Kampus Masuk Era Efisiensi, Dosen Didorong Dapat WFH dan Mahasiswa Senior PJJ

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kampus Masuk Era Efisiensi, Dosen Didorong Dapat WFH dan Mahasiswa Senior PJJ ( AI )

Kampus Masuk Era Efisiensi, Dosen Didorong Dapat WFH dan Mahasiswa Senior PJJ ( AI )

Jemarionline.com, Jakarta – Perguruan tinggi Indonesia mulai memasuki era efisiensi, dosen dan mahasiswa senior diberi fleksibilitas dalam menjalankan aktivitas akademik. Kebijakan ini bertujuan menyesuaikan pola kerja kampus dengan tuntutan modernisasi dan efisiensi energi.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026, yang mendorong perguruan tinggi untuk menerapkan Work From Home (WFH) bagi dosen dan tenaga kependidikan serta Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi mahasiswa senior.

Dosen kini dapat memilih satu hari dalam seminggu untuk WFH, menyesuaikan dengan jadwal mengajar dan kegiatan penelitian. “WFH tidak diwajibkan pada hari tertentu seperti Jumat, melainkan fleksibel sesuai kebutuhan,” ujar salah seorang pejabat Kemendiktisaintek. Tujuannya adalah mengurangi mobilitas, mengefisiensikan penggunaan energi, dan mendorong transformasi digital di lingkungan akademik.

Baca Juga :  Mendiktisaintek Perkuat Agenda Kampus Aman dan Bebas Kekerasan di Unesa

Sementara itu, PJJ diberikan secara proporsional untuk mahasiswa semester lima ke atas dan program pascasarjana. Program ini hanya berlaku untuk mata kuliah teoritis, sedangkan mata kuliah praktikum atau laboratorium tetap dilakukan secara tatap muka. Setiap kampus memiliki kebijakan sendiri terkait kegiatan yang dapat dijalankan secara daring, dengan tetap menjaga kualitas pembelajaran.

Baca Juga :  Curhat Dosen di MK: Gaji Kecil Bikin Bertahan Sulit

Kebijakan ini juga merupakan respons terhadap dinamika global, termasuk kenaikan harga energi, serta upaya pemerintah dalam meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi di sektor pendidikan tinggi. Beberapa pihak menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur digital agar program WFH dan PJJ dapat berjalan efektif tanpa menurunkan mutu pendidikan.

Dengan langkah ini, kampus diharapkan dapat menyeimbangkan efisiensi operasional dan kualitas akademik, sambil menyesuaikan diri dengan tuntutan modernisasi dan teknologi.

Berita Terkait

Pemkot Jambi Usul Kenaikan APBD 2026
Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Siap Dorong RUU Buruh
Presiden Prabowo Tinjau SPPG Palmerah, Pastikan Program Gizi Nasional Berjalan Optimal
37 Huntap di Aceh Tamiang Segera Masuk Tahap Pembangunan
D2NP di DMS SIASN Kosong? Ini Arti dan Cara Mengatasinya
MBG Sekolah Jadi 5 Hari, Pemerintah Pangkas Anggaran
Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Usulkan Pajak Kendaraan Dihapus dan Diganti Sistem Jalan Berbayar
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:00 WIB

Pemkot Jambi Usul Kenaikan APBD 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 17:00 WIB

Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Siap Dorong RUU Buruh

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:22 WIB

Presiden Prabowo Tinjau SPPG Palmerah, Pastikan Program Gizi Nasional Berjalan Optimal

Senin, 25 Mei 2026 - 14:00 WIB

37 Huntap di Aceh Tamiang Segera Masuk Tahap Pembangunan

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:51 WIB

D2NP di DMS SIASN Kosong? Ini Arti dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Tebo Arief Haryoko.(poto: jambiprima.com).

Daerah

Jumlah Warga Miskin Desil 1 Kabupaten Tebo Meningkat

Kamis, 10 Sep 2026 - 08:17 WIB