Jemarionline — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk memastikan kesiapan infrastruktur menjelang perpindahan aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah ingin menjamin para ASN yang nantinya bertugas di ibu kota baru dapat tinggal dan bekerja dengan rasa aman, nyaman, serta efisien.
Dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026), Rini menyampaikan bahwa konsep pembangunan IKN dirancang sebagai kota masa depan yang mengedepankan efisiensi, teknologi, dan keseimbangan dengan lingkungan alam. Ia menilai kesiapan fasilitas menjadi faktor penting agar ASN dapat beradaptasi dengan cepat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Selama kunjungan, Rini meninjau rumah susun ASN yang dibangun dengan konsep tropis modern dan berkelanjutan. Hunian tersebut terdiri dari 47 tower setinggi 12 lantai yang berada di kawasan hunian barat dan timur IKN. Setiap unit telah dilengkapi sistem smart home berbasis sidik jari atau PIN, perabotan lengkap, dapur, pendingin ruangan, pemanas air, serta berbagai fasilitas pendukung seperti area komersial, sarana ibadah, ruang sosial, dan fasilitas olahraga. Pembangunan rusun ini ditujukan untuk mendukung perpindahan ASN secara bertahap sekaligus mempermudah mobilitas menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Selain hunian, Rini juga meninjau Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) IKN yang diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan utama di kawasan tersebut. Rumah sakit setinggi 10 lantai ini memiliki kapasitas sekitar 250 tempat tidur dan dilengkapi layanan unggulan jantung serta stroke. Fasilitas kesehatan ini mengusung konsep smart hospital dengan dukungan teknologi medis modern seperti CT-Scan 512 Slice, Hybrid Cathlab, dan MRI 3 Tesla.
Peninjauan turut dilakukan di kompleks Kantor Kementerian Koordinator yang dirancang sebagai sharing office untuk mendukung relokasi ASN dari berbagai kementerian dan lembaga. Gedung perkantoran tersebut mengusung konsep green building yang terintegrasi dengan lingkungan alam, dilengkapi multifunction hall, jalur penghubung antar gedung, serta area parkir terpadu sebagai bagian dari konsep forest city yang diusung IKN.
Rini menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan IKN tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga transformasi sistem kerja birokrasi melalui penerapan digital governance. Menurutnya, kolaborasi antarinstansi dan kesiapan talenta ASN di bidang digital menjadi kunci utama pemerintahan masa depan.
Ia menambahkan bahwa pembangunan IKN merupakan langkah transformasi besar dalam tata kelola pemerintahan Indonesia. IKN bukan sekadar pemindahan pusat pemerintahan, tetapi juga upaya menghadirkan sistem birokrasi yang lebih modern, adaptif, dan efektif dalam melayani masyarakat.









