Jemarionline.com,Sungai Penuh –Kebijakan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang diberlakukan PT Pertamina (Persero) sejak 1 Januari 2026 belum memberikan dampak nyata terhadap berkurangnya antrean BBM bersubsidi di SPBU Pelayang Raya, Kota Sungai Penuh. Antrean panjang kendaraan masih terjadi hampir setiap hari dan kerap memicu kemacetan, terutama pada jam sibuk pagi saat aktivitas sekolah dan perkantoran dimulai.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (9/2/2026) pagi, antrean BBM bersubsidi di SPBU tersebut masih didominasi kendaraan angkutan barang, seperti mobil pickup dan dump truck. Sejak pagi hari, kendaraan-kendaraan tersebut telah berbaris dan sebagian masih terlihat mengantre hingga siang hari. Kondisi ini menyebabkan antrean memakan sebagian badan jalan dan menghambat arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Sementara itu, aktivitas di dalam area SPBU terpantau relatif lengang. Pada waktu yang sama, tidak terlihat adanya pendistribusian BBM jenis solar.
Kepadatan lalu lintas semakin terasa pada pagi hari seiring meningkatnya volume kendaraan masyarakat. Antrean kendaraan angkutan barang yang bercampur dengan kendaraan pribadi memperparah kemacetan di kawasan Pelayang Raya.
Salah seorang sopir angkutan umum, Yuda, mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab antrean panjang tersebut. Namun, ia menduga masih adanya kendala dalam distribusi BBM bersubsidi.
“Saya belum tahu pasti penyebabnya, katanya BBM sering terlambat masuk,” ujarnya.
Tingginya kebutuhan BBM bersubsidi untuk menunjang aktivitas distribusi dan angkutan barang dinilai menjadi salah satu faktor utama antrean tetap terjadi, meskipun harga BBM non-subsidi telah mengalami penurunan.
Terpisah, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah.
“Penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan secara berkala dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Sejumlah warga mengeluhkan antrean panjang tersebut karena berdampak langsung pada aktivitas harian mereka.
“Setiap pagi antreannya panjang, kebanyakan pickup dan dump truck. Kalau sudah jam sekolah dan kantor, pasti macet,” ujar seorang pengendara.
Warga berharap adanya pengaturan khusus pengisian BBM bersubsidi bagi kendaraan angkutan, penertiban antrean, serta evaluasi distribusi oleh pihak terkait agar kemacetan di sekitar SPBU Pelayang Raya tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat Kota Sungai Penuh.
Penulis : Ar-rasyid









