PLN Beberkan Penyebab Blackout di Sumatera

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLN mengungkap cuaca buruk memicu blackout listrik Sumatera( Poto : ANTARA ).

PLN mengungkap cuaca buruk memicu blackout listrik Sumatera( Poto : ANTARA ).

Jakarta, jemarionline.com – Pemadaman listrik massal di Sumatera pada Jumat (22/5) terjadi setelah cuaca buruk mengganggu jaringan transmisi listrik. Insiden blackout listrik Sumatera itu mulai terasa sekitar pukul 18.44 WIB dan berdampak ke sejumlah daerah seperti Jambi, Riau, Sumatra Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh.

PT PLN (Persero) menyebut gangguan transmisi membuat frekuensi listrik turun drastis. Penurunan itu kemudian memicu gangguan berantai di berbagai wilayah Sumatera.

Direktur Utama Darmawan Prasodjo mengatakan tim PLN langsung bergerak begitu gangguan muncul.

“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera,” kata Darmawan.

Cuaca Buruk Ganggu Sistem Listrik

Cuaca buruk menjadi pemicu utama blackout di Sumatera. Saat jalur transmisi terganggu, sistem kelistrikan langsung kehilangan keseimbangan.

Beban pembangkit yang tinggi membuat frekuensi listrik turun dalam waktu singkat. Kondisi itu kemudian memunculkan efek domino hingga listrik padam di banyak daerah.

PLN segera mengaktifkan langkah darurat untuk menjaga sistem tetap stabil dan mencegah gangguan meluas.

PLN Bergerak Cepat Pulihkan Jaringan

Tim PLN langsung memeriksa titik gangguan sesaat setelah listrik padam. Dalam waktu sekitar dua jam, mereka berhasil mengembalikan jaringan transmisi yang sempat terganggu.

Baca Juga :  Viral Tikus Muncul dari Boks MBG di Sekolah, Distribusi Makanan Disorot

Setelah jaringan kembali normal, PLN fokus menyalakan pembangkit listrik satu per satu. Tim teknis menjalankan proses itu secara bertahap agar sistem tetap aman.

PLN tidak bisa menyalakan seluruh pembangkit secara bersamaan karena langkah tersebut berisiko memicu gangguan baru.

“Penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem,” ujar Darmawan.

Pembangkit Gas dan Hidro Jadi Andalan

Pada tahap awal pemulihan, PLN mengandalkan pembangkit berbasis gas dan hidro untuk menyuplai listrik lebih cepat.

Jenis pembangkit ini mampu masuk ke sistem dalam waktu singkat sehingga membantu mempercepat pemulihan listrik di beberapa daerah.

Berbeda dengan pembangkit gas dan hidro, PLTU membutuhkan proses lebih panjang sebelum kembali beroperasi penuh.

PLN memperkirakan PLTU memerlukan waktu sekitar 15 hingga 20 jam mulai dari tahap pemanasan, sinkronisasi, hingga menghasilkan listrik secara maksimal.

Ratusan Petugas Bekerja Nonstop

PLN mengerahkan ratusan personel ke berbagai wilayah terdampak untuk mempercepat pemulihan listrik.

Petugas bekerja selama 24 jam di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh. Mereka memeriksa jaringan transmisi, gardu induk, dan kondisi pembangkit secara langsung.

Baca Juga :  Tiang Listrik di Lahan Warga Sungai Penuh Diatur Undang-Undang

Selain itu, tim teknis juga memastikan seluruh sistem kembali sinkron sebelum menyalurkan listrik secara penuh ke pelanggan.

Kerja cepat para petugas membuat pasokan listrik di sejumlah wilayah mulai kembali normal secara bertahap.

Aktivitas Warga Sempat Terganggu

Blackout yang terjadi pada malam hari sempat mengganggu aktivitas masyarakat. Banyak warga mengeluhkan listrik padam saat mereka masih beraktivitas di rumah.

Beberapa pelaku usaha juga mengalami gangguan operasional akibat pasokan listrik yang terhenti mendadak.

Meski begitu, PLN terus mempercepat proses pemulihan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Perusahaan listrik negara itu juga meminta masyarakat tetap tenang selama proses penormalan sistem berlangsung.

PLN Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Setelah kondisi sistem membaik, PLN berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap gangguan yang memicu blackout di Sumatera.

PLN ingin mengetahui detail penyebab gangguan sekaligus memperkuat sistem transmisi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya menjaga pasokan listrik tetap andal di seluruh wilayah Sumatera.

Saat ini, sebagian besar daerah terdampak sudah kembali menikmati aliran listrik meski beberapa pembangkit masih menjalani proses normalisasi.(ar)

Berita Terkait

Satgas PKH Ungkap PT PMM Tolak Uji Kontainer Rare Earth di Batam
Stupa dan Batuan Candi Ditemukan di Boyolali, Jejak Permukiman Kuno Terungkap
19 Mobil Golf di Mina Siaga Bantu Jemaah Lansia Saat Lontar Jumrah
Jadwal Kepulangan Haji NTB 2026 Sudah Keluar, Kloter Pertama Tiba 1 Juni
97.853 Penumpang Padati Soetta H+1 Idul Adha, Arus Masih Ramai
SIM Mati Ternyata Bisa Diperpanjang Tanpa Bikin Baru, Ini Syarat Lengkapnya
MUI Nilai Kurban Prabowo lewat APBN Tetap Sah
Prabowo Shalat Id di Paris, Didit Ikut Mendampingi
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

Satgas PKH Ungkap PT PMM Tolak Uji Kontainer Rare Earth di Batam

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:10 WIB

19 Mobil Golf di Mina Siaga Bantu Jemaah Lansia Saat Lontar Jumrah

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:00 WIB

Jadwal Kepulangan Haji NTB 2026 Sudah Keluar, Kloter Pertama Tiba 1 Juni

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:00 WIB

97.853 Penumpang Padati Soetta H+1 Idul Adha, Arus Masih Ramai

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:00 WIB

SIM Mati Ternyata Bisa Diperpanjang Tanpa Bikin Baru, Ini Syarat Lengkapnya

Berita Terbaru

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah. Dok. Youtube BPJS Kesehatan

Ekonomi

BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Bisnis

IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB