Istri Munir hingga Busyro Serukan TGPF Kasus Andrie Yunus

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istri Munir hingga Busyro Serukan TGPF Kasus Andrie Yunus ( AI )

Istri Munir hingga Busyro Serukan TGPF Kasus Andrie Yunus ( AI )

Jemarionline.com, Jakarta – Sejumlah tokoh nasional menyerukan pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Seruan itu disampaikan di Kantor KontraS, Jakarta, Selasa (7/4).

Tokoh yang hadir antara lain Suciwati (istri almarhum Munir Said Thalib), Busyro Muqoddas (mantan Wakil Ketua KPK), dan Karlina Supeli (putri Wakil Presiden pertama RI, Halida Hatta), serta pendeta dan tokoh masyarakat lainnya. Mereka menekankan pentingnya penyelidikan yang transparan, akuntabel, dan bebas intervensi.

Baca Juga :  9 Jenderal TNI Purnawirawan Gugat Polda Metro Jaya soal Kasus Ijazah Jokowi

“Kasus ini harus diusut, tanpa pandang bulu, termasuk jika pelaku dari institusi militer,” ujar salah satu tokoh. Mereka juga mendesak agar ketentuan hukum yang membatasi penanganan kasus di peradilan militer, seperti Pasal 74 UU TNI, harus ada evaluasi agar asas kesetaraan hukum berlaku.

Proses Hukum Saat Ini

Saat ini, TNI telah melimpahkan berkas 4 tersangka anggota militer ke pengadilan militer. Namun, Andrie Yunus menolak peradilan militer dan meminta kasusnya disidangkan di peradilan umum, agar tidak terjadi impunitas. Ia menekankan perlunya mekanisme independen untuk mengungkap semua aktor di balik serangan tersebut.

Baca Juga :  OJK, LPS, dan BPS Gelar Survei Literasi Keuangan Nasional 2026

Desakan Publik dan Aktivis

KontraS dan sejumlah kelompok masyarakat mendorong agar pelaku dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan Berencana, bukan hanya penganiayaan. Kasus ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan hak asasi manusia, proses hukum terhadap anggota militer, dan perlunya transparansi dalam penyelidikan.

Kondisi Andrie Yunus saat ini masih kritis yang menyebabkan gangguan penglihatan, dan ia baru menjalani operasi kelima.

Berita Terkait

Google dan Meta di Periksa Komdigi, Jawab 29 Pertanyaan
Korea Selatan Siap Serahkan Prototipe KF‑21 ke Indonesia
Langit Lampung Mendadak Bercahaya, Warga Heboh—Ternyata Ini Penyebabnya
MATA360 Penting Demi Melahirkan Ketua Pengadilan Berintegritas
Pemerintah Siapkan Kenaikan Gaji PNS 2026, Menkeu Tunggu Evaluasi Kuartal I
Kemenag Usulkan Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun
DPR: Biaya Haji 2026 Berpotensi Membengkak hingga Rp1 Triliun
Gugatan PPPK Berlanjut, FAIN Berterima Kasih kepada Prof. Saldi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 09:00 WIB

Istri Munir hingga Busyro Serukan TGPF Kasus Andrie Yunus

Rabu, 8 April 2026 - 08:00 WIB

Google dan Meta di Periksa Komdigi, Jawab 29 Pertanyaan

Rabu, 8 April 2026 - 07:00 WIB

Korea Selatan Siap Serahkan Prototipe KF‑21 ke Indonesia

Selasa, 7 April 2026 - 15:00 WIB

Langit Lampung Mendadak Bercahaya, Warga Heboh—Ternyata Ini Penyebabnya

Selasa, 7 April 2026 - 09:00 WIB

MATA360 Penting Demi Melahirkan Ketua Pengadilan Berintegritas

Berita Terbaru

Istri Munir hingga Busyro Serukan TGPF Kasus Andrie Yunus ( AI )

Nasional

Istri Munir hingga Busyro Serukan TGPF Kasus Andrie Yunus

Rabu, 8 Apr 2026 - 09:00 WIB

Google dan Meta di Periksa Komdigi, Jawab 29 Pertanyaan ( dok.CNN Indonesia /Wisga Putra )

Nasional

Google dan Meta di Periksa Komdigi, Jawab 29 Pertanyaan

Rabu, 8 Apr 2026 - 08:00 WIB

Korea Selatan Siap Serahkan Prototipe KF‑21 ke Indonesia ( dok.yonhap/AIRSPACE REVIEW )

Nasional

Korea Selatan Siap Serahkan Prototipe KF‑21 ke Indonesia

Rabu, 8 Apr 2026 - 07:00 WIB

China Jadi Pusat Rantai Produksi ASEAN+3 ( dok.ANTARA/ Xinhua / LI Bo )

Internasional

China Jadi Pusat Rantai Produksi ASEAN+3

Rabu, 8 Apr 2026 - 06:00 WIB