsung dan disertai hembusan asap dari kawah utama. Kondisi ini membuat pemantauan intensif terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Erupsi Terbesar Terjadi Akhir Mei 2026

Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi, menjelaskan bahwa erupsi paling kuat terjadi pada Sabtu (30/5/2026) pagi. Letusan itu menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 2.000 meter di atas puncak.

Jika dihitung dari permukaan laut, kolom abu mencapai sekitar 4.891 meter mdpl. Arah sebaran abu terpantau condong ke wilayah timur laut yang mengarah ke Tanah Datar.

Ahmad Rifandi menegaskan erupsi tersebut menjadi yang paling besar sepanjang Mei 2026. Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 30 mm dengan durasi sekitar 1 menit 25 detik.

“Erupsi ini terekam jelas dan menjadi yang terbesar pada bulan Mei,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip dari laporan PGA Bukittinggi.

Aktivitas Erupsi Terjadi Sejak Awal Mei

Data dari Magma ESDM menunjukkan aktivitas erupsi sudah berlangsung sejak awal Mei 2026. Letusan pertama tercatat pada Selasa (5/5/2026) pukul 16.34 WIB.

Baca Juga :  Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Diimbau Waspada

Pada kejadian itu, alat seismograf mencatat amplitudo 23,2 mm dengan durasi 33 detik. Namun, petugas tidak mengamati kolom abu secara visual.

Sehari setelahnya, Gunung Marapi kembali meletus pada Rabu (6/5/2026) dini hari pukul 03.43 WIB. Erupsi ini berlangsung selama 79 detik dengan amplitudo 19,9 mm, namun tetap tidak terlihat secara visual.

Aktivitas serupa terus terjadi pada pertengahan bulan. Pada 12 dan 13 Mei 2026, gunung kembali menunjukkan aktivitas erupsi yang terekam seismograf masing-masing dengan amplitudo 15,4 mm dan 25 mm.

Meski alat mendeteksi getaran kuat, petugas tidak selalu melihat kolom abu secara langsung pada dua kejadian tersebut.

Letusan Visual Mulai Teramati di Pertengahan Mei

Perubahan kondisi visual mulai terlihat pada Sabtu (16/5/2026) pukul 10.19 WIB. Pada saat itu, Gunung Marapi menyemburkan kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak.

Kolom abu berwarna kelabu tersebut bergerak ke arah tenggara. Rekaman seismograf mencatat amplitudo 29,8 mm dengan durasi 32 detik.

Setelah itu, aktivitas vulkanik terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada akhir Mei. Erupsi 30 Mei menjadi yang paling signifikan dalam rangkaian aktivitas bulan tersebut.

Pola ini menunjukkan bahwa Gunung Marapi masih berada dalam fase aktif dengan intensitas yang fluktuatif sepanjang bulan.

Status Waspada Masih Berlaku

Hingga akhir Mei 2026, otoritas pengamatan tetap menetapkan Gunung Marapi pada Level II atau Waspada. Status ini menandakan aktivitas vulkanik masih berlangsung dan berpotensi meningkat sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Tersesat di Gunung Batukaru, 3 Pendaki Lintas Negara Berhasil Diselamatkan SAR

PGA Bukittinggi terus memantau perkembangan aktivitas gunung setiap hari. Petugas juga memperbarui data seismik dan visual untuk mengantisipasi perubahan kondisi.

Gunung Marapi sendiri memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut. Lokasinya dapat terlihat jelas dari beberapa wilayah seperti Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang saat cuaca cerah.

Imbauan untuk Warga dan Wisatawan

Pihak pengamat mengimbau masyarakat agar tidak mendekati radius berbahaya di sekitar kawah. Warga juga diminta tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung diminta mewaspadai potensi hujan abu dan aliran material vulkanik. Risiko tersebut dapat meningkat terutama saat hujan turun di kawasan puncak.

Aktivitas wisata di sekitar Gunung Marapi juga perlu memperhatikan kondisi terbaru. Wisatawan di harapkan tidak memaksakan diri memasuki zona terlarang demi keselamatan.

Pemantauan Terus Dilakukan

PGA Bukittinggi bersama Badan Geologi terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Marapi. Data seismik dan pengamatan visual menjadi acuan utama dalam menentukan perubahan status.

Media Kompas.com melaporkan bahwa rangkaian erupsi ini menunjukkan Gunung Marapi masih aktif sepanjang 2026. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan berkelanjutan dari masyarakat sekitar.

Dengan total 47 letusan sepanjang tahun ini, Gunung Marapi tetap menjadi salah satu gunung api paling aktif di Sumatera Barat. Aktivitasnya akan terus menjadi perhatian utama otoritas vulkanologi nasional.(ar)

Berita Terkait

MAAM Laporkan Abu Janda ke Polda Sumbar Terkait Ucapan “Bar-bar”
Tersesat di Gunung Batukaru, 3 Pendaki Lintas Negara Berhasil Diselamatkan SAR
Gunung Ile Lewotolok Erupsi 19 Kali, Warga Diminta Tetap Siaga
Sapi Kurban Ngamuk di Minimarket Bogor
Ruko di Solo Baru Jadi Markas Scam Kripto Internasional
Vonis Korupsi PHL Bengkulu: Eks Dirut Perumda Dihukum 6 Tahun
Kejari Lombok Tengah Kejar Aset Koruptor Bandara
BPBD Lombok Tengah Siaga Air Bersih Jelang Kemarau
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:00 WIB

MAAM Laporkan Abu Janda ke Polda Sumbar Terkait Ucapan “Bar-bar”

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:04 WIB

Gunung Marapi Erupsi 6 Kali di Mei 2026, Total 47 Letusan Sepanjang Tahun Masih Status Waspada

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:00 WIB

Tersesat di Gunung Batukaru, 3 Pendaki Lintas Negara Berhasil Diselamatkan SAR

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:00 WIB

Gunung Ile Lewotolok Erupsi 19 Kali, Warga Diminta Tetap Siaga

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:00 WIB

Sapi Kurban Ngamuk di Minimarket Bogor

Berita Terbaru

(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010

Selasa, 2 Jun 2026 - 21:00 WIB